Actions

Work Header

Unbelievable

Chapter 2: Chapter 2

Summary:

Bisa dibilang kelanjutan dari Unpredictable. Ada pencuri makanan lagi! Apa Kyuhyun masih belum kapok juga? —eh, memangnya sudah jelas Kyuhyun pelakunya? Bagaimana kalau ternyata ada penyusup di dorm? /Warning: makin ga jelas! Humor 1%/ RnR? —mysticahime

Notes:

(See the end of the chapter for notes.)

Chapter Text

Special thanks to:

Yenni gaemgyu, Eka Kuchiki, Soniajai4298, Kim EunSoo Ah, Park Jae Hyun, ifabummie, kaorinin, Nyx Quartz, Kim Ryesha, DesySeungho ShawolShinee, Arisa Adachi YunJaeShipper gak login, d'velle, Luphie KieKha, maknaeolapaulaola, Unykyuminmin, Sparky-Cloud, chacha95, y.h.h, yoonhaehyuk, Rhie chan Aoi sora, kiannielf, park hyunhee, LittleLiappe, Han Haneul

 

Ayo, cek jawaban kalian! XD

Apa tebakannya bener?

 

.

.

.

.

 

Disclaimer: Never owns Super Junior! corettapikalodikasihsiwonoppaatokyuhyunoppamaudongcoret

 

Warning: Gaje. Humor 1%. Bisa dibilang kelanjutan dari ‘Unpredictable’. Tolong kasih tau kalo penggunaan bahasa Korea-nya salah :) Anggep aja dorm Suju disatuin, dan kamarnya sesuai couple Suju *seenaknya*

 

Catatan: hewan peliharaan di dorm Suju hanya Ddangko Brothers! :P

 

.

.

.

.

mysticahime™

© 2011

.

.

.

.

 

UNBELIEVABLE

 

.

.

.

 

Selentingan adanya penyusup di dorm Super Junior membuat para members resah. Bagaimana tidak? Seandainya benar-benar ada penyusup di dorm mereka, maka segala aib mereka akan terbongkar begitu saja!

 

Heechul, yang paling peduli dengan image-nya, jelas yang paling kalang kabut.

 

“Tenanglah, Heenim hyung.” Siwon berusaha menenangkan hyung-nya yang paling cantik itu.

 

“Tenang bagaimana?” Heechul langsung sewot. “Image kita dipertaruhkan! Seandainya benar-benar ada penyusup di sini—aaarrrggghhh!”

 

Ngiiinnggg...

 

Suara vacuum cleaner Kyuhyun merespon kegalauan Kim Heechul. Yap, magnae itu tetap harus membersihkan karpet yang melapisi lantai ruang tengah—tempat tiga belas anggota Suju berkumpul.

 

Hyungdeul...” Kibum yang pendiam tiba-tiba berbicara, membuat semua menoleh ke arahnya (kecuali Kyuhyun yang sedang berusaha membersihkan karpet yang diinjak-injak dua belas pasang kaki). “Bukankah lebih baik kita menjebak si pelaku lagi?”

 

Hening.

 

Ngiiinnggg...

 

Suara mesin penyedot debu kembali mendominasi udara.

 

“Minggir!” Kyuhyun berusaha menyingkirkan kaki Kangin dan Hankyung. Nada suaranya sedikit ketus, terutama setelah mendengar kata-kata ‘menjebak pelaku’.

 

Tentu saja, magnae ini masih dendam dengan kejadian yang mengakibatkannya berakhir menjadi tukang bersih-bersih. Kalau saja waktu itu tidak ketahuan—

 

—eh, jadi yang waktu itu menciptakan strategi penjebakkan itu Kibum ya?

 

Kyuhyun melemparkan pandangan keki pada Snow White Suju ini.

 

“Mungkin kita perlu menyiapkan perangkap lagi,” uri leader berbicara. Tatapan beralih ke Leeteuk. “Tapi... dengan apa?”

 

Satu.

 

Dua.

 

Tiga.

 

Gubrak!

 

Dua belas pasang kaki teracung ke udara secara serentak, diiringi bunyi benturan keras ke lantai. Ada yang perlu ambulans?

 

“Ya, Jungsoo!” Heechul memaki dengan kesal—mengusap-usap kepalanya yang sedikit benjol gara-gara terbentur lantai. “Kukira kau sudah tahu caranya!”

 

Ngiiiinggg...

 

“Minggir!” Lagi-lagi, Kyuhyun berusaha menyingkirkan kaki hyungdeul-nya dari permukaan karpet. Omona, apa susahnya, sih, sedikit menolong magnae malang yang dipaksa menjadi cleaning service dorm? Tidak usah repot-repot ikutan bergelut dengan debu dan cucian baju harum bunga (bangkai) tujuh rupa, deh, cukup dengan tidak-menghalangi-sang-magnae-berkencan-dengan-vacuum-cleaner.

 

Plak!

 

Heechul segera memukul bagian belakang kepala Kyuhyun. “Hei, Magnae, sopan sedikit!”

 

“Bodo,” umpat Kyuhyun, hampir saja membuahkan jitakan tambahan.

 

Leeteuk hanya bisa menghela napas ketika melihat kedua namdongsaeng-nya bertengkar, lalu kembali berpikir bagaimana caranya untuk menemukan sang penyusup.

 

.

.

.

.

.

.

.

 

—setengah jam kemudian...

 

Uri leader jatuh tertidur, masih dengan pose berpikirnya.

 

Sweatdropped.

 

.

.

.

.

 

Setelah dipikir-pikir sampai pusing 103848992 keliling—saking memusingkannya—semua member boyband Super Junior menyerah. Bahkan Kibum yang menyandang predikat pemilik IQ tertinggi di antara anggota Super Junior lainnya pun tidak menemukan cara apa pun untuk menangkap pelaku-pencurian-makanan-yang-diduga-adalah-penyusup itu.

 

Dan makanan pun masih tetap hilang—walau hilangnya tak sebanyak saat awal-awal pencurian.

 

“Yang nyuri udah bosen kali,” komentar Donghae, menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat sushi yang semula ada lima kini tinggal dua. Biasanya, sushi itu akan hilang semuanya. Sekarang? Masih bersisa.

 

“Elo ya?” tembak Sungmin dengan aegyo face-nya—menuduh dengan ekspresi polos. Niat banget memojokkan orang lain.

 

Death glare yang dilemparkan Donghae malah membuat Sungmin tertawa terbahak-bahak. Bagaimana tidak? Wajah Donghae kan sama sekali tidak cocok untuk menampilkan ekspresi murka. Diibaratkan opera sabun, Donghae pasti akan selalu mendapatkan peran protagonis yang tertindas, dan bukannya peran antagonis yang—

 

Ehem.

 

“Mungkin pelakunya udah bisa bertahan tanpa makanan banyak. Udah kebiasaan kerja.” Saat mengucapkan kata ‘pelakunya’ dengan intonasi ditekan, Heechul melirik Kyuhyun yang sedang bolak-balik memunguti sampah.

 

Kyuhyun langsung melemparkan karton sereal ke arah Heechul. BT karena dituduh yang tidak-tidak. Ternyata Heechul masih menganggapnya pencuri makanan, padahal jelas kali ini ia tidak tahu apa-apa.

 

“Bisa saja sebenarnya yang paling banyak menuduh itu pelaku yang sebenarnya,” komentar Kibum tanpa mengalihkan pandangan dari naskah drama yang sedang dihapalkannya.

 

Kata-kata Kibum sepertinya ditujukan untuk Heechul—yang memang paling banyak menuduh Kyuhyun sebagai maling. Kyuhyun nyengir penuh kemenangan. Heechul menatap Kibum dengan sinis.

 

“Bicaralah sesuka hati, Snow White...” ia menghampiri Kibum yang baru saja membalikkan halaman skenarionya. “Bagaimanapun juga, aku ini hyung-mu!”

 

Kibum mengalihkan pandangannya dari kertas. “Aku hanya menganalisis.”

 

Keduanya bertatapan, tanpa kata-kata. Percikan listrik tampak di udara, menjalar dari mata Heechul ke mata Kibum, dari mata Kibum ke mata Heechul. Reversible, seperti arus bolak-balik pada pelajaran fisika.

 

Cinderella vs Snow White!

 

Siapakah yang akan menang?

 

Ehem.

 

Kangin keluar kamar dan mencomot salah satu dari dua sushi yang tersisa. “Apa ada makanan lain?”

