Work Text:
"Kau ingat masa-masa kita menikah dulu?"
Seorang pria Norwegia menatap ke arah pembicara dengan pandangan merendah, melempar pandangan jijik dengan gurat ketidak mengertian yang tercekat jelas, 'apa?'— mata ungu bertabrakan dengan mata biru yang kemudian memandanganya penuh binar, Lukas segera mendamprat mulutnya yang mulai mengeluarkan gestur ingin mencaplok bibirnya. Satu tamparan keras sekali lagi di sebelah sisi pipi satunya, Lukas masih tetap menatap datar Mathias yang mengaduh soal mukanya yang membengkak.
"Kenapa kau—"
"Kau yang kenapa. Jaga omonganmu. Kita tidak pernah menikah."
Satu deret jawaban padat, jelas, tegas, dan Mathias ingin menangis rasanya. Kerja sama mereka merebut Skandavia dulu terdengar jadi tidak berguna.
