Actions

Work Header

Bintang Tenggelam dalam Lautan

Chapter 4: Anomali

Chapter Text

Aku sudah menganggap keberadaanku disini sebagai anomali. Dan sekarang ada dua makhluk anomali selain diriku yang aku curigai. Yang pertama adalah Lumine, dan yang kedua adalah Furina. 

 

Setiap arc Archon Quest yang telah berlangsung hingga saat ini memang tidak ada akhir yang berubah secara signifikan. Hanya saja, langkah yang di ambil Lumine dan Furina selalu nampak mencurigakan. Lumine bergerak seperti robot yang di atur untuk memilih langkah mana yang akan dia ambil, sedangkan Furina, dia sudah lama aneh sejak aku datang kemari, hanya saja karena perbuatannya selama 500 tahun kebelakang tidak ter-record dalam ingame aku menganggap itu lumrah, tapi sejak Quest Archon berlangsung kini aku menyadari bahwa Furina ini bukan Furina yang sesungguhnya. Dia Furina yang berbeda. Dia bisa melakukan kerjasama tanpa tatap muka dengan Wriothesley, dia bisa bekerjasama dengan Institut Penelitian Fontaine dalam meningkatkan teknologi kemajuan Opera Epiclese dan infrastruktur Court of Fontaine lalu yang lebih mencengangkan adalah bahwa selama ini dia menjadi donatur anonim Spina De Rosula. 

 

Jika memang dia Furina yang berbeda, seharusnya dia tidak mengambil langkah yang bisa diasumsikan untuk masa depan, karena bagaimanapun Furina terlahir tanpa ingatan masa lalu, dia hanya ingat tugasnya untuk menjadi pengganti Focalor, duduk di singgasana Archon Hydro dan menepati dosa mula-mula di ending Archon Quest nanti.

 

Lumine dalam beberapa bulan ini berkeliling dan menjalani misi harian. Membantu menyelidiki kasus orang hilang yang berakhir baik dengan memulihkan nama baik ayah Navia. Callas. Meski setelahnya masalah baru muncul karena Mesin Oratrice Mechanic de Analize Cardinal menyatakan bahwa Childe bersalah dan sampai sekarang belum diketahui kenapa mesin itu menyalahkan Childe. Namun dari segala aktivitas Lumine diluar sana aku mendapatkan petunjuk setelah Lumine menemukan Fakta Furina dibelakangku. 

 

"Furina memiliki rumah pribadi?"

 

"Kami menyelidiki kasus pemalsuan akta rumah" Kata Lumine mengawali.

 

Paimon melanjutkan dengan wajahnya yang serius, "Korban meminta bantuan Advanture Guild untuk menyelidiki Miss Raymon yang kabur membawa uang hasil jual beli rumah yang dia beli. Juga akta rumah palsu yang diberikan padanya. Beliau memberi tahu kami alamat rumah yang dia beli, rumahnya tidak sesuai seperti yang di janjikan Miss Raymon karena nyatanya rumah yang dia dapat tidak sesuai yang dia harapkan dan rumah itu sepertinya milik Furina. Meski di dalamnya terdapat barang-barang mewah tapi dari luar tampak itu rumah tidak terawat, ehem! Jangan tanya bagaimana kami bisa masuk kedalamnya, ini rahasia pekerjaan seorang pelancong seperti kami."

 

Lumine memberikan sebuah surat yang sudah terbuka padaku. Aku baca keseluruhan isinya dan aku tahu tulisan siapa ini. "Wriothesley."

 

"Sesungguhnya kami merasa bersalah namun demi klien kami tentu saja kami membaca semua surat dan menyelidiki seluruh barang disana, kami juga menemukan ini." Satu kotak diberikan kepadaku yang berisi berbagai macam dokumen resmi. "Sejujurnya kami ingin menyelesaikan tugas kami dengan tenang, hanya saja ini berhubungan dengan Furina, yah mana mungkin seorang Archon menipu rakyatnya sendiri, maka dari itu kami bawa semua ini kepadamu, Neuvillette."

 

Dokumen mengenai donasi, semua dokumen yang ada didalam kotak ini adalah kwitansi pembayaran donasi dari Furina. "Aku akan urus ini, kalian bisa beri kabar pada korban bahwa kasus ini masih dalam penyeledikan kalian."

 

"Kami percaya padamu, sampai saat itu kami akan tutup mulut."

 

"Terimakasih pengertian kalian."

 


 

Furina berkacak pinggang sembari duduk di sofa kantorku. Aku masih berdiri dihadapannya meminta penjelasan atas segala dokumen yang ditemukan Lumine dan Paimon waktu lalu. Kami masih dalam diam, tidak ada jawaban atas segala bukti yang aku sodorkan di depannya pun aku tidak menanyakan dua kali pertanyaan yang sama, yang Furina rasakan saat ini pastinya dia harus mencari jawaban atas intimidasi yang aku lakukan. Dan aku hanya perlu teguh dalam menunggu jawaban darinya. "Apa salahnya aku memiliki aset pribadi?" Dia menjawab dengan pertanyaan lain. "Lima Ratus tahun aku bekerja dan digaji, aku Archon Tanah Keadilan ini, aku memiliki aset atas namaku dan itu sah secara hukum Fontaine, Neuvillette."

 

"Saya tahu, dan saya tidak masalah jika anda memiliki empat atau sepuluh rumah pribadi diluar Court of Fontaine Lady Furina. Yang saya permasalahkan adalah untuk apa anda menyembunyikan segala hal ini dari saya?"

 

"Men- nyembunyikan? Menyembunyikan apa maksudmu?"

 

"Tanda terima jual beli perangkat dan peralatan untuk Institut Penelitian Fontaine, kwitansi pembayaran donasi bulanan, pembelian impor barang-barang dari Liyue, dan semua ditujukan untuk area Fleuve cendre juga Poisson. Anda selama ini bekerjasama dengan Spina de Rosula dan Heart of the Heart?"

 

Furina berdiri, dia menengadah padaku dengan wajah merah redam. Dia menahan suaranya, dan amarah? Tidak, untuka apa perbuatan baik harus membuatnya marah, aku hanya berspekulasi bahwa selama ini dia melakukan banyak hal diluar regulasi miliknya, sedangkan dia bisa membuat namanya semakin baik jika dia lakukan donasi itu secara terang-terangan. "Apa yang anda sembunyikan dari perbuatan terpuji anda? Kenapa anda harus sembunyi-sembunyi seakan ini semua tercela? Anda bisa memperbaiki nama anda di depan masyarakat. Tidak lagi dianggap maskot Fontaine saja."

 

"Aku tidak bekerjasama dengan Spina de Rosula pun dengan Heart of the Heart Neuvillette, tidak akan pernah."

 

"Lalu untuk apa semua ini?" Tidak mengerti, aku sama sekali tidak mengerti motif Furina menutupi segala kebaikan yang dia lakukan, mencoba bunuh diri, menutupi segala perbuatan baik selama ini, berperan seolah Archon bodoh di depan masyarakatnya. Furina sangat aneh. 

 

Gadis itu tidak menjawab apapun selain berlari kearah pintu keluar, "Furina!" Aku tidak cekatan tentu saja. Aku tanpa sadar membiarkan dia pergi tanpa menjawab apa-apa. Dan langkah yang kuambil saat ini hanya mengejarnya. Tidak ada asumsi apapun saat ini, maka darinya aku kejar demi jawaban sesungguhnya dari Furina saat ini. 

 


 

Aku sudah berkeliling lorong Palais Mermonia, namun tidak ada sehelai rambut Furina terlihat di ujung mata. Gadis itu lumayan piawai dalam menghilang, ini membuatku merasa semakin khawatir mengingat dia bahkan berani menjatuhkan diri dari ketinggian. Malam ini cukup sunyi, dan para Garde sudah mulai kembali di titik mereka masing-masing, tidak ada yang berlalu-lalang sampai tengah malam nanti jadi dimana aku bisa menemukan Furina saat ini. 

 

"Waaaa!"

 

Ah, telingaku menangkap suara samar Furina. Memang mangsa tidak akan kemana, gadis itu juga tidak akan jauh seharusnya. Tapi dari nada teriakannya sepertinya dia dalam masalah. Aku cukup membuang waktu dalam pencarian asal suara Furina, karena setelah teriakannya tidak terdengar lagi suaranya. Aku jadi harus mengira-ngira kemungkinan titik dari asal suara. Sampai aku mendapati sesosok berpakaian gelap dengan topeng yang menutupi wajahnya, tangannya hitam seperti dikutuk oleh kegelapan berdiri di hadapan Furina yang duduk ketakutan. "Silence!" Ucapku dan elemental skill milikku menghantamnya ke tanah. 

 

"Ah?" 

 

Meski tepat sasaran tapi ternyata orang tersebut bisa bangkit dan menghilang. Aku dengan cepat menghampiri Furina, dia menatapku dengan wajah ketakuatan, air mata yang menggenang namun dia mengepalkan erat kedua telapak tangannya. Furina teguh berdiri seakan dia telah menghadapi kejahatan. Tapi saat dia menatapku, "Neuvillette" air mata banjir keluar. "Kamu datang." menyakitkan tentu saja, gadis yang selama ini aku jaga menangis karena nyawanya hampir melayang? 

