Chapter Text
Taehyung adalah seseorang yang melambangkan paradoks. Paradoks adalah sesuatu yang baik tetapi juga buruk, sesuatu yang buruk tetapi juga baik. Keberadaan Taehyung adalah untuk kehancuran mereka. Taehyung datang dan membuat memori bersama mereka, tetapi akan selalu meninggalkan mereka di akhir. Ia melakukan itu agar mereka mencapai kedewasaan mereka dengan rasa sakit akan kehilangan.
Setiap mereka rela untuk melupakan Taehyung, mereka akan semakin mencapai kedewasaan mereka. Taehyung akan terus kembali ke dalam kehidupan mereka sampai mereka mencapai titik kedewasaan. Mereka mencapai kedewasaan ditandai dengan dibunuhnya kucing putih milik Taehyung. Itu berarti mereka sudah dapat membedakan apa yang baik dan benar, sudah dapat mengorbankan hal untuk diri mereka sendiri dan membuat keputusan yang sulit. Apa yang baik dan buruk bagi seseorang berbeda-beda, karena kedewasaan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk menentukan apa yang baik dan buruk bagi dirinya sendiri.
Ketika mereka sudah mencapai kedewasaan, ‘paradoks’ Taehyung tidak akan kembali lagi karena ia sudah menyelesaikan tugasnya, tetapi Taehyung akan lahir kembali sebagai manusia biasa. Memori Taehyung juga di reset sehingga ia tidak akan ingat masa-masa ketika ia masih menjadi sebuah 'paradoks,.
Mereka berenam merasa familiar saat Taehyung hilang karena mereka pernah mengalami hal yang sama dulu ketika mereka masih lebih muda dan kekanakan.
Cerpen ini terinspirasi dari buku novel Demian karya Herman Hesse dimana novel ini menceritakan perjalanan tokoh utama, Sinclair, menuju kedewasaan yang dibantu oleh sahabatnya, Demian, dimana Demian melambangkan paradoks.