 

Kedua namja yang bergelar nama princess dari Disney ini menoleh dan melemparkan death glare pada Rakun dari Super Junior ini. Saat sedang panas-panasnya pertarungan tatapan-listrik, sempat-sempatnya Kangin menginterupsi! Dengan pertanyaan kurang penting, lagi.

 

“Oops...” Pria bertubuh besar itu melangkah mundur dan kembali masuk ke dalam kamar—seperti video yang di-playback.

 

Hening.

 

Ngiiinnggg...

 

Kyuhyun kembali beraksi dengan vacuum cleaner-nya, masih dengan ekspresi kesal.

 

Sampai kapankah ia harus selingkuh dengan mesin berisik ini? Dalam hatinya, Kyuhyun sudah rindu setengah mati dengan PSP tercintanya.

 

Awas saja kalau si pencuri ketahuan, Kyuhyun tak akan segan menjadikannya keset kamar mandi! Karena gara-gara maling itulah, Kyuhyun harus menjadi cleaning service sampai Suju pensiun. Hukuman gara-gara kejahatan yang tak dilakukannya!

 

—bukankah itu yang dia lakukan pada Eunhyuk dulu?

 

Karma, Kyu. Karma.

 

.

.

.

.

 

“Aku punya ide!”

 

Seruan Shindong saat makan malam di ruang makan nyaris membuat semua orang tersedak doenjangjjigae buatan Wookie. Sebenarnya mereka tidak akan tersedak bila tidak makan dengan terburu-buru. Apa boleh buat. Pasalnya, setengah jam lagi mereka semua harus meluncur ke lokasi wawancara dengan KBS. Dan tentu saja, peristiwa mereka tersedak akibat seruan Shindong memperlambat aktivitas mereka.

 

Babo!” maki Heechul kesal setelah meneguk segelas air dan terbebas dari adegan lucu-tidak-lucu tersedak tahu dan ikan sekaligus.

 

Leeteuk, sang angel, berusaha tersenyum. “Ide apa, Shindong-ah?”

 

“Ide cemerlang!” kata Shindong antusias; tangannya menyendok nasi lagi. Ini piring ketiga.

 

Ne, ide cemerlang apa?” tanya Leeteuk lagi.

 

“Ide cemerlang untuk masalah kita!”

 

“Masalah kita apa?”

 

“Masalah pencuri makanan itu!”

 

Ctak!

 

Urat-urat di kening uri leader bersilangan, menandakan bahwa sang empunya urat kesal. “Tidak usah bertele-tele!”

 

O’ow...

 

Sejak kapan Teukie hyung yang sabar dan selalu tersenyum manis menjadi pemarah?

 

“Ada apa, Shindong hyung?” Siwon, yang tidak ingin ada kejadian aneh-aneh lagi—misalnya Shindong direkrut menjadi cleaning service juga, buru-buru menetralkan suasana.

 

“Ide untuk menangkap pencuri makanan,” —satu suapan, dilanjutkan dengan kunyahan— “kita tangkap bersama saja!”

 

Satu.

 

Dua.

 

Tiga.

 

Krik. Krik. Krik.

 

“Bagus, bukan?” tanya Shindong, nyengir puas.

 

Sweatdropped.

 

“Kita perlu cara menjebak,” gerutu Leeteuk. “Kalau masalah menangkap bersama, kita sudah pernah melakukannya.”

 

Kyuhyun misuh-misuh sendiri, trauma akan kejadian itu.

 

Hening lagi.

 

Ternyata, cara menjebak si pelaku masih belum ditemukan.

 

.

.

.

.

 

“Aku tidak tahu sampai kapan makanan kita akan hilang—atau kapan kita akan menangkap sang pelaku...”

 

Ucapan sang leader diikuti anggukan adik-adiknya. Apa lagi coba, yang bisa mereka lakukan untuk merespon? Kalau tertawa, siap-siap saja mereka terbang dari dorm dan menggelandang bebas di jalanan.

 

Sudah bergeser dari boyband papan atas menjadi beoband, dan sekarang... jadi gelandanganband?

 

Eww...

 

“Sementara,” kata Leeteuk, “kita akan mencoba mendapatkan sidik jari si pencuri.”

 

“Hah?”

 

“Hah?”

 

“Hah?”

 

“Ha—”

 

Orang terakhir—Yesung—menutup mulutnya ketika sang angel melemparkan tatapan maut.

 

“Jadi, kita akan menggunakan ini—” Leeteuk mengeluarkan sesuatu dari balik punggungnya.

 

Cliiiiinggg...

 

Sesuatu bersinar-sinar dengan dramatis. Rangkaian bilah-bilah plastik yang disusun dengan sempurna membentuk lengkungan dengan gantungan di atasnya. Warnanya beragam, bisa sesuai pesanan. Masterpiece pabrik-pabrik pengrajin plastik di seluruh dunia...

 

Tudung saji!

 

Hening.

 

“Jungsoo...” Heechul sampai speechless.

 

Kalau cuma tudung saji, kemunculannya tidak usah diberi efek cahaya, dong!

 

Hop!

 

Leeteuk meletakkan tudung saji itu sehingga piring-piring berisi makanan di atas meja tidak terlihat.

 

“Sekarang, siapa saja yang mengangkat tudung saji ini akan tertempel sidik jarinya!” tawa uri leader.

 

Sweatdropped.

 

.

.

.

.

.

.

 

Dan, entah karena memang takut ketahuan atau bagaimana, selama beberapa hari tidak ada kehilangan makanan apa pun.

 

.

.

.

.

 

Apakah kasus selesai?

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

BELUM!

 

.

.

.

.

 

“Eh?”

 

Perkataan Leeteuk membuat Kyuhyun yang baru saja meletakkan ember dan lap berhenti bergerak. Lima menit yang lalu, sang magnae baru saja mulai pasrah dengan pekerjaannya mengelap kaca—dan timbullah mukjizat. Begitu ia akan mengembalikan ember dan lapnya ke kamar mandi, sang leader mengatakan bahwa besok sore, sub-grup Super Junior M akan terbang ke Beijing untuk konser.

 

Konser? Di Beijing?

 

Omona~!

 

Kyuhyun langsung berjingkrak-jingkrak ria di kamar mandi—agar tak ketahuan Leeteuk, tentu saja.

 

Konser di Beijing.

 

Yang berarti, berada di luar dorm.

 

Yang berarti, tidak usah menjadi cleaning service.

 

Yiihaaa...!

 

Cepat-cepat sang magnae menghambur keluar dan memasang pose imut-amit-manja-uke-alert di depan Leeteuk. Kedua matanya berbinar-binar. Tunggu. Apa ini berarti kelanjutan dari fanfic ‘Waeyo, Kyu?’?

 

Hankyung yang sedang membuka tudung saji untuk mencomot hanghwa sampai terpesona pada Kyuhyun.

 

Ehem.

 

Jinjja?” Magnae ini tampak masih tidak percaya dengan kata-kata Leeteuk.

 

Leeteuk mengernyitkan kening, sama sekali tidak terpengaruh dengan jurus imut-amit-manja-uke-alert yang dikeluarkan Kyuhyun. Memancarkan aegyo pada uke? Sori yaaaa... kagak mempan!

 

“Memangnya kapan aku berbohong, Kyu?” tanya Leeteuk, tersenyum bagaikan malaikat. Kalau saja Kyuhyun lupa daratan, ia akan menduakan lagi PSP-nya—oh, bahkan men-tiga-kan vacuum cleaner-nya.

 

“Sering—” ups! Cho Kyuhyun, kau sangat bodoh! “—ma-maksudku... tidak pernah...”

 

Hampir saja kemurkaan Park Jungsoo menghancurkan Seoul.

 

Ehem.

 

“Jadi...” Uri leader kembali tersenyum, “... mulai besok pagi, kau mendapatkan cuti resmi sebagai cleaning service untuk mempersiapkan keberangkatanmu ke Beijing.”

 

Tahan. Tahan. Tahan.

 

Entah mengapa, rasanya Kyu ingin mengorbankan Leeteuk ke roda gerobak sampah. Atau ke mulut singa di kebun binatang terdekat. Apa pun.

 

Ah, tapi kalau mendengar selama beberapa hari ke depan ia tidak perlu bersih-bersih di dorm, segala niat jahat mencelakai hyung tercintanya ini langsung lenyap tak berbekas.

 

Gamsahamnida!” Kyuhyun langsung memeluk Leeteuk dengan erat, menuai tatapan membara dari Kangin dan Sungmin. Masa bodoh. Hukumannya berkuraaanggg~!

 

Akhirnya semesta berpihak pada magnae yang selama ini tertindas—

 

—tidak semudah itu, ternyata.

 

Senyuman lembut belum musnah dari wajah Leeteuk. Namja itu melepaskan Kyuhyun yang baru memulai yaoi hints leader dan magnae, memegang pundak Kyuhyun dan menatap matanya dalam-dalam.

 

“Nah, Kyu,” ia memulai, “Karena sebentar lagi kau akan mendapatkan cuti, maka hari ini kau harus membereskan kamar semua member. Arraseo?”

 

DER!!! Kebahagiaan Kyuhyun hancur berkeping-keping.

 

Membereskan kamar?

 

Oke, bukan pekerjaan yang sulit. Asal bisa membuat lantai serapi dinding, segalanya bukan masalah. Yang penting, orang-orang bisa berjalan tanpa tersandung-sandung atau terpeleset atau—

 

SEMUA KAMAR?

 

Kyuhyun, Kyuhyun. Bagaimanapun juga, kali ini kau magnae tertindas.

 

.

.

.

.

.

 

Ngiiiiinnggg...

 

Hmmm, lagi-lagi bunyi itu. Lama-lama suara vacuum cleaner akan menjadi intro bagi album terbaru Super Junior.

 

Kamar yang sedang dibersihkan Kyuhyun saat ini sudah cukup rapi. Entah ada angin apa, sang magnae bersedia mengatur benda-benda yang tercecer di lantai kembali ke tempat asalnya.

 

Ada kemasan makanan kura-kura. Buku memasak.

 

Bisa menebak kamar ini kamar siapa?

 

Beruntung sekali, ketika tenaga Kyuhyun mulai terkuras habis setelah merapikan kamarnya dan beberapa kamar lainnya, namja berambut keriting ini mendapat jatah membereskan kamar Ryeowook dan Yesung yang sebenarnya tergolong rapi. Hanya perlu menata ulang beberapa benda dan menyedot debu dari lantai.

 

Selesai.

 

Tinggal satu kamar lagi, lalala~

 

Kyuhyun merapikan soulmate-nya dan menggeret mesin itu ke luar kamar. Saat berjalan menuju kamar terakhir, ia bisa mendengar dua belas hyungdeul-nya sedang tertawa-tawa di ruang tengah. Enak sekali, eh, bisa bersantai selama adik bungsu mereka bekerja keras? Cih.

 

Dan dendam Kyuhyun pada sang penyusup semakin berkobar. Siapa, sih, yang memfitnahnya saat ini?

 

Ah, pasti Eunhyuk. Si dancing machine itu balas dendam karena perlakuan Kyuhyun beberapa waktu yang lalu.

 

Atau Heechul?

 

Kelihatannya si Cinderella itu juga punya dendam kesumat—entah apa.

 

Kyuhyun mencoba mengingat-ingat apa saja yang pernah ia lakukan pada Heechul—argh, sulit. Terlalu banyak yang ia lakukan untuk mengisengi hyung-nya yang satu itu.

 

Nah, sampailah Kyuhyun di depan sebuah pintu. Sebuah gantungan bertuliskan ‘Unyuk lucu dan Fishy ganteng HERE!’ terpampang di permukaan kayu pintu tersebut. Idih, narsis banget sih? Jelas-jelas yang paling ganteng itu—

 

Ehem.

 

Cklek—

 

Aura tak enak menyembur ke arah Kyuhyun setelah pria itu membuka pintu kamar. Ugh. Demi Starcraft level 100, aura macam apa ini?

 

Pemandangan di dalam kamar justru lebih buruk lagi.

 

Gunungan pakaian bekas.

 

Gunungan kaleng soda.

 

Gunungan kaset video yadong.

 

What the hell?!

 

Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Pantas saja insting iblisnya mendeteksi aura gelap di sini.

 

INI KAMAR ATAU TEMPAT SAMPAH, SIH??

 

Kalau ada ELF menyusup ke dalam dorm dan bersembunyi di kamar EunHae, sudah dipastikan ELF tersebut akan mengalami kejang-kejang dan koma dalam lima menit.

