Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 6 of Homo Homini Lupus
Stats:
Published:
2014-02-02
Completed:
2014-02-02
Words:
9,980
Chapters:
4/4
Comments:
2
Kudos:
8
Hits:
1,445

Geraman

Chapter 4: Extra

Chapter Text

Beberapa tahun berlalu.

“Ketua klub teater itu ternyata manusia serigala? Jangan bercanda, deh.” Yi Yun, anak perempuan teman satu geng Lu Han (pemuda itu kelas 3 SMA sekarang), terbelalak kaget. Lu Han mengiyakan. “Aku menargetnya untuk menjadi betinaku kelak.”

“Wah, Gege, Lu Han-ge sudah dapat calon alfa. Kau bagaimana?” tanya Zi Tao, teman geng Lu Han yang lain, pada kakak lelakinya, Wu Fan, ‘rival’ Lu Han dalam geng. Wu Fan mengemplang sang adik. “Hanya mendapatkan betina saja bukan masalah besar bagiku. Aku menemukan satu di sekolah sebelah.”

Lu Han tersenyum miring. “Cheerleader dari sekolah sebelah, eh? Rumornya sudah tersebar ke seluruh angkatan. Menarik; sepertinya kita bakal bersaing lagi untuk membangun klan.”

“Itu agak sulit. Kita tak mungkin menikah setelah lulus SMA. Jadi, kita harus menunda hal ini sampai beberapa tahun ke depan.” kata Wu Fan. Lu Han tergelak. “Ada benarnya, tetapi kita sudah harus mengunci gadis-gadis itu.”

“Ide bagus.”

Yi Xing, adik Lu Han yang juga bergabung dalam geng itu, berbisik pada Yi Yun. “Kelihatannya, kakak-kakak kita membicarakan sesuatu yang agak dewasa.”

Yi Yun hanya bisa meringis malu. Ia paham apa yang ‘dewasa’ itu, mengingat dirinya juga sudah punya pacar.

Tiba-tiba, Lu Han menoleh ke belakang dengan cepat. Iris matanya merah dan kukunya meruncing. Karena tidak merasakan ancaman, Yi Xing bertanya, “Ada apa, Ge?”

Lu Han baru menjawab setelah ia melompati pagar kawat yang mengelilingi lapangan basket tempat mereka nongkrong. “Tak ada. Aku segera kembali!”

***

Di klub teater...

Seorang gadis manis berambut lurus panjang menendang anggota klubnya hingga si anggota pria membentur dinding ruangan klub. “Jangan menyentuhku seenaknya hanya karena kita cuma berdua di sini! Aku sudah punya pacar!”

“Kau gadis yang kuat, tetapi itu tidak akan menghentikanku dari memilikimu!”

Si gadis mendengus kesal. Ia mencengkeram kerah baju lawannya dan menariknya ke atas, lalu melemparkannya ke arah cermin. Beruntung, lemparannya tak terlalu kuat sehingga cermin tak sampai pecah, hanya retak. Gadis itu menatap nanar lawannya, tetapi—sial—pemuda itu bangkit lagi! “Heh, kau pantang menyerah, ya?” kuku-kuku si gadis meruncing seiring dengan seringai kemarahannya, “Apa mukamu pernah tercabik-cabik oleh pisau? Bersiap-siaplah; kau akan mengalaminya!”

Kaki jenjang si gadis menapaki lantai ruang klub dengan cepat. Kuku-kuku runcing sudah terarah ke wajah siswa ‘nakal’ itu, tetapi satu tangan yang kuat melingkari pergelangan tangan ramping si gadis.

Tangan Lu Han.

“Tahan, Zhao Xi,” komando Lu Han pada pacarnya yang cantik (tetapi garang) itu, “Biar aku.”

Iris merah dan kuku-kuku runcing Zhao Xi menghilang setelah mendapat perintah (disertai dominansi) dari Lu Han. Pemuda mata rusa itu kemudian menghampiri siswa kurang ajar yang berani mendekati gadisnya. ‘Pisau-pisau’ di ujung jarinya ia arahkan ke daerah sekitar kelopak mata siswa asing itu.

