Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2014-05-20
Updated:
2014-05-21
Words:
4,781
Chapters:
4/?
Comments:
2
Kudos:
38
Hits:
3,078

One Shot

Summary:

Kupulan fanfic one shot yang menceritakan kisah kasih Akashi dengan Kuroko. Summary gagal ;A;

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Chapter Text

Disclaimer: Kuroko no Basket © Tadatoshi Fujimaki

Warning: Hikkikomori!Akashi, Adik Kelas!Kuroko, rpg gagal

Pairing: AkaKuro

Beta'd by Kichan (Makasih banyak kichan mau menolongku dikala aku ngetik ini menjelang UN jadi banyak salahnya ;u;).

Terinspirasi dari ‘No Game No Life’ Anime

 

One Shot

Chapter 1: Berawal dari Game Online

 

Klik klik klik

Terdengar suara mouse dengan berkecepatan tinggi tak lupa juga iringan keyboard. Dalam ruangan yang remang-remang karena hanya ada penerangan dari enam buah monitor, sesosok pemuda tengah duduk dengan tampang tak jelas antara senang dan bosan. Tangannya memainkan keyboard dan mouse dengan sangat lincah. Muka kusut ditambah kantung mata tetap saja tak menghilangkan ketampanan pemuda berambut merah bergejolak itu.

"Tak ada salahnya juga aku bertemu dengannya...," bisiknya melihat tulisan you are winner dengan background 2 buah avatar, yang satu knight dengan rambut merah seperti pemuda itu sendiri dan satu lagi avatar perempuan berambut biru langit panjang yang merupakan wizard.

Nama pemuda berambut merah itu yang tak lain adalah Akashi Seijuurou, seorang HIKKIKOMORI, GAMER, HACKER, dan CHEATER. Ia sudah bagaikan legenda dalam dunia game online. Dengan menggukan nick name Sei, dia bermain solo di setiap game hingga pada game Accrilate Online, Akashi memutuskan untuk berpartner dengan perempuan berambut biru itu.

Alasannya sangatlah simple, dikarenakan Akashi menolongnya saat gadis tersebut masih pemula, gadis tersebut selalu mengikutinya hingga mebuat Akashi kesal. Jika di tanya mengapa, ia akan menjawab bahwa ia berhutang padanya. Saking sudah kesalnya Akashi dengan sikap keras kepala gadis tersebut membuatnya berakhir menjadi partner. Nick name gadis tersebut adalah Kuro.

Sudah sebulan penuh mereka berpartner, hubungan mereka pun bisa dikatakan akrab atau mungkin lebih dan dapat dipastikan kalau mereka penantang yang tangguh denga julukan The Emperor and His Phantom. Kombat yang mereka ciptakan bagaikan tarian malam dengan sang rembulan, tak dapat dihindari maupun dipecahkan, sangat indah dan menawan serta mematikan. 

Dibalik semua itu ada beberapa hal yang dicurigai oleh Akashi kepada gadis tersebut. Dilihat dari manapun avatar tetaplah avatar, tapi Akashi punya firasat kalau orang memainkannya adalah lelaki. Tak jarang bukan? Itu sudah bagaikan rahasia umum. Hanya saja perkataan yang kelewat sopan untuk gamer dapat dikatakan kalau ia juga seorang pemula ditambah lagi jadwal Akashi bermain bersamanya selalu saja jam 7 malam, pasti orang itu seorang pelajar sama seperti Akashi yang juga seorang pelajar tapi ia tak pernah datang ke sekolah dan hanya memenuhi semuanya dengan mengirimkan tugas yang ia dapat, dan datang ke sekolah saat ada UTS, UAS, dan ujian praktek. Jangan tanya kenapa dia belum kena d.o. deh. 

Akashi merenggangkan tubuhnya, pegal adalah rasa yang ia rasakan tak lupa kantuk. Ditengoknya kepalanya untuk melihat jam.

"Jam 11 siang ya... lebih baik aku cari makan sebelum tidur deh," Akashi beranjak dari duduknya menuju dapur. 

Bersyukurlah ia menemukan tofu di lemari kulkas miliknya mengingat ia hanya tinggal sendiri di apartement. Akashi lalu mempersiapkan santapannya sendiri. Saat sedang asik melahap sup tofu kesukaannya, ia mendengar ketukan di pintu apartementnya.

'Ayah tak mungkin datang sejak hari itu, jadi kemungkinan orang suruhannya..'

Akashi berjalan menuju pintu, sebelumnya ia merapihkan rambutnya terlebih dahulu dan mengenakan kacamata untuk menutupi kantung matanya. Dibukanya pintu apartmen miliknya. 

