Actions

Work Header

Bundle of Love

Summary:

Gulf Kanawut Traipipattanapong adalah seorang yang late bloomer. Ia selama ini selalu menyangka bahwa dirinya adalah seorang Beta dan bukan Omega. Apa yang harus Gulf lakukan setelah gender keduanya pada akhirnya muncul dan ia harus menikah dengan Alpha maksimal 6 bulan setelah gender keduanya muncul?

Notes:

Fanfic ini terinspirasi dari manga Ichikawa Ichi-sensei yang berjudul "Tadaima, Okaeri". Memang sengaja ingin buat semesta Alpha/Beta/Omega yang soft...tanpa ada adegan 18 coret. Murni kehidupan sehari-hari yang manis dan lembut. Hehehe. Kalau tidak berkenan, tidak usah dibaca juga tidak apa-apa.

Fanfic ini juga alurnya lambat. Karakter akan bertambah mengikuti pertambahan bab/chapter.

Judul diambil dari lagu KinKi Kids yang berjudul "Ai no Katamari."

Selamat membaca ^_^

Chapter 1: Perkenalan

Chapter Text

**

 

Mew pertama kali mengetahui sistem 'perjodohan' antara Alpha-Omega sewaktu ia menginjak usia 18 tahun. Seperti anak normal biasanya, gender kedua Mew muncul saat Mew menginjak usia 14 tahun, dan seperti dugaan kedua orang tuanya, Mew tumbuh sebagai Alpha. Kedua orang tuanya Mew bersyukur, karena dengan begini Mew tidak wajib mencari pasangan enam bulan setelah gender keduanya muncul.

 

Tapi, tidak dengan anak perempuan yang sedang berdiri beberapa langkah di depannya saat ini. Mew yang baru saja keluar dari perpustakaan segera menarik kerah seragamnya berusaha untuk menutupi hidungnya dari bau feromon omega yang menyerangnya. Berapa usia anak ini? 14 tahun? 15 tahun? Kenapa anak ini tidak memakai stiker pelindung di lehernya? Sekolah Mew--Satit Kaset--mempunyai protokol agar setiap anak yg gender keduanya telah muncul wajib memakai stiker pelindung agar feromon Alpha maupun Omega tidak menyerbak keluar sehingga tidak mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah dan tidak ada kesenjangan gender di sekolah.

 

Mew melihat tangan anak perempuan itu berusaha menggapainya, Mew berjalan mundur berusaha untuk kembali masuk ke dalam perpustakaan, suasana sekolah telah sepi karena memang sudah sore, tapi masih ada guru dan beberapa anak di perpustakaan. Bau feromon omega dari anak ini semakin membuat Mew mual, karena memang beberapa bulan setelah Mew menjadi Alpha, Mew menemukan bahwa dia tidak kuat dengan feromon omega perempuan (kecuali feromon ibunya Mew). Mew sempat khawatir dengan hal ini, tapi setelah konsultasi dengan dokter, dokter mengatakan Mew masih normal karena ia tidak apa-apa dengan feromon omega laki-laki.

 

Dari sisi matanya, Mew bisa melihat temannya yang baru keluar dari perpustakaan menganga melihat kejadian ini dan untungnya tidak dalam waktu lama, ia segera berteriak memanggil guru jaga perpustakaan dan tidak dalam waktu lama pula, guru itu segera keluar dan mencengkram anak perempuan yang ada di hadapan Mew untuk dibawa ke ruang guru. Dan kejadian yang membuat Mew tegang, mual dan pucat berakhir dengan cepat.

 

Sore ini, Mew akhirnya pulang dijemput oleh Papa. Selama perjalanan pulang, Mew menyenderkan kepalanya di jendela mobil.

 

"Kamu gak apa-apa Mew?"tanya Papa memecah kesunyian di dalam mobil.

 

Mew mengangguk. "Anak itu….anak itu dekat sekali dengan masa estrus. Kenapa anak itu masih masuk sekolah?"

 

Papa tidak langsung menjawab, selama beberapa saat suasana di mobil kembali sunyi sebelum Papa memutar radio mobil dan alunan instrumental musik lembut mengalir mengisi kesunyian di mobil.

 

"Papa sebenarnya ingin membicarakan ini di saat kamu sudah lulus sekolah, tapi ternyata hal ini sudah terjadi terlebih dahulu."Papa mengetuk-ketukan jarinya ke stir mobil dan perlahan meminggirkan mobilnya ke pinggir jalan. Papa mengusap wajahnya lalu menatap Mew.

 

"Anak itu, gender keduanya muncul dua bulan yang lalu. Ia anak yang mendapatkan bantuan keuangan dari sekolah dan dia melakukan hal seperti ini karena dorongan dari Ayahnya yang Alpha, berharap supaya kamu menjadi pasangannya."