 

"Saya disini, Lady Furina. Anda aman."

 

Alisnya bertaut, terheran melihatku yang berdiri diatas lutut menyesuaikan tinggi badannya hanya demi menghapus setiap tetes air mata yang jatuh di pipinya. Furina mundur menjauh dua langkah dariku. Apa lagi sekarang? ini bukan saatnya untuk melanjutkan drama lari-larian yang lalu. Dia menghapus kasar air matanya sendiri, aku kembali berdiri dan mencoba mendekatinya lagi. "Jangan mendekat!" 

 

" ... "

 

" ... "

 

Tidak bisa membiarkan keheningan ini, aku mendekat lagi. 

 

"Aku bilang jangan mendekat!"

 

"Furina_" telapak tanganku di hempas begitu saja saat mencoba meraihnya. Tidak sakit. Hanya saja Furina sangat aneh, sungguh. 

 

"Kamu ingin menuduhku menipu rakyatku dengan berpura-pura menjual rumah pribadiku?" Dia mengungkitnya, "Aku ini Archon dan tidak ada alasan aku harus menipu rakyatku demi uang."

 

"Saya tidak menuduh anda demikian. Saya menanyakan kenapa anda menutupi kebaikan anda? hanya itu Lady Furina."

 

"Bohong, di dalam kantor tadi kamu melakukannya!" Ibu, aku tidak bisa menghadapi wanita yang salah paham. "Jangan diam saja, kamu menuduhku bukan? kamu sekarang berada di pihak Traveler, iya kan? kamu tidak percaya padaku dan memilih traveler itu." Tidak banyak berpikir, aku menggendongnya dalam sekejab dan mengangkatnya ke udara terbang bersamaku menuju kamarnya yang berada di lantai paling atas gedung Palais Mermonia. "Neuvillette!"

 

"Mari kita bicarakan ini di kamar anda."

 

Aku menutup pintu kamar Furina dan menyegelnya seperti aku menyegel jendela miliknya tidak peduli meski sudah ada dua Garde yang menjaga di depan "Apa yang kamu lakukan Neuvillette?!" Lalu aku mengecek setiap sudut kamar Furina, memeriksa apakah ada sesuatu yang mencurigakan. "Hentikan Neuvillette!" Meski bajuku terus ditariknya kebelakang aku tidak gentar, setelah aku yakin tidak ada alat berbahaya lain kini aku berbalik dan menghadap Furina. "Neuvillette?" Aku mendudukkannya diatas kasur lembut miliknya, dan aku menyeret kursi tunggal untuk duduk dihadapannya, mengunci kakinya diatara kedua kakiku, memegang erat kedua sisi bahunya agar dia menurut.

 

"Sudah bisa tenang, Furina?"

 

" ... " 

 

Tanganku turun menuju kedua telapak tangannya, aku elus pelan mencoba menghilangkan Tremor yang di tangannya. "Kita kesampingkan urusan rumah pribadi milikmu, apa kamu terluka? Orang itu menyakitimu?" Dia menatapku dengan diam, tidak menjawab sampai beberapa detik berlalu dia menggeleng. "Kamu mau teh? Aku akan panggil_"

 

"Tidak, tidak perlu, aku tidak terluka, aku tidak butuh teh."

 

" ... "

 

Perlahan tapi Furina tampak tenang, nafasnya tidak menderu seperti sebelumnya, Tremor yang dia alami juga sudah sirna. Kini hanya keheningan yang menyelimuti kami berdua. Aku tahu siapa yang berada di balik topeng itu. Ini adalah arc dimana The Knave mencari posisi keberadaan Gnosis Hydro. Aku baru menyadari seranganku tampak sia-sia, bagaimanapun Furina akan tetap selamat. Masalahnya apakah alur cerita Archon quest  tidak berubah setelah aksiku barusan. Tidak ada scene Neuvillette menyelamatkan Furina dari kejutan The Knave. Tiba-tiba rasanya aku menyesali perbuatanku. Aku merasa bodoh. Telapak tanganku merasakan genggaman, Furina meremasnya dengan lembut membuatku merasa nyaman. Kulihat dia menatapku dengan wajah penuh kesedihan, mulutnya seakan mengulum sesuatu yang ingin dia keluarkan namun sulit untuk dilakukan. Hah kuputuskan untuk memulai kembali.

 

"Saya minta maaf bila membuat anda merasa terintimidasi, Lady Furina." Mata Furina membola mendengarku berbicara menekankan 'Lady' saat memanggilnya karena aku butuh perhatian dari Furina sekarang "Anda adalah Archon yang sangat baik bahkan sampai tidak ingin dianggap pamrih dalam membantu rakyat anda. Saya akan jauhkan pertanyaan mengapa anda menutupi ini semua. Saya akan kembali pada inti masalahnya saja. Mengenai Miss Raymon, bagaimana?"