"Apakah Akash-" orang yang mengetuk tersebut berhenti seketika. "...Sei-kun?". 

Merasa dipanggil dengan nama kecilnya, Akashi langsung memfokuskan matanya pada orang di depannya.

"...Kuro," panggil Akashi pada pemuda di depannya. 

Pemuda dihadapannya bergidik ngeri. Tak salah lagi dugaan Akashi kalau Kuro yang selama ini berjelajah bersamanya adalah seorang lelaki. Pemuda berparas manis dengan surai biru langit dihadapannya pasti yang mengendalikan avatar gadis tersebut.

"Bagaimana kalau masuk terlebih dahulu?" tawar Akashi dan dibalas oleh anggukan.

Mereka duduk di sofa ruang tengah Akashi, berdampingan dan terlihat canggung.

"Sebelumnya tolong beritahu namamu dan tujuan kemari"

"Namaku Kuroko Tetsuya, tujuanku untuk mengantarkan tugas yang diberikan oleh Kiyoshi-sensei," jawab pemuda itu dengan mata menatap tas di pangkuannya.

"Tak kusangka Kiyoshi-sensei akhirnya mengirim orang untuk merengutku kembali sekolah," ejek Akashi.

Bagaikan menertawakan dirinya sendiri. Aaah sekarang ia benar-benar berharap sudah kena drop out jika begini jadinya. Kuroko menatap Akashi bingung.

"Apa maksud anda?"

"Kau murid kelas satu tak mungkin tahu dan mengenalku"

Mata Kuroko terbelalak, ia memang anak kelas satu tapi yang membuatnya kaget itu Akashi dapat mengetahuinya walaupun baru pertama ketemu dan ia mengetahui Kiyoshi-sensei. "Siapa sebenarnya dirimu?"

"Apa kau pernah mendengar nama peringkat ke satu dan tertinggi dalam sejarah sekolah Teiko?" Kuroko mengangguk. "Siapa nama anak tersebut?"

"Akashi.. Seijuurou," Kuroko menutup mulutnya.

Akashi menyeringai lebar, tak disangka dirinya masih terkenal. "Itulah namaku, salam kenal Tetsuya"

"Tapi kenapa aku-".

"Tak pernah menemukanku di sekolah? Sepertinya kau tahu jawabannya sendiri"

"S-sei-kun itu Akashi-san 'kan? Kalau begitu Akashi-san seorang... hikkikomori.."

Akashi hanya menyeringai lebar melihat pemuda bersurai biru musim panas tersebut. Alih-alih dari muka yang bak papan tripleks tadinya sekarang terlihat kepanikan, ketakutan, dan rasa senang nan malu di wajah Kuroko.

"Kau Kuro 'kan? Dalam sekali lihat aja aku bisa menebaknya"

Kuroko hanya menunduk malu akan identitas avatar-nya. Kalau saja bukan karena Ahomine dan Bakagami yang janjian bikin avatar bergender perempuan saja, pasti sekarang Kuroko tidak akan merasa seperti ini.

"Baiklah, aku akan kembali ke sekolah asalkan kau mau menyetujui status AO kita disini, bagaimana Te-tsu-ya?"

"T-tapi Akashi-san status kita kan..."

"Party?"

"... uh l-lover"

Sang pemuda bersurai merah kini memandangi tubuh di sebelahnya. Telinga tubuh tersebut sudah memerah. Seringai yang bertengger di bibirnya yak kunjung hilang. Jika saja ia memegang kamera sudah sedari tadi akan diabadikan momen langka ini.

"Apa kau keberatan dengan hal itu, Tetsuya?"

Kuroko mengelengkan kepalanya. Kalau boleh jujur sebagian hati Kuroko ingin mengetahui lebih banyak tentang Akashi. Hanya saja ia terlalu polos untuk menyadari rasa yang telah tumbuh dihatinya itu.

"Kalau begitu tolong jaga diriku baik-baik, Tetsuya," Akashi mendekatkan dirinya ke Kuroko.

Disingkirkannya helaian rambut yang menghalangi kening Kuroko, kemudian dikecupnya kening Kuroko singkat. Hal tersebut cukup membuat Kuroko salting.

"Baiklah... Akashi-san"

Fin

Tata bahas:

Hikkikomori : seseorang yang memutuskan untuk mengurung dirinya sendiri di ruangan tanpa melakukan dan menghindari kontak langsung terhadap orang lain, biasanya orang tersebut memiliki trauma ataupun phobia dalam bersosialisasi, bisa juga karena memiliki addict yang tak bisa ditinggalkan. (Sumber: pemahaman saya sendiri terhadap character hikkikomori di komik yang saya baca, jadi tolong maklumin kalau ada yang salah ;;;).