Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2017-03-18
Words:
341
Chapters:
1/1
Comments:
1
Kudos:
3
Hits:
146

Perpustakaan

Summary:

Niat awal Miyuki hanya membolos latihan, tapi berakhir bertemu dengan ilustrator favoritnya.

... Walaupun ia terlambat menyadarinya.

Notes:

ダイヤのA | Daiya no A | Ace of Diamond belongs to Terajima Yuuji.
Yuki belongs to Yukiyosaki.

Request dari Kak Yuki. Huhu, maafkeun kalo ini buruk banget;; /sungkem

Work Text:

Yang ia lakukan saat ini hanya membaca sambil setengah terlelap, karena suasana perpustakaan yang sepi seperti ini cukup―sangat mendukung malah untuk membuatnya terlelap.

Namun derit dari kursi yang digeser dan debuman di meja membuat dirinya terganggu. Lantas saja dirinya melirik tajam ke sumber suara.

“Ah, maaf. Apa aku mengganggumu?” sang pembuat onar bersuara. Dirinya hanya mengangguk sebagai respons, tak ingin membuat ribut di perpustakaan ini, untung saja ia duduk di tempat yang sedikit tertutup, jadi tak perlu menatap penjaga perpustakaan yang terkenal cukup garang itu.

Iris ungunya kembali di fokuskan pada buku yang tadi ia sempat baca. Namun atensinya kembali teralih pada pemuda berkacamata di sebelahnya yang terus-menerus memandanginya.

“... Apa maumu?”

Lelaki itu tersentak pelan. “Ah, aku hanya berpikir familiar dengan wajahmu.”

Dirinya mengangkat alis, bingung. “... Huh, apa maksudmu?”

“Sepertinya aku pernah bertemu denganmu beberapa kali sebelum ini?” nada tidak yakin terlontar dari sang pemuda berkacamata.

“....”

Hening, butuh beberapa saat sampai dirinya kembali bersuara. “Aku satu tingkat dibawahmu. Tentu saja kita pernah bertemu.”

“Namamu?” entah kenapa lelaki disampingnya ini terasa seperti mengalihkan pembicaraan.

“... Yuki. Panggil aku Yuki.”

Kali ini si pemuda berkacamata yang yang mengangkat alisnya. “Hanya Yuki? Ngomong-ngomong namaku Miyuki Kazuya, salam kenal.”

Hanya anggukan sebagai balasan. Dirinya lagi-lagi tak ingin terlalu banyak bicara.

Tak sampai setengah menit setelah anggukan dari dirinya, jam antik yang berada di dekat mereka berbunyi nyaring, tepat menunjukan pukul dua siang.

Yuki merapikan buku-buku yang sempat dibacanya, dan dalam diam segera pergi dari sana.

Sementara, pemuda berkacamata―Miyuki Kazuya, sibuk menerka-nerka kenapa dirinya merasa sangat familiar dengan Yuki.

Butuh hampir sepuluh menit dengan uring-uringan barulah ia dapat mengenali sosok Yuki.

“Yuki!? Ilustrator di pixiv itu?”

Lalu setelah itu hening kembali. Miyuki menyesal terlambat menyadari Yuki.

Di helanya napas kasar. Ya terserahlah, mungkin ia memang sedang bernasib sial. Dan jujur Yuki adalah salah satu artist favoritnya, makanya sikapnya sungguh berlebihan kali ini.

Tak apalah. Mungkin lain kali ia bisa bertemu lagi dengan Yuki. Siapa yang tau?

Niat awal seorang Miyuki Kazuya melarikan diri dari latihan baseball malah berakhir dengan bertemu ilustrator favoritnya. Takdir memang aneh.