Work Text:
------- Chandra School, 20**
di saat pagi seluruh lorong kelas sudah rame dengan suara anak-anak sekolahan yang berjalan ke kelasnya.
"DAZAI. KEMARI KAU"
saat ini chuuya berteriak karna dazai sengaja mengambil handphonenya dari tangannya.
"kesini dong, lo kan pendek mana nyampe sama gue yang tinggi ini" chuuya sedikit lagi akan melayangkan baku hantamnya sampai ketika yosano memukul kepala dazai-
"aw, sakit" dazai mengaduh dan mengelus kepalanya "cukup untuk paginya sekarang mending lo masuk ke kelas bentar lagi bel." dazai cemberut dan beri ogah-ogahan ke chuuya dan berjalan malas ke kelas
"dia tidak berubah sampai sekarang. gue heran lo masih tahan sama modelan kayak begitu" yosano berbicara ke chuuya, chuuya tertawa pelan dan berkata "ya gimana lagi, aslinya tu anak lucu kok" chuuya tersenyum dan yosano memutarkan matanya.
dikelas saat ini pelajaran matematika, ha. dazai benci matematika karna dia tidak suka dengan logaritma dan antek-anteknya. jadi dia memutuskan untuk bersandar ke meja dengan tangannya sebagai alas. dia melihat ke jendela dan ternyata kelas chuuya saat ini pelajaran olahraga. dia bisa melihat chuuya bermain basket dengan lihainya, dazai tersenyum melihat bagaimana tampannya pacar yang dia miliki. tapi dia sedikit takut untuk akhir-akhir ini mereka semakin sibuk dan dazai takut chuuya akan bosen dengannya karna sifatnya yang jengkel
karna tidak sadar terlalu sibuk melihat chuuya, dazai tidak sadar guru matematika datang dan menggebrak meja dazai sampai dia kaget.
BRAK
dazai reflek melihat ibu itu, dan bisa dilihat ibu itu wajahnya marah dan mulai menarik nafas.
"oh tidak, inilah akhir hidupk-" dazai membatin dan ibu itu mengeluarkan suaranya lantang
"DAZAI OSAMU JANGAN HANYA MELIHAT CEWEK SAJA, SAYA TAU KAMU GAK LIHAT PELAJARAN SAYA" ibu itu menatap nyalang dazai dan dazai menjawab dengan suara kecil "i-iya bu" ibu itu balik dan kembali mengajar.
dazai menghela nafas dan bertahan melihat pelajaran itu. setelah mata pelajaran selesai, bel istirahat berbunyi. orang didepan dazai berbalik badan, itu mark.
"gue tau lu liat siapa tadi" dazai terkejut, bagaimana mark tau? hubungan dia dengan chuuya hanya diketahui oleh yosa-
"lu liat chuuya kan?" dazai tertawa reflek menutup kegugupanya "HAhaha gima-haha na bisa lu pikir gue liatin chuuya? HAHAHHAHA lawak lu" mark melihat dazai dengan intens namun dazai bisa menetralkan ekspresinya. dan mark bertanya "jadi kalau bukan chuuya, siapa?" dazai melirik sekelompok anak perempuan dari kelas chuuya dan menunjuk ke higuchi
"noh, itu tuh higuchi lucu soalnya tu anak" mark melihat dazai dengan serius. terlalu serius sampai keningnya mengerutkan kening seperti aki-aki.
"lu bisa gak biasa aja, liatin orang kaya mau nerkam tau gak" kata dazai. mark ketawa refleks "iya deh, gue percaya haha selamat bro ada crush cewek-cewek yang deketin lo auto patah hati"
dazai tertawa akward dan mark ngomong "yaudah deh, gue duluan dulu ke kantin, lu nyusul gak?" mark bertanya.