 

Kalau saja Kyuhyun tidak diiming-imingi oleh konser Suju M di Beijing, sudah dipastikan ia ogah setengah mampus masuk ke kamar ini.

 

—tunggu dulu, bukannya minggu kemarin ia baru membersihkan kamar ini?

 

Ctek!

 

Urat bersilangan di kening Kyuhyun sementara otaknya berusaha menyisipkan nama Donghae dan Eunhyuk di Daftar Balas Dendam-nya. Mentang-mentang dia kerja gratis!

 

Aish, sabar magnae... Karma, karmaaaa...

 

Butuh segala serat tubuhnya mati rasa untuk mulai melangkah masuk dan menyodok-nyodokkan moncong vacuum cleaner-nya ke ‘gunung kenistaan’ itu. Menyentuh pakaian Eunhyuk? Ogah. Mana tadi Kyuhyun menemukan berpasang-pasang kaus kaki bekas pakai dengan inisial ‘E’ di balik karetnya—

 

Yak, tahan napas.

 

Ngiiinnggg...

 

Mesin penyedot debu kembali beraksi. Karena terlalu malas untuk menyingkirkan tumpukan benda-benda itu, Kyuhyun memilih untuk langsung membersihkan lantainya saja. Sambil berharap-harap bahwa bau-bau tak sedap akan tersedot ke dalam vacuum cleaner itu, ia sedikit mengarahkan vacuum cleaner ke tumpukan baju. Rencananya, kalau aroma baju itu bisa tersedot, ia akan menyemburkannya ke Eunhyuk langsung.

 

Sekali dayung, keliling dunia.

 

Kyuhyun bukannya bodoh. Berdasarkan pengalamannya ketahuan dulu gara-gara Eunhyuk menemukan wig-nya ketika beres-beres, Kyuhyun juga meneliti setiap kamar yang ia bersihkan, kalau-kalau ada sesuatu yang mencurigakan dan menunjukkan siapa pelakunya...

 

Dan hasilnya nihil.

 

Setidaknya, sampai detik ini, ia tidak menemukan apa pun—

 

Ngiiiinggg...

 

Oh. Mai. Gawd.

 

Sekarang Kyuhyun benar-benar berharap ada vacuum cleaner dengan melodi BONAMANA.

 

Aish...

 

Ia mulai menyibakkan tumpukan baju, berusaha menjangkau dasarnya dengan mesin penyedot debu—

 

—dan sebuah bayangan hitam kecil meloncat keluar dari tumpukan baju itu.

 

Kyuhyun melongo.

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

“TIKUUUUUUUUUUUSSSSSS!!!!”

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

—jeritan itu tentu saja membuat dua belas pria yang sedang bersantai-santai di ruang tengah menjadi gaduh. Teriakan Kyuhyun bagaikan tombol switch on, membuat mereka semua bergerak acak ke TKP.

 

TKP?

 

Anggap saja begitu.

 

BRAK!

 

Pintu kamar EunHae terjeblak lebar dan tampaklah Kyuhyun sedang mengejar seekor makhluk yang—hmm—cukup besar untuk dikatakan sebagai tikus. Makhluk itu berlari dengan lincah, sementara Kyuhyun yang mengejarnya tampak susah payah karena tersandung-sandung kabel vacuum cleaner.

 

Dua belas orang lainnya masih bengong.

 

Tikus itu meloncat ke meja makan, tempat piring-piring tak terjaga akibat Hankyung tadi membuka tudung saji.

 

Grauk!

 

Sepotong ikan goreng berhasil disambar oleh makhluk hitam itu.

 

Krik.

 

Pikiran ketiga belas namja itu terhubung.

 

Satu.

 

Dua.

 

Tiga.

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

“TERNYATA PENCURINYA ITU TIKUS!!!”

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

“KEJAAAAAAAARRRRR!”

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

Jadi, begitulah.

 

Semalaman, tiga belas member Super Junior berkejaran menangkap sang pelaku pencurian sekaligus penyusup di dorm mereka.

 

Kasus selesai...?

 

.

.

.

.

