Chapter Text
Taehyung tersesat saat menjalankan tugas dari Seokjin, Malaikat tertinggi. Dan saat itulah ia bertemu dengan Jimin. Manusia yang sangat baik hati.
"Tinggallah disini sampai kau berhasil menemukan lokasi yang kau cari." tawar Jimin sesaat mereka sampai di kediaman sederhana miliknya.
Taehyung menyukai mata indah Jimin yang penuh dengan ketulusan itu. "Apa kau tidak merasa aneh melihatku?" tanya Taehyung.
Jimin menggeleng. "Keluargaku selalu percaya malaikat itu ada dan sering turun ke bumi untuk menjaga para manusia dari kejamnya iblis." jawabnya dengan senyuman manis dan lembut.
Taehyung mengangguk. "Terima kasih."
"Sama-sama, anggap saja rumah sendiri."
Sejak saat itu, Jimin dan Taehyung tinggal bersama. Tetapi, tidak ada yang tahu keberadaan Taehyung selain Jimin. Tanpa Taehyung sadari, ia mulai merasakan hal tidak boleh dilakukan oleh malaikat. Mencintai manusia, mencintai Jimin.
Jimin memiliki kekasih yang sangat tampan, bernama Jungkook. Mereka tampak serasi. Melihat mereka bercanda gurau, dada Taehyung merasa sesak, ia tidak tahu perasaan apa itu.
Suatu ketika Jimin akan pergi ke rumah Jungkook. "Tae, kau tidak pergi kan hari ini? Mau aku bawakan sesuatu?" tanya Jimin sambil memakai syal.
Tidak ada tanggapan dari Taehyung membuat Jimin menoleh ke belakang dan seketika merasakan bibirnya dikecup oleh sang malaikat. Ia terkejut dan secara spontan mendorong Taehyung.
"Maafkan aku." ucap Taehyung lirih sebelum menghilang dengan pancaran sinar yang luar biasa.
Jungkook menemukan Jimin tidak sadarkan diri di ruang tengah dan di sampingnya ada setangkai bulu berwarna putih.
.......................
Jungkook dan Jimin melangsungkan pernikahan sederhana tetapi sangatlah hikmat. Dirayakan dengan teman-teman dan keluarga tercinta. Hari yang sangat membahagiakan bagi keduanya.
Jimin pergi ke taman belakang, menikmati indahnya langit malam di hari yang membahagiakan untuknya dan Jungkook itu. Matanya menangkap sosok lelaki yang menatapnya dengan sendu.
Jantung Jimin berdetak dengan kencang, memunculkan perasaan yang seharusnya ia tidak boleh ia rasakan. Lelaki tersebut mendekati Jimin. "Hei, bolehkah aku berkenalan denganmu?"
Jimin terdiam sesaat. "Jimin... Jeo... Park Jimin..." kenapa ia tidak memakai marga suaminya... ada apa dengannya...
Lelaki tersebut tersenyum lembut. "Aku Kim Taehyung. Salam kenal."
Semenjak pertemuan saat itu, Jimin mengingkari janji sucinya dengan Jungkook. Memiliki hubungan gelap dengan Taehyung. Bahkan ia sangat mahir menutupi hubungan terlarang ini.
....
Jimin menunggu Taehyung datang ke tempat biasa mereka bertemu. Jimin sudah membuat cincin dari bunga yang ada di taman dekat rumahnya. Ia ingin menjadikan Taehyung miliknya seutuhnya.
Ia melihat seseorang datang mendekatinya. Pria bertubuh tinggi, pundak lebar dan berparas tampan menatapnya penuh dengan kebencian.
"Apa aku mengenalmu?" tanya Jimin.
Pria itu menodongkan pistol ke arahnya. "Gara-gara kau... Taehyungieku diusir dari surga." ujarnya geram.
Jimin tidak mengerti dengan ucapan pria tersebut. "Apa yang kau"
Timah panas menembus dadanya.
"JIMINIE!!!!!"
Teriakan Taehyunglah yang terakhir ia dengar.
....
Taehyung berlari menuju tempat ia dan Jimin biasa bertemu, ia terkejut melihat Seokjin disana. 'Tidak... Jangan... Ku mohon jangan...' batin Taehyung.
Suara tembakan terdengar. Taehyung melihat Jimin terjatuh dengan berlumuran darah. "JIMINIE!!!!!" Taehyung memeluk tubuh Jimin yang semakin melemah.
Ia melihat Seokjin. "Kenapa?! Kenapa hyung melakukan ini?!"
"Apa kau tidak sadar apa yang telah ia perbuat terhadapmu? Kau kehilangan sayapmu karena manusia ini!"
"Aku! Aku yang melakukan semua itu! Aku yang menginginkannya!"
Taehyung mengusap wajah Jimin. "Jiminie... sejak pertama kali kita bertemu, aku berjanji untuk hidup untukmu."
Seokjin berusaha menghalangi niat Taehyung, tetapi ia tidak bisa menyentuh Taehyung yang statusnya sebagai malaikat yang dibuang dari surga. "Jangan, Tae! Berhenti!"
"Semua ini adalah dosa yang harus aku tanggung, maka aku akan mati untukmu." Taehyung mencium kening Jimin.
Jimin tersadar dan melihat sosok Taehyung yang perlahan menghilang. "Tae... tidak... jangan...." Tangannya mencoba meraih Taehyung. Tetapi, percuma...
Taehyung tersenyum untuk terakhir kalinya. "Aku mencintaimu, Jiminie."
Taehyung menghilang meninggalkan satu untai bulu berwarna hitam pekat. Jimin memeluk bulu tersebut dan menangis dengan penuh penyesalan.
Semua ingatan saat pertama kali ia bertemu dengan Taehyung kembali. Alasan dulu ia menolak perasaan Taehyung, karena ia tahu Taehyung akan bernasib seperti ini.
"Maafkan aku... Maafkan aku, Taehyung..."
Tamat
