Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2020-11-25
Words:
1,843
Chapters:
1/1
Comments:
10
Kudos:
82
Bookmarks:
1
Hits:
1,488

Abnormal

Summary:

Suguru dan Shoko terbangun di tengah malam. Namun malah mendengar suara tidak menyenangkan.

Notes:

Hi aku EL. ini fanfic pertamaku di fandom JJK semoga kalian suka~~
.
.
.

disini Gojou,Geto,dan Ieiri kelas 3 SMA Jujutsu (18)
Itadori Yuuji kelas 1 SMA jujutsu (16)

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Saat ini masih dini hari, pemuda bersurai panjang itu berjalan lunglai dari kamarnya, ia tinggal di asrama yang juga di tempati oleh beberapa murid SMA Jujutsu lainya. Suguru menuju dapur dan siap untuk membuka lemari Es. Namun gerakannya terhenti, dan bibirnya mengerucut saat Suguru melihat deretan note dengan tulisan cakar ayam yang sudah pasti milik teman gadisnya yang kecanduan merokok tersebut.


Suguru kalau kau terbangun di tengah malam dan hendak mengambil minuman tolong bawakan satu botol untukku.


Shoko-


Suguru melirik sengit pada pintu kamar Shoko. Shoko selalu suka memerintahnya walau saat ia sedang tidur sekalipun. Suguru menghela nafas, akhirnya mengambil dua botol air mineral ukuran sedang dan hendak menuju ke kamar Shoko. Namun saat melewati sebuah pintu bertuliskan “Gojou Satoru/ItadoriYuuji” dengan hiasan hati disekitarnya yang sangat menjijikan, Suguru terhenti. Tidak, bukan karena hiasan pintu yang sungguh nista tersebut. Namun karena suara yang datang dari dalamnya.
Suguru yang penasaran, mengendap lebih dekat kearah pintu kamar Satoru, mencoba meresapi dengan jelas suara apakah gerangan yang menghentikan perjalananya. Namun seketika Suguru mendengar jelas suara tersebut, Suguru terlonjak dan dari pintu kamar sahabatnya. Suguru ingin menghindar dari kamar Satoru secepat mungkin, ia mulai memegang dahinya yang tiba-tiba pusing. Dan di saat yang sama pula jantungnya hampir berhenti berdetak saat ada sebuah tangan dingin yang menyentuh bahunya.


"!!!!-" Suguru hendak berteriak, namun tangan porselen yang dingin itu membungkam mulutnya terlebih dahulu. Shoko yang baru bangun tak lebih parah dari setan terkutuk. Putih, pucat, dengan kantung mata yang tebal. menyeramkan.


"Shhhh" Shoko berdesis di telinga Suguru. Lalu perlahan melepas cengkramanya pada bibir Suguru.


"Tidak bisakah kau menjadi lebih seram lagi? Sekalian saja bila kau ingin aku mati jantungan!" Suguru berusaha tetap tenang meski dalam hatinya dia sudah mengumpat habis-habisan pada temanya tersebut.


"Kau lama sekali mengambil minumnya. Kau sedang apa sih? Masturbasi sambil menguping Satoru dan Yuuji?" Shoko berkata dengan wajah jijik seraya mengambil botol minuman yang terkulai lemah di atas lantai.


Alih-alih menyangkal Suguru hanya terdiam. Ia berpikir bahwa hanya dirinya yang tidak tahu jika hubungan Satoru dan Yuuji sudah melangkah sejauh itu.


“Heh… Jadi benar ya?” tak mendengar jawaban dari Suguru, Shoko makin menjahili Suguru. Sambil meminum Air mineralnya Shoko bisa melihat jika Suguru sedang kalut dalam pikirannya. Yah tidak heran sih, karena Suguru sangat sayang terhadap Yuuji seperti adiknya sendiri. Namun Saat Shoko hendak meminum tegukan keduanya ia mendengar sebuah suara keras yang sedikit berupa jeritan kesakitan dari arah kamar Satoru dan Yuuji.


Sfx: Brussss!


