Chapter Text
Jyuto melihat remaja berambut putih itu mencurigakan semenjak di depan toko. Diam-diam ia mengikutinya masuk dan mengamati gerak-geriknya. Ternyata benar, remaja itu mengutil barang, tetapi mengapa seorang pria mengambil jepit rambut yang sangat feminim? Jyuto yang berstatus polisi baru itu memergokinya, menangkap tangan remaja itu.
"Jika tak ingin membuat pemilik toko ini tahu perbuatanmu, ikut aku keluar dengan tenang."
Sesampainya di luar, remaja itu memberontak agar tangannya dilepas oleh Jyuto. "Hei, hei! Tenang, aku tidak akan menangkapmu."
"Menangkapku? Siapa kau?!"
"Aku memang tidak memakai seragamku," Jyuto mengeluarkan kartu kepolisiannya. "Aku polisi."
"Cih! Sialan!"
"Mengapa remaja pria sepertimu mengutil jepit rambut? Hadiah untuk pacarmu?"
Tiba-tiba remaja itu tertunduk lesu, suaranya yang keras membentak menjadi pilu. "Hari ini adik perempuanku berulang tahun."
Delapan tahun kemudian, kedua laki-laki itu merokok di depan toko yang sama.
"Oi Samatoki, tiba-tiba aku jadi teringat kejadian yang sudah lama. Saat kau masih bocah lucu yang suka mengutil," kata Jyuto sembari menyeringai menyebalkan.
"Huh?! Jangan mengingat hal-hal tolol seperti itu!"
"Bagaimana dengan hadiah untuk adik manismu? Bukan jepit rambut lagi, kan?"
Samatoki mengisap batang rokoknya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. "Seharusnya dia mendapatkan kakak yang lebih baik."