 

 

Omake 1

 

Setelah bercucuran keringat mengejar tikus, akhirnya makhluk malang itu berhasil terjebak pada sebuah papan yang dilumuri lem super lengket. Menggeliat-geliat tak berdaya. Wajah mungilnya memelas, tampak oh-so-uke.

 

Sayang sekali tak ada yang terpengaruh.

 

“Ayo.”

 

Wajah Kangin dan yang lainnya sudah dipenuhi nafsu membuncah. Tiga belas pasang mata menatap tubuh tikus itu dengan emosi bergelora.

 

Sebuah tongkat kayu diangkat tinggi-tinggi.

 

Tiga...

 

Dua...

 

Satu...

 

BRAAAAKKK!

 

“Ciiiittt...!”

 

.

.

.

.

.

 

Omake 2

 

Malam itu, muncullah beragam update-an Twitter Super Junior...

 

himsenkangin Aku berhasil membunuh sang penyusup 8D

 

Heedictator Entah mengapa aku menyesal tidak menyimpan Heebum di dorm ==a

 

shfly3424 Ddangko Brothers bebas dari tuduhan :)

 

ryeong9 Kamarku paling rapi! :D

 

siwon407 Thanks God, dorm kembali nyaman ^^

 

ShinsFriends RT siwon407 Thanks God, dorm kembali nyaman ^^

 

Ikmubmik RT ShinsFriends RT siwon407 Thanks God, dorm kembali nyaman ^^

 

AllRiseSilver siaaaaaallll!! DX INI. BUKAN. SALAH. GUE.

 

donghae861015 Why meeee? DX Teukie hyung, kau tega padakuuuuuu~

 

special1004 Berisik ==

 

GaemGyu HUAHAHAHAHAHAHA!! *cuma bisa ketawa*

 

.

.

.

.

.

.

 

Omake 3

 

Welcome to my world!

 

Eunhyuk dan Donghae mengerucutkan bibir. Wajah mereka sangat masam dan dipenuhi aneka goresan rasa tidak suka.

 

Ini mimpi buruk. Ini mimpi buruk. Ini mimpi buruk!

 

Di depan mereka, Kyuhyun menari-nari kegirangan.

 

Yeeeeessss...! GUE BEBAS!” Tawa evil-nya menggelegar, seolah-olah ia baru saja lepas dari penjara.

 

Sang magnae mengitari kedua hyung-nya, menertawai mereka dengan rasa sukacita yang berlebihan.

 

Bagaimana tidak?

 

Karena ‘penyusup’ itu bersemayam di kamar EunHae, maka duo dancer itulah yang harus menanggung akibatnya: menjadi cleaning service di dorm.

 

Bagaimana dengan Kyuhyun?

 

“Bebas, dong!” Evil magnae itu mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya. Peace!

 

.

.

.

.

.

.

.

.

 

Pesan moral: jangan jadi orang jorok, berbahaya bagi ketentraman orang lain dan diri sendiri.

 

.

.

.

.

.

.

 

-FIN-

Notes:

Author’s Bacot Area

HUAHAHAHAHAH XD
Gimana? Udah ketemu jawabannya?
Karena readers semua SALAH, maka Magnae Suju buat akuuuu XD *peluk Kyuppa*
Kkkk~

Betewe, aku kepikiran buat bikin series di sini. Kira-kira ada yang mau baca ga ya? .___.

Mind to review again? :D

Me ke aloha,
mysticahime™
Bandung, 29 Juni 2011, 06.32 p.m

Notes:

Author’s Bacot Area

Annyeong~ :D
Tadinya aku mau bikin fic ini jadi oneshot, tapi takut kepanjangan, jadi ku-cut jadi dua bagian aja :p
Ada yang bisa nebak siapa pelakunya? Apa bener ada penyusup? Kalo ada penyusup... siapa penyusupnya? (jangan bilang self-insert saya masuk ke dorm Suju =w=)
Sebenernya ga ngerencanain bikin kelanjutan Unpredictable, toh ga ada yang minta sekuel juga~ Tapi pas nyari ide buat kelanjutan Waeyo, Kyu?, mendadak ide ini kepikiran XD *digatak*
Oke deh... ayo tebak! Hahaha. Yang berhasil nebak dikirimin Magnae Suju :3

Ne, review?

Me ke aloha,
mysticahime™
Bandung, 29 Juni 2011, 18.35 p.m