Chapter Text
PART 7
Malam itu Shogo menceritakan semua yang telah dia lalui kepada Riku. Rasanya sesaat Shogo kembali menjadi dirinya. Hingga mereka bisa menangis bersama semalaman.
Riku juga menceritakan bagaimana 5 tahun lalu Riku memilih menikahi Eri. Bagaimana dia memutuskan untuk melupakan Shogo dan memilih wanita pilihan ibunya.
Semua disampaikan dengan baik satu sama lain.
Ketika hening menyelimuti mereka dan Cahaya matahari pagi perlahan muncul dari balik Sungai yang menerangi keduanya. Shogo menjadi berandai, Jika dia bisa menukar kehidupan 6 tahun terakhirnya dapat ditukar dengan pertemuan satu malam ini dengan Riku, dia siap memberi segalanya untuk mendapatkan kembali malam yang sama seperti hari ini.
“Riku-san….apakah member membenciku?”
Riku sempat terdiam dan menyimak raut wajah Shogo yang terlihat menikmati cahaya matahari dihadapannya. “Tidak, mereka selalu membayangkan jika kau kembali. Dan hanya aku yang sibuk membencimu sebelumnya.” Terang Riku.
Shogo tersenyum dalam diam. Dia memaklumi Riku yang tentu saja melakukan hal itu kepadanya. Shogo memilih bangkit dan duduk di kemudi mobilnya. Kini Riku tidak berusaha mendekapnya dan hanya mengekor Shogo, lalu berdiri di samping kaca mobil kemudi Shogo.
“Riku-san…Aku tidak akan kembali menari. Aku tidak memiliki sepasang kaki utuh. Dan itu hanya membuat beban pada masa depan RAMPAGE yang aku sangat tau bahwa itu sedang bersinar terang. Kutitipkan itu dan berbahagialah dengan keluarga barumu.” Shogo memutar kunci mobilnya dan membiarkan mesin mobil panas.
“Jika itu pilihanmu. Apakah kamu bisa menemui kami kembali suatu saat? Jika kamu tau aku membencimu. Maka Shohei dan Yamasho adalah orang yang selalu memikirkan mu dengan artian sebaliknya dariku.” Shogo menatap mata Riku yang terdengar tulus dari kata-katanya.
Tapi inilah hidup. Shogo sudah tidak punya tempat lagi di RAMPAGE. Kini grup itu hanya 15 orang, dan hal itu baik-baik saja untuk karir mereka. Sehingga Shogo sudah merasa cukup dan bahagia dengan kondisi seperti ini.
“Tidak, kita tidak perlu bertemu lagi. Terimakasih Riku-san…kutitipkan RAMPAGE kepadamu.”
Shogo memundurkan mobil hitamnya dan meninggalkan Riku ditempatnya. Keputusannya sudah bulat. Inilah kehidupannya, dia tidak ingin kembali lagi.
