Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2020-10-30
Words:
1,317
Chapters:
1/1
Comments:
7
Kudos:
16
Bookmarks:
2
Hits:
138

but you only live once

Summary:

jeongguk menolak. sudah ada janji dengan pacar, ujarnya. tapi lebih tepat bila sebut kalau pacarnya menunggu jeongguk di kamarnya.

Notes:

brought to you thanks to @kakavnda on twt (280920) :D

Work Text:

dari rutinnya taehyung kunjungi kosannya, jeongguk iseng-iseng ajak taehyung tinggal berdua. awalnya tidak dia tanggapi secara serius, diikuti godaan menggelikan hingga gurau jorok yang tumpahkan merah di wajah.

ketika dilontarkan kembali, ajakan jeongguk menjadi sungguh-sungguh.

taehyung sempat mengeluh tentang keadaan laptopnya yang tak lagi bisa dinyalakan tanpa kabel charger tersambung pada stopkontak. semester depan dia butuh laptopnya dalam performa yang bagus untuk mulai kerjakan skripsi.

“kalo gitu semester depan aja, mumpung tahun ajaran baru. lumayan kan, biar lebih hemat,” cetus jeongguk. dia juga pertimbangkan keputusan taehyung yang ingin perbaiki laptopnya. “daripada ngeservis, lebih bagus kalo kamu beli laptop baru.”

semester depan tinggal tiga bulan lagi, tapi taehyung sudah dapatkan kunci duplikat kamar jeongguk sejak jauh-jauh hari. taehyung sering meninggalkan barang-barang miliknya di kosan jeongguk. biar gak ribet kalo butuh, alasannya. entah berapa setel baju punyanya yang tertumpuk di lemari jeongguk, juga printilan-printilan kuliah yang tak terbawa pulang bila dia menginap di tempat jeongguk. semuanya tercampur dengan kepunyaan milik jeongguk.

hari ini, ada dua kelas yang harus jeongguk hadiri. kelas pagi yang mulainya pukul delapan, dilanjut kelas kedua yang jedanya setengah jam setelah kelas paginya usai.

saat tunggu dosen kelas paginya datang, jeongguk terima pesan dari taehyung.

[jeongguuuuuk aku otw kosan]

—katanya.

[aku gabut☹️

[bosen☹️

[mau main sekalian numpang ngewifi hehe]

—datang kemudian.

berbeda dengannya, hari ini taehyung tak miliki jadwal kelas. kemarin malam ketika voice call, taehyung bilang semua tugas-tugasnya sudah selesai dia kerjakan. tak lakukan apapun seharian jelas akan membuatnya mati bosan.

[aku di kelas tapi]

—jeongguk kirim balasan.

[tauuuu😂

[aku mau laporan aja biar ga kaget pas kamu balik nanti ketemu orang cakep

[sana perhatiin dosennya jangan liat hp mulu]

jeongguk gigit bibir bawahnya, menahan tawa. mudah sekali taehyung sebarkan energi ceria. lewat chat saja, jeongguk bisa rasakan kalau dirinya jauh lebih bersemangat menghadapi kelasnya hari ini.

[iya deh yang cakep🙄

[di kontainer deket dispenser ada cemilan. aku baru nyetok kemarin. kali aja orang cakep laper terus males keluar]

bersamaan dengan jeongguk yang selesai membalas taehyung, dosen kelas paginya datang. ponselnya dia masukkan ke saku celana setelah dosennya beri instruksi untuk simpan semua gawai dan keluarkan modul serta catatan. jeongguk tak sempat lihat pesan terbaru taehyung meskipun dia tahu ponselnya bergetar tanda notifikasi masuk.

kelas keduanya selesai pukul satu siang. setelah pastikan pembagian tugas kelompok untuk presentasi dua minggu yang akan datang, jeongguk melipir ke parkiran motor. di jalan menuju tempat parkir, dia berpapasan dengan dokyeom dan mingyu. mereka ajak jeongguk makan siang di kantin.

jeongguk menolak. sudah ada janji dengan pacar, ujarnya. tapi lebih tepat bila sebut kalau pacarnya menunggu jeongguk di kamarnya.

jeongguk tak begitu vokal ceritakan urusan pribadinya. agak sulit buat dia terbuka. orang-orang kebanyakan hanya tahu kulit luarnya saja. seperti janji yang baru saja dia beritahu pada dua teman kuliahnya, atau tentang statusnya yang sudah miliki kekasih. alasan utamanya, dia tak suka bila kehidupan privatnya harus bersinggungan dengan hal tidak perlu.

taehyung, mengejutkannya, buat jeongguk memedulikan hal-hal tidak perlu. seperti bagaimana dia sengaja menyediakan camilan di kamarnya untuk taehyung (jeongguk tak begitu suka memakan camilan), dan rapikan isi lemarinya supaya tersedia ruangan untuk taehyung simpan pakaian yang dia tinggalkan. entah sihir apa yang dilakukannya. jeongguk merasa jauh lebih nyaman tanggalkan dindingnya ketika dia berada di sekitar taehyung.

jarak dari kampus menuju kosan dengan motornya hanya sepuluh menit. jeongguk mengirim pesan pada taehyung lebih dulu untuk memberitahu kalau dia hendak berangkat pulang. tidak ada balasan sampai jeongguk sampai. jeongguk temui jawabannya ketika ia membuka pintu kamar.

taehyung tertidur.

bukan pertama kali jeongguk temui taehyung yang terlelap di kasurnya. pernah, jeongguk bahkan tak sadar kalau taehyung tidur di kasurnya.

karena memegang kunci duplikat kamarnya, taehyung beberapa kali datang tanpa pemberitahuan. ketika jeongguk baru bisa pulang dini hari setelah ikuti kegiatan screening calon ketua jurusan baru. sebab terlalu mengantuk, tanpa lihat siapa yang ada di kasurnya, jeongguk langsung pergi tidur. bangun di pagi hari, kaget sendiri dia temui sepasang tangan dan kaki memeluknya sekuat gurita.

taehyung tidur menyamping. ponsel dengan layar yang padam tergeletak di pinggir kasur. tersenggol saja sedikit, bisa-bisa ponselnya jatuh ke lantai. sebelum itu terjadi, jeongguk segera mengamankan ponsel taehyung.

remah cemilan yang jeongguk dapati di ujung bibir taehyung dia bersihkan dengan ibu jarinya. taehyung menggumam pelan, tak jelas. alisnya terpaut sebentar lantas kembali merenggang. jeongguk tarik bedcover di ujung kasur dan selimuti badan taehyung sampai bahu.

bungkus doritos ditemui di kaki ranjang, belum habis isinya. jeongguk meraihnya setelah menaruh ponsel taehyung di atas rak buku. dia lipat bagian bungkus cemilan yang terbuka lalu menyimpannya di atas kontainer.

jeongguk gelar karpet, ambil laptop di atas meja dan duduk menyender ke pinggir ranjang. setelah pastikan laptopnya tersambung dengan wifi, jeongguk buka chrome dan akses google docs. sembari menunggu taehyung bangun, jeongguk hendak lanjutkan tugas esai yang belum dia selesaikan tadi malam. tengat waktunya malam ini.

jeongguk tarik tasnya mendekat, ambil earphone di kantong paling depan, menyambungkannya ke laptop dan putar playlist lagu yang biasa dia dengarkan saat kerjakan tugas.

tiga paragraf kemudian, jeongguk rasakan colekan di punggungnya. lepaskan sebelah earphonenya sambil menoleh ke belakang, taehyung yang tengkurap posisinya lontarkan cengiran pada jeongguk.

“dari kapan nyampenya? kok gak bangunin aku?”

jeongguk lihat empat angka berirama di pojok kanan taskbar laptop. “sejam kurang. kamu enak banget tidurnya, aku gak tega ganggu.”

taehyung beringsut duduk, buat bedcover jatuh ke belakang. mata lirik sana-sini, mencari sesuatu.

“cari hape?”

“iyaa.” taehyung merespons sambil menengok kolong ranjang. “seingetku tadi ada di sebelah aku. jatuh ke bawah ranjang gitu ya?”

“kalo gak aku amanin sih kayaknya iya. hampir jatuh soalnya.”

“di mana?”

“di atas rak buku.”

taehyung sempatkan lipat bedcover sebelum ambil ponselnya. dia lantas duduk di sebelah jeongguk.

jeongguk tawarkan taehyung sebelah earphone-nya. tidak ada alasan untuk menolak, taehyung langsung pasangkan ke telinga kanannya.

buntu harus mengetik apa lagi, jeongguk buka tab baru dan masuk ke twitter. setelah periksa tab notifikasi, jeongguk telusuri trending. dirasa cukup alihkan perhatian, jeongguk kembali pada esainya. dua paragraf didapat. jeongguk tinggal ketik konklusi. lima belas menit kemudian, esainya rampung.

jeongguk mencerling ke sebelahnya. atensi taehyung menempel pada ponselnya. hanya baris-baris kalimat yang bisa jeongguk dapat setiap taehyung scroll layar ponsel.

entah webnovel apa lagi yang sekarang taehyung baca. dia pembaca cepat. tamatkan satu judul dengan beratus-ratus bagian bisa dia capai dalam dua-tiga hari. terutama cerita yang alurnya dia sukai, taehyung sampai rela begadang.

novel-novel yang dibaca taehyung, kebanyakan premisnya mirip-mirip. dari reinkarnasi hingga memutar waktu sampai ke titik tertentu, semuanya hampir tak pernah jauh dari topik kesempatan kedua.

jeongguk jadi ingat, ketika taehyung mulai membaca novel-novel bertema demikian. pertanyaan itu muncul lantas dia utarakan;

kalau dia diberi kesempatan untuk mengulang waktu dan memperbaiki kesalahan, atau lahir kembali menjadi orang baru, apakah jeongguk akan mengambilnya?

topik yang terlalu menarik bila harus dilewatkan. mereka berdiskusi panjang sampai pukul dua pagi.

saat seseorang memilih untuk memutar waktu, alasan terbesarnya adalah memperbaiki kesalahan yang dibuat di masa lalu. namun pilihan-pilihan yang diambil belum tentu memperbaiki. bisa jadi apa yang dirubah memperburuk keadaan dalam rentang yang lebih besar, seperti robohnya domino dengan cabang-cabang yang saling tumpang tindih.

kesalahan di masa lalu, daripada menyesalinya berulang kali sampai ingin memutar waktu, lebih baik bila ia dijadikan kekuatan untuk menghadapi apa yang akan datang. improvisasi diri, batu loncatan untuk naik ke level yang lebih tinggi.

seperti bagaimana pertama kali mereka bertemu, jeongguk yang baru masuk kuliah tak sengaja tumpahkan teh panas ke celana taehyung, yang pada saat ospek isi posisi komdis. kacau. satu bulan di kampus dilewati jeongguk tak nyaman. namun, saat akhirnya dia hadapi, imej sangar taehyung yang sempat ditakuti jeongguk si maba sirna. naik level hingga akhirnya dapat berpacaran, yang banyak ditemuinya justru sisi gemas taehyung.

kalau jeongguk mengulang waktu untuk menghindari kesalahannya terjadi lagi, belum tentu dia dan taehyung berada pada posisi mereka sekarang.

“kalo reinkarnasi gimana?”

“asal aku ketemu kamu lagi, bisa bareng kamu lagi, boleh deh kayaknya.”

lamunannya dipotong bunyi perut taehyung. jeongguk lagi-lagi tak bisa menahan tawa. sadar kalau mereka berdua belum makan siang, jeongguk bersuara,

“mau masak mie apa ngegofood, yang?”

[]