 

Furina mengangguk dan melepaskan tangannya dariku, "Aku tidak kenal Miss Raymon, rumah itu sudah jadi milikku sejak 50 tahun lalu, aku rasa klien Traveler ditipu orang lain yang mengatasnamakan rumah milikku."

 

"Saya sudah memeriksa dokumen milik anda dan dokumen jual beli rumah Miss Raymon, akta tanah itu atas nama Andy Hill. Apa anda mengenalnya?"

 

Furina menggeleng dan berkata tidak. Aku bertanya siapa nama pemilik rumah itu sebelum dia, Furina menjawab "Namanya Amanda Pym". Kasus ini memang mudah ditangani, jelas Miss Raymon adalah penipu yang harus segera di basmi. Tapi mengingat ada nama Furina dalam masalah ini, aku rasa menyelesaikan dalam diam akan lebih baik. "Kamu tidak akan bawa ini ke atas Opera epiclese kan? Tolong selesaikan dibalik bayangan saja, kumohon Neuvillette."

 

Hah batinku lelah. Takut Furina mati, takut Furina disakiti, takut Furina salah ambil keputusan, takut Furina, ... Kenapa aku takut Furina kenapa-kenapa?  Takdir Furina sudah jelas sejak awal dan aku datang kemari hanya memenuhi tugas Neuvillette saja. Meski selama ini juga aku belum tahu alasan diriku menjadi Neuvillette. Kenapa aku begitu ingin melindungi Furina? Entah kenapa aku merasa Furina ini sama sepertiku. Mungkinkah dia juga berenkarnasi disini? Mungkinkah Furina ini dari bumi?

 

"Neuvillette?"

 

"Genshin."

 

"Eh?"

 

Apa yang aku ucapkan? Genshin?  

 

"Genshin?" Benar, Furina menangkap kata lirih yang kuucapkan. Aku benar-benar mengeluarkan kata terlarang. "Apa itu?" 

 

" ... "

 

"Genshin itu apa, Neuvillette?"

 

"Bukan, bukan apa-apa, Furina." Aku berdiri salah tingkah, "Miss Raymon, ya, Mis Raymon." Kulihat Furina ikut berdiri. "Aku akan tangani kasus ini dari belakang. Saya akan berusaha agar nama anda tidak terseret di dalamnya." Aku sudah tidak tahu harus berkata apa lagi, pikiranku cukup penuh saat ini, aku memilih untuk berjalan menuju pintu kamar Furina. Membuka segelnya dan berkata, "Selamat malam, Lady Furina." Tidak memperdulikan Furina membalas salamku atau tidak, aku segera menutup pintunya dan memasang lagi segel tersebut dan pergi.

 


 

"Neuvillette? Aku ingin menjadi manusia." Suara indah bergema membentuk buliran air di dalam lautan. Neuvillette menengadah menghadap rembulan diatas permukaan. Naga itu mengambang diantara air yang dalam sembari mendengarkan suara oceanid yang datang mendekatinya perlahan. "Apa kamu pernah bertemu manusia?"

 

Neuvillette tidak menjawab, tergerak untuk melihat Oceanid tersebut pun tidak. Dia terus melihat rembulan bersinar cerah meninggalkan dirinya yang tenggelam. "Jika aku jadi manusia, kamu mau menemaniku? Aku tidak memiliki teman."

 

"Kau berkhayal" akhirnya Neuvillette bicara.

 

Sang oceanid nampak murka "Berkhayal?! Tentu saja tidak. Lady Egeria menerima permintaan kami, beliau sedang mencari cara agar kami menjadi manusia."

 

"Untuk apa?"

 

"Ya?"

 

"Untuk apa kalian ingin jadi manusia?"

 

Oceanid terdiam. Dia mengambang diatas Neuvillette dan Neuvillette hanya mengedipkan matanya pelan menunggu pertanyaannya dijawab. 

 

"Aku, aku ingin memiliki wujud sepertimu, Neuvillette. Makanya kamu mau jadi temanku kan?"

Notes:

Hai, ini karya neuvifuri pertamaku. Aku buatnya suka-suka, karena aku pengen nambahin record karya para neuvifuri ajah. Dan buat selingan waktu ajah.

Aku gak terlalu ingat dengan detail AQ dan kisah para karakter, jadi aku membuat sifat mereka keluar dari karakter asli menyesuaikan karakter yang kubuat.

Terimakasih sudah mampir ya.