Actions

Work Header

Jangan Ganggu!

Summary:

Ichiro sebal sekali. Samatoki mengganggunya ketika ia baru saja berniat mendapatkan All Perfect.

Notes:

Karakter sepenuhnya milik King Records dan Idea Factory. Atas dibuatnya fan fiksi ini, saya tidak mengambil keuntungan apapun kecuali untuk menyenangkan hati saya.

Karakter mungkin akan agak OOC. Selamat membaca~

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Ichiro kelihatannya sangat fokus ketika Samatoki datang ke rumah pria dengan mata heterokromia itu untuk berkunjung, menghabiskan waktu di akhir pekan karena ia sangat bosan.

Namun, ketika ia tidak mendapat jawaban saat mengetuk pintu, Samatoki langsung masuk dan menemukan Ichiro tengah fokus memencet-pencet iPad milik pemuda itu itu dengan wajah serius. Samatoki berpikir, saat seperti ini pun, mungkin Ichiro tidak akan menghiraukan apapun disekitarnya.

Samatoki duduk disebelahnya, tapi Ichiro masih tidak menggubrisnya. Mengerucutkan bibirnya karena sebal, Samatoki memperhatikan apa yang membuat Ichiro sangat fokus bahkan sampai tidak memperhatikannya sedikitpun.

Samatoki dapat melihat pipi Ichiro memerah. Makin sebal saja dia.

Saat mengintip iPad milik Ichiro, ia malah melongo oleh apa yang telah kekasihnya itu mainkan. Ternyata sebuah rhythm game dan levelnya tidak bisa dibilang gampang, maka dari itu Ichiro tidak mau fokusnya terpecah dengan menghiraukan sekitarnya.

"Kimi ni tsutaetai kotoba,
Kimi ni todoketai oto ga,
Ikutsumono sen wa en ni natte,
Subete tsunageteiku,
Doko ni datte ah~"

Samatoki menyipitkan matanya, seperti mengenali siapa yang tengah menyanyikan lagu tersebut.

Hatsune Miku.

Oalah, pantas saja pipi Ichiro memerah, karena waifu-nya toh, alias rival Samatoki nomor #1.

Samatoki menghela napas. Ia lalu meniup pelan telinga Ichiro membuat Ichiro berjengit dan jarinya meleset sehingga menghasilkan 'miss' beberapa kali. Tersenyum iseng melihat Ichiro yang kelawahan dan akhirnya gagal memperoleh nilai yang tinggi.

Ichiro meliriknya. Lalu menatapnya tajam, yang membuat Samatoki berpikir bahwa bisa saja ia ditelan hidup-hidup saat itu juga.

Ichiro tersenyum dingin. "Sejak kapan Samatoki-san disini?"

Menggaruk tenguknya yang tidak gatal, Samatoki meringis. "Aku udah manggil berkali-kali tapi nggak ada yang jawab, yaudah aku masuk aja."

"Trus apa itu berarti bisa ganggu pas aku mau dapetin 'all perfect'?" Masih dengan senyum dinginnya, Ichiro menekan Samatoki dengan pertanyaan itu. Samatoki meneguk ludahnya. Merasa tidak enak.

"Y-ya, maaf, aku cuma- DUH!"

Samatoki dapat merasakan wajahnya terkena lemparan sebuahー apa ini? Boneka model Hatsune Miku?

"Gara-gara kamu, aku ngga jadi dapet 'all perfect'. Padahal tadi aku yakin banget dikit lagi, kalau aja kamu nggak ganggu, pasti bakalan bisa dapetin."

"Yaudah sini coba aku yang mainin biar 'all perfect'." Ichiro mengangkat sebelah alisnya. Tak yakin, karena ia saja sudah mati-matian mencapai nilai sempurna pada lagu itu, tidak mungkin Samatoki yang tidak tahu apa-apa bisa mendapatkan All Perfect di tingkat 'Master' dalam sekali main.

Tapi toh, ngga ada salahnya, pikir Ichiro.

Ichiro tersenyum mencurigakan. Membuat Samatoki menatapnya dengan pandangan curiga.

Ichiro lalu memberikan Samatoki iPad yang menampilkan desk kartu untuk dimainkan, lalu memencet tombol mainnya. Saat firasatnya bilang bahwa sudah dimulai, Samatoki menelan ludahnya. Apa-apaan ini? Jangan 'perfect', 'good' saja mungkin tidak bisa. Kayaknya dia harus bener-bener minta maaf sama Ichiro.

"Hee, payah banget masa gitu doang nggak bisa." Ichiro menggoda Samatoki. Wajah Samatoki memerah malu, dia memencet asal-asalan yang membuat nyawanya habis dan harus membayar menggunakan daiya untuk melanjutkan. Tanpa pikir panjang, ia memencet tombol dimana ia akan terus melanjutkan menggunakan daiya yang ditabung Ichiro dengan susah payah. Membuat Ichiro berteriak.

"Jangan pake daiyaku! Nanti abis! Aku udah ngumpulin banyak buat mulangin Miku tauuuuu!" Ichiro berkata kesal.

Samatoki tak memperdulikan. Dia makin kewalahan dengan note lagu. "Nanti aku beliin." ucapnya asal.

Ichiro langsung tersenyum lebar. "Iya ya?! Bener ya?!"

"Heeh."

Makin lebar saja senyum Ichiro. "Yeay!"

Samatoki sudah menyelesaikan lagunya. Saat menyadari bahwa dia mendapat nilai sangat rendah, dan menghabiskan banyak daiya kekasihnya, Samatoki mengembalikkan iPad Ichiro.

"Lagunya susah juga."

Ichiro mengernyit. Terkekeh ringan. "Susah kan? Makanya Samatoki jangan gangguin. Aku udah berusaha buat bikin 'all perfect' di lagu Miku, tau!"

Samatoki memperhatikan kekasihnya yang terkekeh. Ia mengulum senyum, lalu mencium pipi Ichiro dengan cepat, membuat Ichiro melotot dengan wajah yang merah. Mulutnya terbuka, kaget dengan aksi Samatoki yang tiba-tiba menciumnya.

"Sebagai permintaan maaf."

Wajah Ichiro memerah sebelum Samatoki menciumnya lagi karena gemas.

 

"Nii-chan! Aku bisa nyelesaiin All Perfect di lagunya Mikuー WAH KUDA NGAPAIN DISINI?! JAUH-JAUH DARI NII-CHAN!!"

Notes:

Ini ditulis karena kesal ada yang ganggu pas mau dapetin All Perfect. ;; maaf kalau berantakan, ya.

Makasih udah membaca!

Series this work belongs to: