Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Character:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 2 of Utaite Drabbles
Stats:
Published:
2019-08-26
Words:
381
Chapters:
1/1
Kudos:
3
Hits:
55

Untuk Orang Terbaik

Summary:

Hal baik untuk orang yang baik pula. Walau sebelumnya kerepotan.

Work Text:

Waktu istirahat.

Semua murid tentu sudah menunggu waktu itu. Entah untuk makan, berbincang atau sekadar menghirup udara segar setelah bosan dengan pelajaran di kelas. Sayang sekali, Amatsuki tak mendapatkan haknya itu untuk siang ini.

Kakinya terus melangkah ke sana kemari, menjalankan berbagai permintaan pertolongan dari beberapa guru. Bukan karena ia termasuk anggota OSIS atau organisasi lain, melainkan karena Amatsuki adalah murid yang rajin dan terlalu baik.

"Tinggal antar buku-buku ini ke ruang guru."

Terlalu baik sampai dirinya sendiri tak dipikirkan. Entah sudah berapa kali suara dari perutnya terdengar. Selalu diabaikan, padahal lebih baik mengabaikan permintaan pertolongan dari guru itu. Yang tak terlalu penting dan bisa dikerjakan sendiri.

Hela napas lega lolos setelah keluar dari ruang guru. Semuanya sudah selesai. Sekarang tinggal ke kantin, membeli beberapa roti, seperti yang direncanakan sebelumnya. "Kantin, aku datang!"

Kriiinngg!!

Kami-sama benar-benar tak berpihak padanya. Terpaksa Amatsuki berputar balik ke arah kelasnya. Tidak apa-apa, saat pulang bisa makan. Walau wajah tampak mendung sepanjang koridor. Memang begitu, tetapi Amatsuki hanya sedih belum sempat makan, bukan menyalahkan siapa-siapa yang menyibukkan dirinya selama waktu istirahat.

Kerjapan bingung menjadi reaksi kala sampai di meja. Ditambah tatapan yang senada pada sesuatu di atas mejanya. Roti melon dan sekotak susu stroberi. Pandangan Amatsuki meneliti seisi kelas, mencari pelaku yang meletakkannya. Hasilnya nihil.

"Amachan? Kenapa?"

"Ah." Amatsuki langsung beralih pada Mafumafu yang menatapnya bingung. Teman yang duduk di sampingnya itu pun tampak mengerjap sesaat. Dilihat dari gelagat, sepertinya ia bukan Sang pelaku. "Anu... Ini Mafu-kun yang taruh di sini?"-Namun, tak salahnya bertanya.

Iris merah tua mengikuti arah yang ditunjuk dan langsung menggeleng. Kebohongan pun sama sekali tak terpancar dari mata itu. Sesuai dugaan ternyata. "Bukan aku. Emang itu bukan punya Amachan?"

"... Bukan."

"Heee...."

Amatsuki menghela napas singkat dan kembali memperhatikan makanan serta minuman itu. Disadari terdapat sesuatu di bawah roti melon itu setelah beberapa saat. Tanpa ragu, langsung diambil dan ternyata merupakan sebuah kertas yang terlipat. Mungkin ada petunjuk di sana.

Selamat atas kerja kerasnya. Pasti gak sempet ke kantin, 'kan? Ini buatmu. Tenang, gak ada racun atau apapun, kok.

Melihat tulisan tangan itu, senyum terukir di wajah Amatsuki. Walau tanpa adanya nama yang tertulis, sudah dapat ditebak siapa pelakunya.

"... Dasar. Padahal bisa langsung kasih. Tapi makasih deh."

Sementara Mafumafu kembali menatap bingung temannya yang bermonolog sebelum menikmati roti melonnya.

Series this work belongs to: