Chapter Text
Tahun ini, Gunwook benar-benar yakin, 100%, kalau dirinya enggak bakal ketiduran lagi di malam tahun baru 2026 ini. Berbekal dengan adegan ikonik di film When Harry Met Sally, dimana Harry menyatakan perasaannya kepada Sally di malam tahun baru lalu dilanjut dengan adegan ciuman, Gunwook enggak mau tahu, pokoknya malam tahun baru ini Gunwook juga harus dapat ciuman tahun baru dari Kak Taerae-nya.
Gunwook enggak butuh ciuman di pesta yang megah dikelilingi lautan manusia, yang penting ciuman. Sama Kak Taerae. Harus banget ciuman sama Kak Taerae!
Lagipula, semester 5 yang sangat padat dan sibuk ini juga sudah melatih Gunwook untuk begadang, mengerjakan tugas-tugasnya yang menumpuk itu, ditemani dengan segelas es kopi yang sebenarnya malah cuma bikin Gunwook sakit perut.
Mendengar resolusi terakhir Gunwook di tahun 2025 ini, Taerae tidak bisa menahan tawanya. Senyumnya lebar, menampilkan deret giginya dan lesung pipi yang muncul disaat Taerae tersenyum. Jujur, setelah tiga tahunnya berturut-turut keinginan Gunwook tak tercapai, Taerae mulai merasa enggak yakin juga kalau tahun ini permintaan Gunwook akan terkabulkan.
“Gak usah dipaksa, Sayang. Ciuman kan bisa kapan aja.” Ujar Taerae.
“Tapi ciuman tahun baru kan cuma bisa dilakukan setahun sekali! Ah, Kak Taerae mulai gak percaya sama kemampuan aku, males ah sama Kakak.” Rengek Gunwook, bibirnya maju lima sentimeter seperti bebek.
Keduanya berada di apartemen Taerae, yang baru saja pindah dari kosan lamanya karena mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan dibandingkan kembali ke kampung halamannya. Gunwook memutarbalikkan tubuhnya, memunggungi Taerae untuk mengungkapkan rasa kesalnya.
“Gimana kalau kita bobo sekarang, terus Kakak nyalain alarm jam 11 malem, biar kita bisa ciuman di jam 12 nanti?” Usul Taerae, tangannya yang dingin menyelinap ke dalam kaos Gunwook, tubuhnya kini menempel dengan punggung yang lebih muda.
Benar juga, pikir Gunwook. Ciuman tahun baru bukan berarti Gunwook harus bangun sampai tengah malam, kan? Enggak ada peraturan kalau Gunwook enggak boleh tidur dulu, bangun saat kembang api mulai bergemuruh di langit, ciuman sama Kak Taerae, lalu tidur lagi. Kenapa Gunwook enggak pernah kepikiran selama tiga tahun ke belakang, ya?
“Bener, ya? Harus wajib banget bangunin aku sebelum jam 12 loh, Kak. Kalau enggak, aku ngambek setahun.”
“Iya, Kakak bangunin Wookie, asalkan nanti Wookie gak rewel pas Kakak bangunin.”
“Wookie mana pernah rewel.” Bisik Gunwook. Taerae mendengus mendengar ucapan Gunwook, pacarnya yang kayak bayi dan hobinya rewel terus ke Taerae.
“Iya, Sayang.”
Lalu, apakah pada akhirnya keinginan ciuman tahun baru Gunwook terkabulkan?
Seperti dugaan Taerae, Gunwook enggan membuka matanya. Pacar bayinya itu malah menendang Taerae dari kasurnya, menyembunyikan dirinya sendiri di dalam selimut tebalnya seperti kura-kura bersembunyi di dalam cangkangnya (Taerae enggak ngerti gimana caranya Gunwook bisa bernapas di bawah selimut seperti itu), lalu terbang kembali ke alam mimpi.
Taerae menurunkan selimut yang menutupi wajah Gunwook, lalu mengecup kening Gunwook dengan lembut. Taerae siap menerima omelan dari pacarnya yang katanya enggak rewel itu di pagi hari nanti.
Lagipula Taerae yakin, masih ada tahun-tahun selanjutnya yang akan Taerae dan Gunwook lewati bersama sebagai sepasang kekasih. Masih ada banyak tahun baru selanjutnya untuk mengabulkan permintaan seumur hidup Gunwook itu.
Taerae menyelipkan tubuhnya ke dalam selimut yang dikuasai Gunwook, siap untuk menyusul Gunwook di dalam mimpinya. Mungkin untuk tahun ini, Taerae bisa kasih Gunwook ciuman tahun baru di dalam mimpi kekasihnya itu.