“Pergi,” geraman serigala beta tersembunyi di dalam kata perintah Lu Han, “atau ruangan ini akan berwarna merah karena darahmu.”

Ultimatum serigala beta memang melumpuhkan, apalagi jika harga diri si serigala beta baru saja dilukai. Si pemuda tak berkutik. Lu Han mengakhiri peringatannya dengan melemparkan si pemuda asing ke luar ruang klub melalui pintu ruangan yang terbuka, begitu keras hingga tubuh si pemuda meretakkan dinding di seberang ruangan. Dua orang di ruangan klub tidak peduli dengan nasib yang di luar; toh pemuda itu sudah pingsan.

“Zhao Xi, kau tidak apa-apa?” Lu Han mengamati gadisnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Baguslah, ia masih cantik dan rapi, belum ternoda oleh siswa tadi. Zhao Xi mengangguk sebagai konfirmasi. “Sejujurnya, Ge, kau tidak perlu melemparkannya ke sana,” si gadis menunjuk dinding yang retak dengan ibu jarinya, “Sekolah akan rugi besar.”

“Salahkan dia yang memicu amarahku. Tidak ada satupun orang yang boleh menyentuhmu, walaupun kau dan aku belum resmi menjadi breeding pair dalam klan.”

Zhao Xi tersenyum. “Terima kasih sudah menjagaku. Aku suka mendengar geramanmu tadi. Kedengarannya sangat... jantan. Yah, biarpun wajahmu tidak mendukung, sih...”

Lu Han berdecak. “Selalu.”

“Tidak apa-apa, ‘kan? Itu ciri khasmu. Tidak usah disangar-sangarkan seperti tampang kapten tim basket,” Wu Fan, maksudnya, “karena begini saja, kau sudah sangat tampan dan kuat. Kau sudah menjatuhkanku dengan pribadimu yang seperti ini. Orang tuamu pasti melakukan mixing dengan baik.”

Tawa kecil Lu Han mengisi ruangan. “Mixing, ya?”

“Yup. Senyummu yang manis, juga mata yang bercahaya dan keramahanmu, adalah ciri khas ayahmu, bukan? Suaramu yang lembut dan bibirmu yang menggoda, serta jiwa yang terkendali—bukankah milik ibumu?”

“Ada beberapa hal yang harus kutambahkan. Jiwa ibuku tak akan terkendali jika menyangkut ayahku dan wanita lain. Selain itu, ada satu hal lagi yang diwariskan ibuku padaku.”

“Apa itu?”

“Geramannya yang galak.”

Zhao Xi membulatkan matanya. “Wow. Aku akan belajar banyak dari beliau sebelum jadi betinamu.”


Aku menggeram untuk melindungi hal yang penting dan kucintai.

Anakku juga melakukan hal yang sama.


SIXTH STORY OF HOMO HOMINI LUPUS SERIES: END

Notes:

Ini bukan FF K-pop, jadi ini satu-satunya cerita dari series ini yang g bakal kupublish ke satu blog FF K-pop tempat aku biasa ngirim FF.Habis, Zhang Li Yin ‘kan dari C-pop, walaupun di Korea juga terkenal sih... FF ini terinspirasi dari EXO’s ‘Growl’, sebenarnya, maka judulnya jadi ‘Geraman’.
Anyway. Di sini, aku banyak ngubah nama orang sembarangan, nama Cina diubah jadi nama Korea gitu. ‘Zhu Yan’, aktris yang nyium Han Geng, itu sebenarnya ‘Sooyeon’ alias Jessie J... eh, Jessica SNSD. Aku sebel aja liat dia di MV ‘Super Girl’, demi apapun juga modelnya kenapa harus dia?! Kakak Li Yin juga cantik, kali. Cantikan Kakak Li Yin, malah! #emosi
‘Zhao Xi’, pacar Lu Han, itu ‘Sohee’ alias Yoon Sohee, model cewek di MV ‘Wolf’ dan ‘Growl’ EXO. Dia ‘kan deket-deket terus tuh sama Lu Han. Beruntung banget bisa membintangi MV dengan 12 cowok cakep...
Mind to review?
P. S. Ada yang suka bikin RPF C-pop atau tau tempat publish C-pop fic yang bagus? Tell me!!!

Series this work belongs to: