Chapter Text
Apa kalian pernah mendengar cerita tentang gadis berkerudung merah?
Alkisah, ada seorang gadis kecil yang tinggal di dekat hutan. Gadis itu selalu mengenakan kerudung merah tiap kali berpergian, sehingga orang-orang di desa memanggilnya gadis berkerudung merah.
Suatu hari, gadis berkerudung merah dimintai tolong untuk menjenguk neneknya yang sedang sakit. Ibunya pun berpesan padanya, “Ingat, jalan terus sampai rumah nenek dan jangan sampai lengah di tengah jalan,” Katanya. “Pokoknya jangan masuk ke dalam hutan dan jangan berbicara dengan orang asing!”
Di tengah perjalanan, gadis itu melihat taman bunga yang indah. Ia pun seketika lupa terhadap pesan ibunya. Saat sedang asyik memetik bunga, tiba-tiba saja seekor serigala muncul di sampingnya.
“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya sang serigala.
“Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah nenekku!” Jawab gadis berkerudung merah. Tak lama kemudian, gadis itu tersadar jika ia bisa terlambat sampai ke rumah neneknya. Ia pun buru-buru berpamitan kepada serigala dan melanjutkan perjalanannya kembali.
Sementara itu, sang serigala mengambil jalan pintas agar bisa sampai lebih dulu ke rumah nenek. Setibanya di rumah nenek, serigala itu berpura-pura menjadi gadis berkerudung merah sebelum akhirnya melahap sang nenek yang malang.
Tak lama kemudian, gadis bekerudung merah pun tiba. Lantas ia pun mengetuk pintu.
Tok. Tok. Tok.
“Siapa itu?” tanya serigala sambil menirukan suara sang nenek.
“Ini aku, cucumu!” jawab gadis berkerudung merah.
“Oh, sayangku! Kemarilah, nenek sudah mengunggumu dari tadi!”
Lalu gadis berkerudung merah pun masuk ke dalam rumah.
“Nek, kenapa suaramu terdengar asing?” tanya gadis berkerudung merah.
“Oh, ini karena aku sedang tidak enak badan.”
“Tapi nek, mengapa nenek memiliki telinga dan mata yang besar?”
“Ini supaya aku bisa mendengar suaramu yang indah serta melihatmu dengan baik, sayang!”
“Lalu mengapa nenek memiliki gigi-gigi yang besar dan runcing?”
“Tentu saja supaya aku bisa melahapmu—!”
.
.
.
“—!!!”
Begitu tersadar, aku menemukan diriku sedang bersandar di bawah pohon besar yang rindang. Aku pun menghela napas lega karena apa yang aku saksikan tadi ternyata cuma mimpi.
Oh iya, aku belum menceritakan siapa diriku. Perkenalkan, aku adalah salah satu tokoh dalam kisah Gadis Berkerudung Merah. Kalian semua pasti sudah tahu kisahnya, kan? Begitu pula dengan kami, seluruh tokoh yang hidup dan tinggal dalam cerita ini.
Sejak lahir, masing-masing dari kami diberi buku berisi peran dan nasib yang akan kami alami dalam cerita. Kapan kami bahagia, kapan kami berduka, kapan kami meregang nyawa. Semuanya sudah ditetapkan sang penulis skenario cerita. Baik itu peran tokoh utama, peran penjahat, peran pembantu, juga peran tokoh figuran.
Dalam dunia yang kami tempati, setiap satu putaran cerita tamat, maka cerita berikutnya akan berjalan seperti cerita sebelumnya. Hal itu terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Oleh sebab itu, seluruh penduduk desa yang notabenenya merupakan tokoh figuran dalam cerita ini, sudah benar-benar familiar dengan kisah gadis berkerudung merah.
Di akhir cerita, tokoh serigala berakhir tewas di tangan seorang pemburu demi menyelamatkan nenek dan gadis berkerudung merah. Bagi para penduduk, hal itu sudah jadi peristiwa biasa. Namun bagiku, jalan cerita seperti itu terdengar sangat menyedihkan.
Aku tak habis pikir, mengapa hidup kami harus berjalan seperti yang tertulis dalam buku takdir? Apa kami benar-benar tidak bisa memilih jalan takdir cerita kami sendiri...?
Di tengah lamunanku, tiba-tiba saja terdapat seekor kupu-kupu yang melintas di hadapanku. Akupun langsung teringat kalau siang itu aku memang sedang ke hutan untuk berburu serangga.
Ahahah; ya, begitulah. Aku ini sebatas maniak serangga. Aku cukup terobsesi mengumpulkan dan mempelajari tentang mereka, meski aku sendiri tidak tahu kenapa aku suka melakukannya. Yang jelas, menjadi ahli serangga adalah cita-cita yang aku tentukan sendiri. Hal itu memang tidak tertulis dalam buku takdirku, tapi aku yakin jika aku terus berjuang meraih impianku ini, suatu saat nanti aku pasti akan bisa meraihnya.
Tanpa sadar, aku terus mengejar kupu-kupu tadi hingga tiba di sebuah padang bunga yang luas. Di saat yang sama, aku tidak sengaja melihat sesosok gadis yang sedang asyik mengumpulkan bunga. Gadis itu terlihat mengenakan kerudung berwarna merah. Ah, mungkinkah dia adalah gadis berkerudung merah yang selama ini dibicarakan oleh para penduduk desa...?
Wuush...! Tiba-tiba saja ada angin kencang yang menerpa. Akupun respon melindungi mataku agar tidak kemasukan debu, namun aku malah menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan.
Di balik kerudung merah yang dikenakan gadis tersebut, rupanya tersembunyi sepasang telinga besar milik serigala.
.
.
.
[ Part 1 ]
"A Reunion"
