Actions

Work Header

Kalah Bertaruh

Chapter 5: Juga.

Chapter Text

/5/ dan, selesai

Percaya padaku, Tuhan pun tertawa:
melihat kita yang hanya menerka ....

Semua luka dibawa berat di pundak masing-masing antara Kim Dokja dan Han Sooyoung. Lamaran yang seharusnya sakral menjadi gamang. Entah tujuannya apa: memperlombakan sakit atau membangun rumah tangga? Satu setengah tahun belakangan digunakan keduanya cuma untuk jauh dari definisi hubungan itu sendiri. Si Lelaki terus paksa agar dirinya menyayangi Han Sooyoung; gadisnya pula tak bisa berhenti memandang orang lain semerta tak menganggap Kim Dokja bersungguh-sungguh. Lamaran di sini puncaknya. Apakah mereka akan takluk pada ego atau cinta.

“Lukamu merupakan lukaku juga.” Kim Dokja masih tak henti-hentinya memeluk Han Sooyoung. “Sakitmu kemarin ialah sakitku juga. Maaf sudah sering memintamu memanjangkan rambut dan mengecatnya pirang; bertingkah manis padahal bukan karaktermu sama sekali; menuntut kemampuan ini-itu yang bahkan tidak di kehidupan lainnya pun kamu kuasai. Satu setengah tahun bukanlah perkara mudah untuk kamu tahan menghadapiku yang terus-terusan terobsesi pada tokoh dan novel karyamu. Kamu tidak  akan pernah jadi Yoo Sangah maupun aku mustahil seperti Yoo  Joonghyuk. Sedari percakapan tajam kita di mobil kala itu aku sadar. Aku mencoba. Kamu tahu. Aku terus berusaha membalas perasaanmu sejak hari pertama kamu memintaku menjadi kekasih. Aku berusaha cemburu. Aku berpura-pura takut kamu meninggalkanku. Kala itu aku tidak mabuk; benar. Nyatanya  ... mau memaksakan bagaimanapun atau lewat cara apapun, aku tetap tidak dapat mencintai kamu kembali, Han Sooyoung.”

“Pengorbananmu padaku  selama satu setengah tahun tersebut biar kubalas seumur hidup.” Pernyataan final dari Kim  Dokja barusan membuat hati mencelus.  Cincin disodorkan, sekali lagi.

Bagi satu (-satunya) dan pembaca kesayangannya,  ia rela hancur selamanya.

Dianggukkannya kepala. Han Sooyoung menerima cincin di jari manisnya. Sedari awal ia sudah tahu bahwa langkah mereka selalu bakal kalah dalam taruhan apapun maka dari itu ia terima.

Han Sooyoung kalah. Mengorbankan hati demi Kim Dokja tetap dipunyainya. []

Notes:

Tolong beri tahu aku apa yang kalian rasakan di kolom komentar. :)