Chapter Text
Jarum jam sudah menunjukan waktu pukul 6 pagi. Siwoo sudah mondar-mandir menyiapkan sarapan untuk keluarganya juga bekal serta snack untuk Jaehyukdan Minkyu bawa nanti. Dari dapur terdengar samar alarm yang tak kunjung dimatikan. Dengan kesal Siwoo kecilkan api kompornya agar masakannya tidak gosong, ia pergi ke kamarnya yang semakin lama semakin keras bunyi suara tersebut. Melihat Jaehyuk yang masih sibuk dengan dunia mimpinya—seperti tidak ada niatan untuk bangun—membuat Siwoo bertolak pinggang.
"Jaehyuk..." Siwoo coba membangunkan dengan menggoyangkan kaki suaminya. Tidak ada respon.
"Woi Jaehyuk, bangun! udah jam 7 kurang." Yang terdengar hanya suara ngorok yang makin keras.
Ia naik ke atas kasur lalu,
"BANGUN GA LU JAEHYUKK!!" brakk
Suara aduhan dan seseorang terjatuh dari kasur terdengar.
"Stop nendang gue Siwoo!!"
"Lu dibangunin alarm ga bangun-bangun, nanti telat! belom lagi lu kalo mandi lama. Udah cepet sana bangunin Minkyu sama mandiin juga, ah gosong dah masakan gua." Buru-buru Siwoo lari keluar kamar.
"CEPETTT!!!" dari luar Jaehyuk dengar Siwoo kembali berteriak.
Sanghyeok sedang mencuci alat-alat yang tadi ia gunakan untuk masak saat ada lengan melingkari pinggangnya. Ia mencium wangi familiar—ah suaminya sudah siap.
"Aku masih bilas wajannya, nanti kemeja mu basah." ucapnya yang tak dipedulikan oleh Jihoon. Suaminya itu malah mengeratkan back hug tersebut dan mengendus tengkuk Sanghyeok, mengecupnya beberapa kali.
"Udah ah gelii," sambil menaruh cuciannya ke rak pengering mencoba melepaskan diri dari pelukan Jihoon. Sambil terus mengintil pada pasangannya, Jihoon melirik masakan yang ada di kitchen island
"looks yummy, babe" katanya.
"Aku?" Sanghyeok membalikkan badannya dan melihat kearah Jihoon, mengalungkan lengannya ke pundak yang lebih tinggi. Sanghyeok selalu suka melihat Jihoon memakai kemeja-apalagi saat lengannya digulung- suaminya terlihat tampan 1000 kali lipat.
Jihoon menyeringai, "Makanannya, Mas. Tapi kamu juga. You always make me hungry." Perlahan Jihoon dekatkan bibirnya, mempertemukan dengan milik Sanghyeok. Jihoon menggerakan bibirnya lembut yang mana dibalas oleh Sanghyeok. Entah siapa yang memulai, tapi ciuman tersebut mendalam, seolah tak ingin melepaskan. Kegiatan mereka terputus saat terdengar suara tangisan Wooje dari kamarnya. Keduanya melihat satu sama lain sebelum tersipu malu.
"Kamu makan dulu itu keburu dingin, nanti kamu telat berangkat ngantor. Aku ambil adek dulu."
Jihoon duduk menyantap sarapannya saat Sanghyeok kembali ke ruang makan bersama Wooje digendongannya dan tas kerjanya ditangan yang lain.
"Piringnya kamu taro aja, nanti aku yang cuci."
Jihoon menaruh piringnya di sink, lalu mengambil tas kerja yang disodorkan suaminya. "Makasih babe."
"Minkyu belajar yang pinter ya, dengerin kata miss nya. Nanti jam 12 Papi jemput oke?"
"Okai Papii~" Minkyu mencium pipi Siwoo yang dibalas dengan kecupan brutal semuka-muka sampai Mingyu tertawa lepas.
Jaehyuk pun memakaikan helm kepada sang anak saat Siwoo dudukan Minkyu di jok depan motor. "Papa nya gak dicium juga kah?" Cemburu rupanya.
Tak membalas Jaehyuk yang sibuk memakai jaket dan sarung tangan, Siwoo malah salah fokus ke tetangga depan yang juga sedang ada di teras rumah. "Sanghyeok! Jihoon! mau berangkat kerja juga?" tanya nya.
Sanghyeok yang sedang menimang Wooje melihat ke depan, tersenyum manis ke Siwoo yang ada disamping motor Jaehyuk.
"Iya, ini Jihoon mau berangkat Kak," sambil menunjuk suaminya yang sudah mau masuk mobil. Jihoon hanya menyapa keduanya dengan anggukan kepala.
"YAAMPUUN KALIAN UDAH PUNYA BAYII?? IHH-" tangan Siwoo ditahan saat ia sudah mau berlari ke rumah sebrang,
"By, yang bener ajalah... ini aku belom dicium, nanti telat lho." Dengan nada merajuk Jaehyuk dan mata yang dimelas-melasin meminta Siwoo untuk menciumnya. Suami kecilnya hanya rolling eyes sebelum mendekatkan bibirnya pada pipi Jaehyuk.
"Dah, sana lah berangkat,"
"Belom ih, masa di pipi." Masih menahan tangan Siwoo. Meninju pelan lengan atas Jaehyuk—ada semburat merah di pipi nya.
"Bacott lu... Nanti pas pulang kantor gua kasih yang plus plus," ucapnya dengan berbisik agar sang anak tidak mendengar percakapan tidak senonoh itu.
Jaehyuk yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum lebar dibalik maskernya. "Awas aja ya nanti ditagih." mencolek dagu si manis.
"Jihoon, Sanghyeok, berangkat duluan ya, Minkyu dadah dulu sama om." Minkyu pun melambaikan tangannya kepada Siwoo dan juga kedua om tetangganya.
"Aku juga berangkat ya Mas," mencium kening Sanghyeok lalu menoleh, "Kak berangkat juga, minta tolong Sanghyeoknya di kenalin ke tetangga lain..." ucap Jihoon kepada Siwoo sebelum naik ke mobil.
Mobil HRV yang terparkir tersebut pun bergerak meninggalkan rumah. Siwoo menghampiri Sanghyeok yang masi berada di teras rumah.
"Aduh lucunyaa... siapa ini namanya," Siwoo mengelus pipi bayi yang sedang babbling itu.
"Wooje, om..." balas Sanghyeok dengan suara diubah menjadi seperti bayi. "Ayo kak, kita ngobrol di dalam rumah aja." Ajak Sanghyeok.
"Oh bentar ya aku tutup pintu rumah ku dulu."
Lalu mereka berdua melanjutkan ngobrol/gossip di dalam rumah Sanghyeok sambil Siwoo bantu menggendong Wooje saat ia menyapu rumahnya.
