Work Text:
“Eh?”
“Iya, sudah saatnya membeli labu bukan? Kita mengukirnya dan menaruhnya di depan pintu. Lalu bisa membuat sup labu kesukaan Yuu dan Shouyou.”
“Tapi kaubilang kau tak ingin anak-anak mempercayai hal-hal seperti itu, Daichi. Kenapa tiba-tiba?” tanya Koushi dengan alis yang bertaut.
Daichi tersenyum. “Yah, kupikir tak ada salahnya kan bersenang-senang untuk Halloween? Anak-anak pasti suka.”
Koushi terdiam. Daichi mendekat dan memeluknya, mengecupi tengkuk Koushi penuh sayang. Koushi menyamankan dirinya dalam pelukan Daichi.
“Baiklah. Mungkin kita perlu bertemu Ukai Jii-san. Jii-san pasti sedang panen labu, sekalian membawa anak-anak mengunjungi beliau. Shouyou dan Yuu pasti sangat senang.”
“Terima kasih, Koushi.”
Sinar rembulan jatuh pada cermin dari sela tirai jendela, refleksinya mengarah ke dinding kamar. Daichi dan Koushi jatuh terlelap. Sementara….
Pada suatu dimensi, jiwa yang terbelenggu menjerit pilu.
“Menjauh darinya, jahanam!"
"Koushi! Koushi!! Koushi, dia bukan aku! Ini aku! Daichi yang asli adalah aku!"
Daichi menggedor selapis dimensi yang membelenggunya dengan sekuat tenaga.
"Hei, bedebah! Menjauh dari pasanganku!!!”
Tapi ... suaranya tak sampai.
.
.
.
End
