Chapter Text
Taemin menggerung pelan sambil menyembunyikan muka ke dada Minho, menghindari sinar matahari yang menyusup dari celah-celah jemuran. Kuncup musim semi sudah mekar, mengotori balkon dan tepian ruang tengah tempat mereka rebahan. Wangi pengharum pakaian dan sinar matahari pukul sembilan membuat acara menunggu nasi matang menjadi tidur-tidur ayam terjeblos kemalasan.
Penanak nasi sudah menyelesaikan tugas, sekarang tinggal mengeloni bulir-bulirnya agar tetap hangat. Minho merapat, kaki Taemin menunggang panggulnya seperempat. Mungkin mereka akan tidur saja hingga pukul empat.
15/6