 

"Tapi kenapa harus Mew, Pa?"

 

Papa tersenyum tipis.

 

"Keluarga kita termasuk keluarga yang beruntung. Ekonomi rumah tangga kita sangat baik, jauh lebih baik daripada kondisi anak itu. Ayahnya berharap dengan berpasangan denganmu anaknya tidak akan terlunta. Lagipula, kamu anak yang sangat cerdas, baik dan ramah. Ditambah paras wajahmu diatas rata-rata Alpha yang lain. Wajar apabila Omega di sekolahmu tertarik pada kamu."Papa mengedipkan matanya saat mengucapkan kalimat yang terakhir.

 

Alpha di dalam diri Mew membusungkan dadanya saat mendengar pujian dari Papanya. Papa Mew terkekeh sebelum mengucek rambut anaknya. Ia menghela nafas dan menatap lurus jalanan.

 

"Di sekolah kamu ada pelajaran mengenai Alpha/Omega kan, Mew?"

 

Mew mengangguk.

 

"Jadi kamu tahu kan bahwa anak yang pada usia 17 tahun keatas yang gender keduanya muncul sebagai Omega, harus mencari pasangan 6 bulan setelah menjadi Omega?"

 

Mew mengangguk lagi.

 

"Kamu tahu tujuannya untuk apa?"

 

"Untuk melindungi Omega."

 

"Dari?"

 

"Dari Alpha lain yang bukan keluarga. Karena Omega yang telah berpasangan akan imun dari perintah maupun agresi feromon dari Alpha lain kecuali dari Alpha yang merupakan pasangannya."

 

"Sekarang kamu paham, kan?"

 

Mew mengangguk pelan, paham kenapa anak itu terlihat sangat berharap untuk menyentuh Mew. Sampai-sampai menyerangnya saat mendekati waktu estrusnya berharap Mew tertarik dengan feromonnya.

 

"Seandainya anak itu bicara baik-baik dan tidak melakukan hal seperti itu, aku pasti akan membantunya…."Ucap Mew pelan.

 

"Papa tahu. Sebenarnya, semenjak kamu naik kelas 3 SMU, Papa dan Mama sudah banyak menerima penawaran untuk berpasangan dengan Omega. Anak dari rekan bisnis Papa dan Mama, dari beberapa murid-murid di sekolah kamu. Tapi semuanya Papa tolak, tentu dengan baik-baik, karena Omega yang diajukan semuanya perempuan. Baru kali ini ada yang sampai langsung menemui kamu sendiri. Biasanya, hubungan Alpha/Omega dilakukan dengan sistem perjodohan melalui telepon maupun email sampai kedua belah pihak setuju untuk saling bertemu."

 

Papa kembali mengetukan jarinya ke stir mobil sebelum membalikan tubuhnya dan menatap Mew dengan tatapan serius.

 

"Mungkin ini saatnya bagi kamu untuk bertanggung jawab penuh, untuk memilih sendiri Omega yang akan menjadi pasangan seumur hidupmu."

 

Mew mengerjapkan matanya, menatap Papanya tidak percaya.

 

"Apa? Gimana?"

 

"Kamu buat list nama orang yang menarik perhatian kamu, dan apabila ternyata orang itu menjadi Omega, Papa akan mengurus segalanya. Begitu pula bila Papa didatangi oleh wali orang yang ada di list kamu, Papa akan berdiskusi dengan Mamamu untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Tapi bila wali yang mendatangi Papa nama anaknya tidak tercantum di list kamu, Papa maupun Mama akan terus menolaknya."

 

Mew menunduk. Berfikir. Lalu--

 

"Selain Omega perempuan."

 

Papa tersenyum lebar.

 

"Oke. Papa catat. Omega cowok. Kamu tidak harus memberikan list nya sekarang, Mew. Pikirkan saja baik-baik. Apabila ada yang menarik perhatianmu, beritahu Papa dan Mama. Berapa lama pun akan Papa tunggu. Kamu pasti semakin besar akan semakin menarik banyak Omega."

 

Papa menginjak gas dan kembali membawa mobil masuk ke jalan yang sekarang mulai lengang. Tidak terasa percakapan mereka berlangsung cukup lama sehingga langit sudah menggelap.

 

"Papa sudah lapar, kira-kira Mama mu masak apa ya malam ini?"

 

Mew tersenyum hangat, bergumam pelan, "terima kasih Papa"sebelum menolehkan kepalanya menatap pemandangan diluar jendela.

 

List pertama Mew muncul berupa catatan post it berwarna biru yang Mew tempel di pintu kerja Papanya 5 tahun setelah percakapan Mew dan Papanya di pinggir jalan.

 

Kanawut Traipipattanapong (Gulf)