Bukan sengaja. Mungkin sedikit. Shoko menyemburkan air di mulutnya pada wajah Suguru yang berkeringat. Suguru berwajah horor. Dan hanya membuka mulutnya hendak memilih nada suara dengan oktaf yang pas saat berteriak pada Shoko. Namun ia memilih tidak berteriak saat teriakan dari kamar Satoru dan Yuuji mulai terdengar lagi.
Shoko dan Suguru melihat melihat pintu dari sumber suara tersebut, lalu melihat satu sama lain. Dan mereka mengangguk dengan wajah yakin.
Perlahan namun pasti Suguru dan Shoko mendekat pada pintu kamar Satoru. Mereka berdua menempelan kedua telinga mereka pada pintu kayu yang dingin tersebut. Hingga mereka membulatkan mata mereka bersamaan ketika jelas sekali mereka mendengar suara Kouhai mereka. Itadori Yuuji yang sedang mendesah bercampur isak tangis dan memohon pada Gojou satoru.


"Senp-! Ah! Satoru-Senpai Hentikan Kumohon! Aku mohon- Hentikan! Ahh! Hentikan! Aku sudah tidak kuat lagi senp- ahhhh! Aku mohon senpai.. unghh… senp-"


“Yuuji.. kau sangat manis Yuuji. Menangislah Sayang… menangislah lebih banyak lagi untuku…”


“Senpai.. ungh.. maafkan aku. Ahhh senpai.. kumohon. Senp-ahhh!”


Hanya ada 2 kemungkinan. Shoko dan Suguru mulai mengalami gangguan telinga atau Temanya dengan perilaku abnormal itu sedang memperkosa Kouhai mereka.


Ini hal buruk.

.

.

.
Pagi pun tiba. para murid kelas 3 dan yuuji sedang sarapan. Sebenarnya Dorm murid SMA Jujutsu terpisah antara kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Namun Jika berbicara tentang Gojou Satoru bukan hal mustahil baginya jika akhirnya dia bisa membuat Itadori Yuuji tidur sekamar dengannya. Suguru sangat tidak setuju awalnya, Bukan karena Suguru tidak suka dengan adik kelasnya tersebut. Nyatanya ia sangat menyukai Yuuji, namun temannya yang satu lagi yang mana tidak bermoral itu, sedikit banyak terobsesi dengan Yuuji. Ia tidak ingin Yuuji di perlakukan buruk oleh Satoru. Dan hal itu sudah terjadi tadi malam.


Meja makan mulai berisik, bergelutik suara sumpit dan mangkuk. Suguru dan Shoko saling melirik satu sama lain dan bersamaan melihat kemesraan GoYuu yang ada di depan mereka. Sebenarnya ini pemandangan biasa. Namun… setelah mendengar kejadian semalam. Ini jadi lain.


"Fuhh.." Shoko mulai menyalakan rokoknya. Berusaha bertingkah senatural mungkin. Sebelum ia menanyakan sesuatu pada Temannya tersebut. Bahkan Suguru tidak komplain meski biasanya ia akan marah jika Shoko merokok di meja makan. Terlebih jika ada Yuuji.


"Satoru" Shoko memulai

"Bisa bicara sebentar?" Shoko meminta.


"Hm? Bicaralah Shoko" Satoru menjawab enteng sambil tetap mengelus pipi Yuuji kadang mencubitnya. Walau Yuuji yang mengantuk tidak menhiraukannya. Dan jangan lupa senyum bodoh satoru yang terukir permanen di wajahnya tersebut.


"Tidak. kita perlu bicara. Tidak disini" Shoko mulai memaksa.

Suguru yang tidak suka ribut di meja makan, Menyuruh mereka segera menyingkir dan menyelesaikan apapun masalahnya. Meski itu hanya akting. Ia tidak mau Yuuji mendengar semuanya.
Dan Satoru mau tidak mau beranjak dari bangkunya sebelum mencium pipi gemil Yuuji yang setelahnya akan di lap kasar oleh Yuuji walaupun terlihat jelas wajahnya memerah.
.
.
.
Dan mereka disini di kamar Shoko. Tempat ini paling aman, karena Yuuji sangat takut masuk ke kamar Shoko yang mempunyai aura seperti pemakaman. mereka duduk dia atas kasur bertiga melingkar seperti hendak mencoba permainan jelangkung.


"Satoru, aku tahu kau sayang pada Yuuji. Aku juga tahu kau sedikit ada rasa yang bukan sebagai Senpai terhadap Kouhai. Tapi-" Suguru memulai. Sedikit bertele-tele.


