Actions

Work Header

avar

Summary:

bermacam momen keduanya.

[Drabble Collection]

Notes:

disclaimer: seluruh tokoh yang ada di dalam cerita ini merupakan manusia sungguhan yang berhak atas diri mereka sendiri. cerita ini adalah fiksi, saya tidak mengambil keuntungan apapun dari fanfiksi ini.

prompt diambil dari #bucinktober 2019 yang disediakan oleh @/dwikipan.

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Yoshitaka sadar benar atas perbuatannya, sangat impulsif. Ia yakin nantinya akan menyesali hal itu—lebih dari itu, tanpa menunggu nanti pun Yoshitaka sekarang menyesalinya. Mau ditaruh di mana wajahnya jika ia berakhir ditolak?

Dari sudut matanya, Yoshitaka dapat menangkap Taichi yang sedang membaca surat cinta darinya. Tanpa sadar Yoshitaka menggigiti bibir bawahnya dengan kuat, menunjukkan bahwa ia sangat gugup. Dalam diam memikirkan seribu satu skenario untuk menghindari konfrontasi Taichi, mungkin lebih baik ia mengaku bahwa surat tersebut merupakan sebuah prank atau semacamnya.

Tidak sempat tenggelam dalam skenario-skenario yang ia buat, mata Yoshitaka bertemu pandang dengan Taichi. Ia sempat menimbang untuk melepas pandangan, tapi semakin lama ia menatapi paras Taichi, Yoshitaka menyadari hal-hal yang signifikan dari sebelumnya: wajah Taichi yang tampak memerah, bibirnya yang sedikit bergetar, lalu lengan yang perlahan diangkat untuk menutup setengah wajah Taichi setelah keduanya bertemu pandang; masih dengan surat cinta digenggaman Taichi yang kini erat dipeluk ke dada.

Terlalu terpesona dengan pemandangan dihadapannya, dalam ketidaksadarannya Yoshitaka melakukan mimik terhadap gestur yang dibuat Taichi: tangannya yang mengepal dirapatkan ke dada, seakan-akan menggenggam erat hatinya yang ingin terbang bebas. Senyum Yoshitaka mengembang lebar, ternyata peruntungannya tidak seburuk yang ia pikir.

Selanjutnya yang Yoshitaka lakukan ialah melangkah kearah Taichi, memotong ruang diantara mereka hingga keduanya berhadapan. Yoshitaka mencoba memasang ekspresi serius walaupun dalam batinnya ia berteriak kencang bagai orang kesetanan.

“Kau sudah selesai membacanya bukan? Lalu apa jawabanmu?”

Hening.

Yoshitaka tidak berani menghirup napasnya pun menggerakan sedikit ototnya hingga ia mendapat jawaban.

Sampai akhirnya sebuah anggukan pelan dibuat oleh Taichi, yang lantas dengan cepat mendapat respon Yoshitaka berupa sorakan kemenangan tercekat karena Yoshitaka lupa mengambil napas.

Taichi tertawa dibuatnya, dan menurut Yoshitaka itu merupakan tawa terbaik yang pernah ia dengar.

Notes:

hope you guys enjoy these two being dorks together.

and yay, day 1! semoga bisa lanjut ke prompt-prompt berikutnya hehe.