Work Text:
“Terima kasih, Fang.”
“Untuk apa? Aku tidak- Aku gagal menyelematkan abang-”
“Jangan begitu.” Suara Kaizo semakin lemah dan Fang membungkuk sedikit sehingga kening mereka berdua bertemu supaya dia bisa mendengar Kaizo berbicara. “Terima kasih- untuk berada bersamaku- di sampingku- Aku sungguh - menghargainya, Fang.”
Dia merasakan wajahnya dicucuri tetesan air mata dari atas dan tangan Fang yang memeluk tubuhnya, mengeratkan pelukannya.
“Abang, kumohon, jangan pergi,” Fang menjerit. “Kumohon.”
“Maafkan aku, dik.”
Tapi ia tidak sepenuhnya merasa bersalah karena sejujurnya, ia makhluk yang tak segan bersikap egois dan bahagia menghembuskan nafas terakhirnya seperti ini. Diselimuti kasih sayang adiknya.
Diselimuti kasih sayang Fang.
