Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2017-10-04
Words:
277
Chapters:
1/1
Kudos:
13
Bookmarks:
1
Hits:
184

The Other Time

Summary:

Di waktu lain. Hanya itu yang bisa Hasebe janjikan.

Work Text:

Gadis itu mengenakan kimono putih yang cantik. Bersih; kesan umum yang bisa kita dapatkan begitu melihat warnanya.

Tapi, hey, biar kuberitahu satu hal. Orang bilang, pakaian mencerminkan siapa dirimu, maka begitu juga dengan gadis itu. Selubung putih menjadi tanda akan misinya yang sakral.

Gadis itu mengemban tugas mulia, berdiri dengan bangga di bawah gelar 'Orang Suci'. Berlatih hari demi hari, berdoa, dan mengumpulkan segenap kuasanya untuk menyiapkan fisik dan akal pikiran bagi mereka yang hanyalah sebuah bilah tajam di kehidupan sebelumnya.

Ia bukan Tuhan, sama sekali bukan. Tuhan bisa menciptakan sebuah kebahagiaan dan kemalangan, atau menghentikan keduanya jika Dia mau. Sedangkan gadis itu, tak ada yang bisa ia lakukan saat sesuatu yang salah terjadi. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk mencegah hal buruk terjadi, bahkan saat ia sangat ingin mencegahnya.

Orang Suci━gadis itu━sadar betapa bodohnya ia, betapa sombongnya ia berlindung dalam gelarnya, dan betapa naifnya ia yang berusaha terlihat sempurna.

Satu kesalahan.

Hanya satu kesalahan kecil yang dilewatkannya, membuatnya membuka portal distorsi ruang-waktu yang salah, di tempat yang salah, di waktu yang salah. Satu kesalahan kecil yang mengantarkannya pada tiga kesalahan besar.

Gadis itu berteriak, memanggil, menangis, memanggil lagi tanpa henti. Tangannya menggapai-gapai sosok yang paling ia sayangi. Gadis itu terus menjulurkan tangannya ke portal, menangis menyerukan nama sang pemuda yang tak pernah bisa ia raih pada akhirnya.

Heshikiri Hasebe tak dapat ditarik kembali.

.

.

.

"Aruji, jika reinkarnasi itu benar terjadi, aku janji saat aku dilahirkan kembali nanti, aku pasti akan menemuimu lagi."

.

.

.

Gadis itu menunggu. Menunggu lagi, menunggu lagi, sampai Sang Waktu tak menunjukkan sisa belas kasihnya dan menutup mata gadis itu selamanya dari dunia.

Dan pemuda itu, Heshikiri Hasebe, tak pernah menepati janjinya.