Chapter Text
魔道祖师 by 墨香铜臭
Ada sebuah memori yang ia ingat ketika mereka mengunjungi ibu.
Tak ada yang spesial, sama seperti kunjungan lainnya-- hari yang cerah, bunga gentiana ungu di halaman depan kediaman itu bermekaran. Mereka duduk di beranda; ia yang berumur 6 tahun duduk di pangkuan ibu, Lan Huan di kursi lain sambil bersandar pada bahu ibu. Tak ada peraturan yang harus mereka ikuti di tempat ibu. Di tempat itu mereka bukan dua murid panutan Gusu Lan, hanya dua orang bersaudara yang menikmati waktu bersama ibu.
Hal yang Lan Wangji ingat adalah isi percakapan tersebut.
(“A’Huan, A’Zhan, apa kalian pernah mendengar cerita tentang ‘malaikat’?”)
Ibu mulai bercerita tentang sebuah sosok yang tak bisa dilihat oleh mata manusia biasa; dapat hidup sangat lama hingga tidak memerlukan tubuh jasmani, ada yang memiliki sayap dan ada yang tidak.
(Lan Huan bertanya,“apa muqin pernah melihat malaikat ini?”
“Hmm, belum pernah sih.”
Lalu ibu tertawa saat melihat kening Lan Zhan berkerut bingung seolah mengatakan ‘kalau begitu bagaimana muqin bisa tahu’. Ibu merangkul mereka berdua. Lan Huan terkikik geli, Lan Zhan tak dapat menahan senyuman di mulutnya.
“Tapi menurut muqin, malaikat itu...”)
Sebuah eksistensi terindah yang tidak akan pernah kau lupakan.
Mungkin hal itu terlintas dalam pikirannya karena pemandangan di depannya; hal ketiga yang ia pikirkan setelah ‘tembok tinggi yang seharusnya tidak dinaiki’ dan ‘pelanggaran jam malam’.
Mungkin ia berpikir begitu karena sinar rembulan di belakang senyum lebar yang ditujukan kepadanya.
Kapan terakhir kali seseorang selain ibu dan kakak memperlihatkan ekspresi seperti itu padanya--
“ Ini Tiānzǐ xiào! Kalau aku bagi satu denganmu, bisakah kau pura-pura tak melihat ku?”
“...Alkohol dilarang di dalam Yún Shēn Bùzhī Chù.”
Saat itu Lan Wangji merasa apa yang ibunya katakan kurang benar.
(Butuh waktu 13 tahun lebih ketika akhirnya ia mengerti maksud perkataan ibunya.)
