Work Text:
di antara langit malam,
di antara bulan dan bintang,
kedua matamu terpaku pada yang bersinar—bintang.
kau selalu menatapnya;
berpikir; apakah aku bisa menggapainya;
dan tiba-tiba pikiran itu ada;
oh, itu semua hanya mimpi belaka.
Kau tidak bisa menggapainya di kenyataan, memang.
.
Tapi, setidaknya, kau bisa menggapainya di mimpimu, bukan?
.
oh, aku lupa.
kau kan memang si pecinta bintang;
kau pasti menjulurkan tanganmu di langit malam.
