Chapter Text
hyunjin rafzin antares duduk terdiam di balkon kamarnya. manik bersihnya dengan redup menatap bentangan kanvas gelap.
“gak dingin?”
gelengan sebagai jawaban, tanpa perhatian sedikitpun.
arkha chandra pradipta mengangguk paham, lalu menempatkan dirinya disamping lelaki itu.
selimut terbentang menutupi kedua pasang kaki mereka yang bersentuhan, mencari kehangatan diantara dinginnya malam.
lengkungan kurva terukir tipis di bibir keduanya. menyukai momen yang ada, dalam diam.
hyunjin melirik lelaki yang terpaut lebih tua beberapa bulan darinya.
“apa?” pertanyaan itu spontan terucap dari bibir chan. lagi, gelengan yang didapat dari yang lebih muda.
lelaki kelahiran bandung itu terkekeh kecil, lengannya menarik tubuh ramping hyunjin agar semakin merapat.
sebuah cengiran lucu tercipta di wajah yang lebih muda. cute.
“sok kuat.” ledeknya, membuat hyunjin mencubit bisepnya main-main, tak terima diledek.
tawa lepas menggema di tengah sunyinya malam. chan menyodorkan gelas kehadapan hyunjin.
hyunjin menengok isi gelas, “coklat?” anggukan didapat sebagai jawaban.
“menurutmu?”
“gak tahu. kopi, mungkin?” jawabnya asal sebelum meneguk coklat hangat itu.
chan terkekeh, “i don't drink coffee, remember?” balasnya.
hyunjin menepuk keningnya pelan, “ah iya, hehe”
satu cubitan gemas di hidung hyunjin, membuat sang empu mengerang tak suka. “pikun.”
“memang.”
malam itu, diisi dengan keheningan dan sedikit bincangan ringan mengenai hari masing-masing.
