Chapter Text
“Karena aku telah dilahirkan di dunia ini.” Adalah seuntai kalimat yang kerap kau lontarkan selama hidup. Bukankah begitu, Eren Yeager?
Kau kerap mengikuti predestinasi yang telah digariskan. Kebebasan yang acap kali tersimpan dalam pedoman hidupmu, sesungguhnya hanyalah tong kosong nyaring bunyinya.
Manusia itu terikat oleh takdir. Kau kerap berjuang keras untuk mengubah realita yang sama sekali tak mampu kau reka ulang. Menurutmu, apa yang bisa kau sebut dengan kebebasan? Apakah ... dengan melakukan pembantaian massal pada seluruh makhluk hidup di luar dinding, adalah sebuah kebebasan?
Kebebasan bagimu untuk bertindak egois, barangkali. Bahkan, neraka pun tak sudi untuk membersihkan segala dosamu.
Bukankah sebuah anugerah bagimu, bila diberi kehidupan yang kekal abadi? Di masa lalu, kau memporak-porandakan semesta yang telah diciptakan oleh Tuhan, seolah-olah kaulah yang menciptakannya.
Pada awalnya, kau akan berpikir bahwa hukuman ini ialah sebuah hadiah yang paling indah. Namun, lambat laun, kehidupan yang kekal akan menyiksamu lebih dari siksa api neraka.
Temukanlah pengantinmu tatkala kau dikembalikan ke bumi. Ia adalah sosok yang amat kau cintai di masa lalu. Kutukan itu mampu dipatahkan, bila kau mencium gadis itu di kala degup jantungmu dengannya seirama.
Seperti kemampuan raksasa penyerang, kau mampu melihat masa depan manusia. Kemudian, kau diberi mukjizat untuk membantu manusia dari kesulitan, serta mampu mengubah takdir. Ini adalah penghargaan sekaligus hukuman untukmu, Eren Yeager. Dengan hidup kembali sebagai seorang goblin.
