Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationships:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Collections:
Flash Fic Fest
Stats:
Published:
2018-04-13
Words:
272
Chapters:
1/1
Kudos:
15
Hits:
235

siluet

Summary:

Shunsuke harusnya tahu, bahwa ini sudah saatnya ia menyerah. ManaOno slight ImaOno.

Notes:

© Watanabe Wataru
I gain no profit

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Interhigh tahun terakhir mereka telah usai.

Shunsuke menatap langit dengan awang-awang, meski cuaca sedang panas-panasnya. Musim panas baru saja memasuki penghujung, tidak akan semudah itu suhu berubah, bukan?

"Imaizumi-kun? Sedang apa?"

Memang terlihat bodoh mengetahui Shunsuke justru rebahan di atas pasir, di dekat ruang klub. Berjemur seakan-akan ini adalah pantai. Dan yang baru saja menyapanya adalah pemuda dengan faktor tak terduga; Onoda Sakamichi.

"Kepalaku pusing." dusta Shunsuke.

"Kau bisa sakit, Imaizumi-kun! A-ayo ke UKS saja?" tawar pemuda berkacamata.

"Omong-omong, kau ngapain ke sini?" tanya Shunsuke balik. Hari ini tidak ada kegiatan klub, jadi segala aktivitas diliburkan. Tidak ada yang datang kecuali si sulung Imaizumi.

"O-oh, aku mencari Imaizumi-kun. Kita harus ikut ulangan susulan hari ini. Makanya, aku langsung ke sini karena Imaizumi-kun pasti kangen dengan kegiatan klub. Naruko-kun sudah mengomel tentangmu tadi." Sakamichi menggaruk pipi gembilnya yang tak gatal.

Analisisnya memang tidak salah. Menyimpulkan seorang Imaizumi Shunsuke sangatlah mudah. Sakamichi tahu betul betapa ia mencintai bersepeda. Tapi ...

"Oh, iya, minggu depan kita ada practice match di Hakogaku. Manami mengirimku pesan tadi pagi. "

Ia tidak tahu, betapa serakah Shunsuke untuk memilikinya. Selama tiga tahun ini, ia tidak berhasil membuat perkembangan apa-apa. Dan sialnya, Shunsuke menyaksikan langsung acara penembakan top climber Hakogaku kepada Sakamichi; Manami Sangaku, usai upacara penerimaan di Interhigh.  Seakan menabur garam di atas lukanya, Sakamichi menyambut perasaannya dengan tangan terbuka, dengan senyuman seindah mentari senja.

"Imaizumi-kun, ayo, nanti kita ketinggalan."

Shunsuke mengerti betapa naif dirinya. Ia seharusnya tidak berhak ngambek padahal ia sendiri tidak berusaha apa-apa. Ia terlalu lamban bergerak, dan ini adalah hasil yang adil serta pantas.

"Baik." Shunsuke bangun, menuruti temannya. Ia dan Sakamichi lalu menuju ruang kelas bersama-sama.

Notes:

Aku bimbang antara ManaOno atau ImaOno bikos secara tak terduga Manami jadi hot banget di sisen 4 jadi butuh persiapan kokoro yang lebih (?) huhuhu aku tergoda dengan manami sekarang :Q

thanks for read

siluman panda