Work Text:
ada satu hal yang bikin hati zin gak tenang. yaitu kalau udah lihat vasco megang hp. pasti ada aja yang gak pantas yang dibukanya.
pernah sekali, vasco nyasar ke situs ehem ehem ( ͡° ͜ʖ ͡°). dia melamun gitu, terbengong. zin yang penasaran pun melihat isi hp vasco. eh, gak dikasih sama yang punya.
"ih! aku tengok dong!", zin mendorong lengan badaknya vasco. tetap gak goyah.
"kalau mau lihat, janji bakal ngasih tau aku maksudnya ini?", vasco bertanya dengan muka serius. zin, yang tanpa curiga itupun mengiyakan.
DOENG!
zin tepar. mukanya merah terus hidungnya mimisan. vasco panik setengah mampus.
selanjutnya, vasco tau maksud hal-hal itu dari beomjae. dan si otak dongo itupun minta maaf sama zin.
ooh, tentu saja zin maafkan. dua bulan kemudian, tapi.
- • , ° _ - ~ • ° , .
zin ngerasa de javu. vasco yang lagi melototin hp dan cuma terbengong doang.
seriusan zin ngerasa de javu.
"vasco.", zin manggil vasco pelan. telinganya dibudekin.
"vasco!", zin coba manggil lebih keras. telinganya sudah kesumpel batu bata.
"VASCO! IH!", zin teriak di telinganya vasco. syukurlah, telinganya sudah tidak mampet.
"hah? ya? kenapa?", vasco menjawab dengan mulut nganga. nge blank dia slurd.
"k-kamu nengokin apa? yang jorok-jorok, ya?", zin berucap sambil memerah pipinya. vasco memandangnya sambil menggeleng pelan.
"aku bingung", jawab vasco akhirnya. dia mengetuk pelipisnya. "aku bingung internet ngomong apaan"
zin menghela nafas. sudah lelah dia melihat kebodohan pacarnya itu. "memangnya internet ngomong apaan?"
"aku bahkan gak tau gimana cara bacanya", vasco semakin meneliti tulisan-tulisan di hpnya.
"eja aja, kali", zin mengibaskan jemarinya. mungkin hal biasa, pikirnya. zin kembali berkutat dengan hpnya.
"k i n k. klink? knik? kinq? gimana bacanya, zin?"
zin melotot. pandangannya perlahan-lahan teralihkan dari hpnya.
"a-apa? apa kamu bilang?"
"k i n k. itu apaan, zin?"
hp vasco direbut paksa.
- • , ° _ - ~ • ° , .
muka zin merah terus. panasnya gak padam-padam. dia meneliti setiap history chrome milik vasco.
kink
apa itu kink?
bagaimana cara kink?
siapa yang bisa ajak kink?
kenapa kink?
mengapa orang-orang menciptakan kink?
apakah zin punya kink?
zin tau vasco ini polos. cuma ya, gak bodoh juga!! pake nge search nama dia segala! memangnya dia artis?!
zin menelusuri satu-satu history vasco. isinya jahanam semua. rata-rata nyerempet ke bdsm. zin bingung total kenapa vasco otaknya masih polos padahal udah diracunin dunia maya begini?
"kamu beneran gak tau kink?", zin akhirnya bertanya. walaupun kupingnya sudah berasap.
"iya. makanya aku nanya ke kamu. kalau udah tau, ngapain aku nanya lagi?", balas vasco. ya iya sih, bener juga. TAPI MASAH SAMPE UDAH JELAS BEGITU, MASIH GAK PAHAM JUGA?! zin curiga dibuatnya. apa jangan-jangan vasco sebenarnya manusia mesum yang cuma suka mancing-mancing zin doang? zin menggeleng, menepis pikiran itu. dia gak pernah diganggu vasco sampai sejauh ini. gak mungkin.
"jadi masih pengen tahu?"
"iya"
zin menarik nafas kasar, lalu menghembuskannya dengan cepat. "kinkitukalauorangpunyahalanehyangdiainginkanwaktulagibegituan!!", zin ngerap permirsa. gak biasanya.
vasco nganga sambil telengin kepalanya. otaknya jadi ikut teleng. "aku gak paham. jelasin sekali lagi"
zin ngusap dadanya. harus sabar. "gini lho, vasco sayang. kalau ada orang yang lagi begituan kepengen yang aneh-aneh, itu namanya kink"
"OOH! MISALNYA KALAU LAGI BEGITUAN TERUS DIA PENGEN MAKAN DURIAN? BEGITU?"
"GAK GITU!!"
"tapi itukan aneh"
ya bener juga sih. gak salah. tapi kok kesal, ya?
"ANEHNYA BUKAN GITU, BAMBANG! ANEHNYA ITU KALAU DIA KEPENGEN YANG ANEH-ANEH SUPAYA DAPAT KESENANGANNYA!!", zin udah mau nyebur aja ke samudra atlantik kalau gini caranya. malu banget dia.
vasco manggut-manggut. sok-sokan ngerti mah begitu. zin memalingkan pandangannya guna menutupi wajah merahnya. dia kembali memerhatikan hpnya.
"kalau zin, punya kink, gak?"
zin mau nampar manusia ini aja kayanya. tapi dia sabar. dia coba mengalihkan kekesalannya dengan ngerjain vasco.
"hmm, aku punyanya fetish, sih"
"F-FETISH? APALAGI ITU?!"
"itu kalau...", zin ngedekat ke vasco. dagunya dicolek sampe vasco cuma mematung gitu. "...aku bisa 'senang' kalau aku dapat itu", zin duduk di pangkuan vasco sambil ngegoda gitu. MAMPUS KAU VASCO, AKHIRNYA MUKAMU MERAH JUGA! MALU JUGA KAU!!, zin berteriak kegirangan dalam hati.
"u-um, fetishnya zin apa?"
"yakin mau tau? nanti kalau kamu gak bisa kasih ke aku, aku gak senang, lho", zin kembali menggodanya dengan mengusap dada vasco. vasco menelan ludahnya gugup sambil mengangguk.
"i-iya, kasih tau aja"
zin mendekat ke telinga vasco dan membisikkan sesuatu disana. "uang."
vasco membatu dan zin terbahak-bahak.
- • , ° _ - ~ • ° , .
"mulai besok aku cari kerja"
"HAH?! KOK TIBA-TIBA"
"biar bisa nyenengin zin"
zin terdiam. "bodo ah. terserah kamu", dan kembali ke dalam tidurnya.
- ♪(┌・。・)┌ end ♪ヽ(・ˇ∀ˇ・ゞ)