"Oi kau, Yuuji kau apakan kemarin?" Dan Shoko langsung pada intinya. Tak segan memotong monolog Suguru.


Satoru berwajah idiot. Tidak, dia memang idiot asli. Sudah mengusai jurus berwajah idiot dari kecil jadi ia sudah terbiasa.


"Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan? Heh?" Satoru bertanya dengan Senyum Garing.


Shoko memutar bola matanya. Menghembuskan asap rokok pada Satoru dan membuatnya batuk bakan Suguru juga ikut batuk.


"Ayolah. kami mendengar semuanya kemarin." dan Suguru mengangguk, menyakinkan bahwa Shoko tidak bohong.


"Kau apakan Yuuji hingga ia berteriak seperti itu?" dan mata sayup milik Shoko tetap mengintimdasinya.


“Aku tidak masalah jika kalian melakukannya atas dasar sama sama suka. Namun yang kudengar kemarin sepertinya tidak seperti itu.” Suguru menatap Satoru dengan serius. Seperti sebuah penekanan jika kata-katanya bukanlah sebuah lelucon.


Satoru terdiam tanpa ekspresi. Dan mulai tertawa lepas hampir meyeramkan. Satoru memijat daerah sekitar pelipisnya. Dan mulai angkat bicara.


"Oke, oke, aku benci punya teman seperti kalian" Ucap Satoru melihat kedua temannya dengan wajah tak kalah serius.


"Kau pikir kami senang?" Suguru memasang wajah jijikknya yang tak tertahankan. Dan Shoko hanya meludah lantai kamarnya sendiri.


"Aku memang menyayangi Yuuji, dan kau benar… kadang aku tidak melihatnya sebagai seorang Kouhai. Tapi…kalian berdua tahu jelas bahwa pada kenyataannya aku tak bisa membiarkan diriku bertindak lebih jauh selain menyayanginya hanya sebagai Kouhai kan?" dan kalimat itu meluncur dari bibir Satoru.


"Lalu?" Suguru meminta lebih. Itu saja tidak cukup baginya.


"Kau memperkosanya?" Shoko terlalu to the point. Bahkan Suguru masih belum terbiasa dengan sifatnya yang seperti itu.


"Shoko kadang kau harus berhenti merokok. Aku yakin gara-gara itu mulutmu jadi sedikit rusak." Shoko tidak kaget dengan ucapan menusuk Satoru. Dia memang sebrengsek itu. Meski dengan wanita sekalipun. Kecuali pada sesuatu yang menarik baginya. Seperti Itadori Yuuji.


"Yang perlu berhenti itu Kau, Satoru. Berhenti menjahili Yuuji lebih dari ini. Kau pikir dia apa sih? Mainanmu? Aku tahu kau tidak bermoral tapi aku tak menyangka jika ternyata kau sebejat ini” mendengar hal itu Satoru memberi tatapan menusuk pada Suguru.


"Dengar kalian semua. Bukankah kalian sedikit jahat padaku? Meski kalian berpikir aku tidak bermoral atau apalah, tapi apa aku terlihat seperti seseorang yang kan memperkosa Yuuji?” Satoru menatap kedua temannya dengan serius. Memang benar apa kata Satoru. Shoko dan Suguru yakin. Satoru tidak akan menyakiti seseorang yang dia sayangi sekalipun dia punya masalah dengan kepribadiannya yang buruk. Tapi yang mereka dengar kemarin benar benar nyata!


”Jadi langsung pada intinya saja." ucap Shoko tidak mau bertele tele.


"Bisakah kau sedikit sabar? Beri Satoru waktu untuk menyelesaikannya" Suguru sebenarnya ingin langsung menghajar Satoru. Tapi tidak ingin. Karena balasannya akan lebih sakit. Jadi ia memilih untuk mendengar penjelasan dari rekannya tersebut.


"Intinya. Apa yang kau lakukan tadi malam pada Yuuji." Shoko bukan orang sabaran. Jangan pernah mengujinya.


“Sebenarnya…Ah-aku tidak bisa!” 

"Aku Yakin akan di bunuh Yuuji, kalau mengatakanya" Satoru mengeram frustrasi. Menutup wajahnya. Dan mulai berguling guling di atas kasur.


