Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2020-12-09
Updated:
2020-12-16
Words:
1,076
Chapters:
3/?
Kudos:
34
Hits:
601

The Daily Life of Armin and Annie

Summary:

Semenjak tinggal bersama, Annie jadi sering sekali memakai pakaiannya Armin.

"An, lihat boxerku- ya itu dia boxerku." Armin mendesah malas saat melihat Annie sedang berleha-leha dengan kaos dan boxernya. Dia sudah tidak bisa menghitung sudah ada berapa kaosnya yang disandera Annie.

"Hehehe bajumu nyaman, Ar."

-

[kumpulan drabble Armin dan Annie setelah mereka tinggal bersama]

Notes:

haiii jadi ini adalah fanfic pertama aku di ao3. sebelumnya pernah aku post di wattpad dengan username justvermouth! ♥

Chapter 1: mulai tinggal bersama

Chapter Text

Tidur, mandi, makan, kerja. Tidur, mandi, makan, kerja.

Empat aktivitas itu sudah menjadi rutinitas Armin setelah bekerja dan memulai kehidupan mandiri di London. Sudah terlalu mononton dan terkadang jadi menjenuhkan.

Satu-satunya kegiatan yang selalu ditunggu-tunggunya adalah berkencan dengan Annie. Tapi itu pun kalau dia tidak sibuk sih.

"Kamu masih sibuk?" tanyanya saat berkunjung ke rumah Annie. Pacarnya itu saat ini masih berkutat dengan aransemen musik buatannya.

"Sabar ya, Ar. Kalau albumnya sudah rilis nanti kita bisa berkencan sepuasnya. Oke?"

Armin hanya bisa mengangguk lesu.

Karena Annie bekerja sebagai produser musik, dia diperbolehkan bekerja dari rumah dan ke kantor hanya saat waktunya rekaman atau saat diskusi perilisan album. Sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam studio pribadi di apartemennya. Berbeda dengan Armin yang bekerja sebagai teknisi software yang mengharuskannya hadir di kantor.

Kalau Annie sudah membuat lagu, maka dia tidak bisa diganggu.

Armin keluar dari studio, berinisiatif membuat makan malam untuk mereka berdua. Untung saja Annie menyimpan banyak bahan masakan.

Selama memasak, Armin jadi terpikir banyak hal. Salah satunya, tentang dia dan Annie yang mulai jadi jarang bertemu karena pekerjaan. Hidupnya jadi terasa sangat membosankan. Facetiming dan chatting jadi hambar dan kencan jadi terasa kilat. Apartemennya jadi terasa kosong karena Annie jadi jarang berkunjung.

"Hm wangi. Kamu masak apa?" tanya Annie kemudian mengecup pipi Armin dan memeluknya dari belakang.

Saat itu, ide brilian muncul di kepalanya.

"Annie, pindah ke apartemenku, ya?"

Sejak saat itu, hidupnya jadi tidak membosankan.

Kamar kosong di apartemennya sekarang diubah menjadi studio pribadi Annie, rak sepatunya penuh dengan sepatu Annie—yang Armin tidak mengerti kenapa dia punya sepatu sebanyak itu padahal Armin pun hanya butuh tiga pasang, kabinet di kamar mandinya penuh dengan produk-produk kecantikan milik Annie, juga dengan baju-baju kotor mereka yang bercampur di satu keranjang yang sama. Selain itu, kamarnya jadi terasa sempit karena Annie membawa serta meja riasnya masuk ke dalam kamar. Koleksi gundam Armin pun terpaksa dipindah ke ruang televisi. Belanja bulanan juga jadi menyenangkan karena dilakukan berdua.

Armin tidak akan tidur sendirian lagi mulai malam ini.

Dia bisa bertemu Annie setiap hari. Bangun tidur lihat Annie, mau tidur pun lihat Annie.