"nanti aja deh" balas dazai dan mark pergi ke kantin.
dazai memilih untuk tidur sebelum nanti akan masuk pelajaran dia perlu istirahat sebentar.
ternyata pelajaran hari ini kosong, dan dazai ketiduran sampai dibangunin jouno untuk masuk ke ruang rapat osis. kepala dazai sedikit pusing karna tidur yang sebentar.
dazai mengikuti jouno dan mereka berjalan ke kantin karna kantor osis sedikit dibelakang lapangan sekolah. saat dia melihat kantin dia melihat chuuya dan temannya baru selesai main basket sedang berbincang-bincang dan ada beberapa cewek juga dari kelasnya.
tunggu. chuuya menerima minum dari gin?. wow, okay. ternyata bukan dazai aja yang kaget tapi sekitar melihat mereka kaget. notabenenya chuuya mandiri membeli minum tapi menerima dari naomi. wow.
dazai berusaha sikap biasa aja, dan jouno tidak terlalu peduli mereka berjalan ke kantor osis. dan seluruh anggota didalam dan mereka membicarakan acara sekolah yang akan diadakan selama rapat pikiran dazai kemana-mana dia overthinking bagaimana semua yang dia takuti selama ini terjadi. dia membuka handphonenya dan melihat ada pesan baru masuk itu chuuya dia meminta untuk pulang bareng
Chuuya.
aku tau kamu rapat. nanti kita pulang bareng ya.
"ekhm... dazai kau akan menjadi koordinator untuk susunan acara kali ini dengan maki" itu kunikida yang menginterupsi pikiran dazai. dazai sadar dan melihat kunikida. "kunikiidaaa tidak bisakah aku hanya menjadi seksi dokumentasi?" dazai merengek namun kunikida membantah. karna dia hanya akan bermalas-malasan. jika dengan susunan acara ditambah dengan maki yang galak mungkin dazai akan menurut.
setelah rapat selesai apa saja yang akan ditampilkan mereka bubar sudah sore dan tinggal ekskul hari ini ada ekskul karate. ekskul yang di ketuai chuuya akhir-akhir ini. mereka duduk melingkar dan chuuya berada ditengah memberi tau tentang salah satu pemanasan dan teknik dengan gin.
okay. chill dazai. chillllllll batin dazai. dazai lanjut jalan ke kelas dan mengambil tasnya. dia menunggu di salah satu warung sebelah sekolah yang jarang didatangi anak sekolah menunggu chuuya sambil main handphone chat dengan maki untuk susunan acara pensi sekolah dengan es teh dingin didepannya
tiba-tiba dazai merasakan pipinya dicubit, dan meringis swaaakittt orang yang mencubit tertawa, itu chuuya. dia duduk didepan dazai dan melihat es teh depannya dan melihat dazai dengan wajah "???" dan mulai bicara "samu, jangan banyak minum es. kemarin udah radang sama pilek karna kebanyakan minum es, nanti kamu ngeluh lagi gak bisa napas" chuuya ngomel.
dazai kesal dan bilang "chuuya berisik, oda aja gak larang aku buat minum es" chuuya tertawa "haha, kalau ango gimana" muka dazai masam, dan guman nevermind . dan chuuya menunggu dazai selesai dengan handphonenya dan bertanya "bakalan sibuk ya? soalnya poster pensi udah di dikasih ke aku" dazai mengangguk "mungkin, aku cuma susun acara sama maki" chuuya ber-oh ria dan mengajak pulang dazai.
chuuya mau minum es teh dazai, tapi langsung ditarik dazai dan menyeletuk "ngapain minum es teh aku, mending minum noh aqua dari cewek lu" chuuya diem dan liat dazai ngedumel dan tertawa "HAHHAHAHHAHHAAHA" dazai kesel dan mau ngomong tapi dipotong sama chuuya "kenapa? cemburu ya?" terus dazai gelagapan dan jawab "enggakk. ngapain gue cemburu sama orang modelan kek lo" kata dazai.
"iyakah? gak usah gengsi kali. aku udah tau sifat kamu gimana" kata chuuya sambil sentil kening dazai. "aku tuh tadi minta tolong belikan minum ke gin soalnya ak mager. ngapain juga cemburu sama gin, jelas-jelas dia pacarnya higuchi tuh." dazai terbelalak "serius? boong ya. " chuuya geleng "ngapain boong lagipula kita kan sekomplek sama gin" dazai ber"oh"ria.
chuuya tertawa pelan "hahaha, lucu banget sih kamu cemburu perkara itu doang." chuuya melihat dazai "siapa juga yang cemburu" kata dazai cemberut. "iyadeh, iyadeh. pulang yuk udah maghrib nanti kamu urus acara lagi, oh iya tadi gimana kelasnya?" chuuya membayar es teh dazai dan mereka jalan ke arah pulang sambil berbagi cerita karna rumah dan sekolah terbilang dekat hanya jalan kaki. chuuya berjalan sambil menggandeng tangan dazai dan mereka menikmati hari dengan kencan berdua disore hari