"Oh ayolah… Jangan berakting seperti bayi di saat seperti ini" Suguru meredam emosinya sendiri. Ingin sekali menendang Satoru.


"Yuuji dia... sebenarnya dia suka bermainan SM play. jadi… jadi aku sedikit membantunya, meskipun bukan sex, yah sedikit kalian tahu? Pukulan, di pantat misalnya? Yah… begitulah. Kemarin aku-" Satoru berhenti karena ragu, tapi dia sudah terlanjur mengatakannya. Dan Satoru melihat tampang kedua temannya yang sangat jijik dan seolah berkata

  • “Dasar manusia menjijikkan. Bukannya kau yang sebenarnya punya hobi seperti itu. Mati aja sumpah”


"HEI!! berhenti menatapku seperti alien. Aku tidak bohong. Yuuji memang mempunyai hobi seperti itu. Aku korban disini. Kalian pikir aku senang harus melukai orang yang aku sayangi huh?! Dan bertingkah seperti orang brengsek di depanya Yuuji?" Satoru memukul lengan kedua sahabatnya.


Shoko ber-facepalm-ria sedangkan Suguru masih tak percaya dengan apa yang ia dengar. Mereka tak menyangka seorang seperti YUUJI ITADORI Pure ball of innocence Bocah periang dan penyayang wangi bayi, Punya hobi yang agak extreme seperti Sadist/Masoschist seperti itu.


"Gezzz lihat? aku yakin kalian akan bereaksi seperti ini. Dan jangan coba-coba mengatakan ini pada siapapun. Atau…"


"Atau apa" Suguru memotong


"Kalian tak pernah tahu apa yang akan kulakukan, hehe" Satoru tersenyum lebar kedua temannya sangat mengetahui mana senyum bodoh Satoru dan mana Senyum mengancam Satoru. Keduanya memang tak jauh berbeda.


"Dan oke kalian sudah dapat apa yang kalian inginkan, dan biarkan akau pergi ke tempat Yuuji aku masih belum puas mengecup pipinya yang lembut" ucap Satoru seraya turun dari kasur milik Shoko.


"Dasar Abnormal…" desis Shoko dan Suguru bersamaan.
.
.
.
Satoru duduk di kasur Yuuji atau bisa dibilang milik mereka berdua. Tak hanya itu kini Satoru melihat pantat Kenyal Yuuji yang sekarang melayang di udara. Posisi menungging Yuuji sangat seksi dan berdosa. Satoru mengelus pipi pantat Yuuji yang kenyal dan sedikit berwarna kemerah mudaan akibat setiap tamparan yang Ia berikan. Sungguh Cantik


"Nghh- Kumohon Senpai- Stop." Yuuji mulai berakting sebagai Masochist, meski tampangnya berkata –lagi-Senpai-pukul-aku-lebih-keras-kumohon. Dengan sedikit air mata yang menetes dari ujung matanya yang indah.


Satoru menggigit bibir bawahnya. Menahan emosi yang bergejolak. Bisa saja ia langsung menindihi Yuuji Dan memperkosanya atau apapun. Bisa saja! Namun tidak. Ia tidak mau di benci Yuuji. Ia tak mau di benci seorang yang ia cintai. Jadi mungkin… sedikit tersiksa tak masalah asalkan Yuuji-ya nya bahagia.


Sfx: Plak! Plak! Plak!


Tamparan demi tamparang di luncurkan Satoru. Membuat Yuuji bergelinjang nikmat, akibat rasa sakit yang ia idam-idamkan.


"Anak nakal… harus di pukul pantatnya iya kan Yuuji?" dan Satoru tak pernah buruk berperan sebagai Sadist. Sepertinya itu memang sifat alaminya.


"Ah! Senpai-! Kumohon hentikan! Ahh Senpai~!
Satoru menyeringai mendengar suara seksi Yuuji yang setiap malam membuatnya Gila.


"Senpai, akan menghukummu sayang" dan seringai itu tak pernah pudar. Satoru Juga Sangat meniknatinya lebih dari Yuuji Sendiri. 

.

.

.

 

fin

Notes:

Terima kasih Sudah meluangkan waktu untuk membaca~~!
Saran dan kritik di persilahkan.