Actions

Work Header

Apa Hubungan Kita?

Summary:

Childe dan hubungannya yang tak jelas dengan Zhongli.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:


"Apa kau pernah berpikir kita harus berhenti melakukan ini?"

Tangan Zhongli berhenti mengusap gelas teh dan menaruhnya di meja. Matanya menatap Childe yang membalas tatapannya dengan bosan. “Berhenti melakukan apa?” tanya Zhongli perlahan sambil berpikir. Apakah Childe bosan untuk makan siang dengannya? Bosan harus selalu membayar makan siang mereka? Atau bosan mendengarkan cerita Zhongli tentang Liyue?

“Ahhh, Zhongli-sensei, apakah aku harus mengatakannya?” Childe menghela napas dan cemberut.

“Kalau kau tak mengatakannya, aku tidak akan paham, Childe. Kau mau bermain tebak-tebakkan?” Zhongli menjetikkan jarinya dan menatap Childe apakah tebakkannya benar.

“Terserah… Tapi aku akan menjawab jika Zhongli-sensei bertanya.”

“Kau bosan mendengarkan ceritaku?”

“Oh, tidak akan pernah. Suara Zhongli-sensei terlalu… ehem, enak didengar jadi aku tidak masalah.” Childe memerah sesaat dan menghindari tatapan Zhongli.

“Kau bosan harus selalu membayar makan siang kita?”

“Mora bukan masalah untukku, Zhongli-sensei.

“Hmm, kau ingin menghancurkan perkemahan hillicurl bersamaku?”

“Tentu saja aku mau!” seru Childe dengan semangat. “Tapi tidak sekarang. Kau masih jauh menjawab tebakkannya, Zhongli-sensei.”

“Lalu apa, Childe? Aku tidak bisa membaca pikiran walaupun aku dulu dewa.” Ucap Zhongli.

Childe menarik napasnya, menatap Zhongli dengan gundah. Ahh, mata emas itu sungguh. Childe tidak bisa menghindari tatapan Zhongli yang selalu melihatnya seperti ingin menelanjanginya tetapi otak dewa itu tidak mengerti dirinya jika ia tidak mengatakannya secara langsung.

“Itu…” Childe meremas jemarinya, wajahnya memanas dan matanya menghindari Zhongli. “Kita selalu makan siang bersama, berjalan-jalan bersama, dan Zhongli-sensei juga telah banyak membantuku selama disini.”

Childe sangat bersyukur Zhongli adalah rekan kerja dengan Fatui, ia tidak bisa membayangkan jika orang lain sebagai rekan kerjanya. Karena Zhongli menatapnya seperti menatap manusia seperti biasanya, bukan menatap sinis seperti beberapa penduduk Liyue. Ia tidak menghiraukan tatapan sinis itu, sudah hal biasa Fatui ditatap seperti itu. Tapi ditatap seperti manusia biasa merupakan pengalaman yang jarang dan ia tidak menolaknya.

Selama beberapa tahun ini bekerja sama dengan Zhongli dan menikmati waktu luang dengan Zhongli, Childe terkadang merasa bahwa tangan Zhongli sengaja berlama-lama ketika ia membantu Childe belajar menggunakan sumpit atau mata cor lapis itu menatapnya dari atas hingga bawah saat Childe tidak memperhatikannya. Ia tidak melihatnya tapi ia merasakan belaian tatapan itu di belakangnya.

Childe menyukai semua perhatian itu dan terkadang menantikannya. Ia hanya berharap bahwa perasaan aneh ini tidak bertepuk sebelah tangan. Bagaimanapun juga, Childe masilah manusia biasa, manusia fana yang waktu hidup tidaklah selama dewa. Sedangkan Zhongli, ia masihlah misteri setelah gnosisnya diambil. Entah umurnya akan tetap panjang atau mengikuti waktu manusia.

Childe menarik napas. “Jadi, aku berharap kita berhenti berputar-putar dan langsung menjalin hubungan.” Ucap Childe cepat sehingga ia tak merasa malu.

“Hubungan? Kita sudah berada dalam hubungan bukan?” Tanya Zhongli sambil memiringkan kepalanya.

“Bukan hubungan sebagai rekan kerja, Zhongli-sensei!” Ucap Childe dengan gemas. “Aku mau kita pacaran….” Lanjut Childe pelan.

“Eh? Bukankah kita sudah menikah?”

“EH??? Sejak kapan?!” Seru Childe kaget.

“Ah, sepertinya kau belum tahu tentang budaya Liyue terlalu dalam. Kau ingat sumpit naga dan burung phoenix yang kuberikan kepadamu?”

“Umm, maksudmu yang aku beli dengan uangku?” tanya Childe.

“Ah ya, benar yang itu. Sumpit dengan motif naga dan burung phoenix biasanya digunakan untuk mahar kepada pengantin perempuan dari pengantin laki-laki.” Zhongli kemudian tersenyum. “Aku kira kau menerimaku ketika kuberikan sumpit itu?”

“Eh....” Childe tertegun dan berusaha memproses informasi yang baru saja ia dapat. Perlahan wajahnya memerah dan ia kembali mengalihkan tatapannya. “Tapi kita belum pernah melakukan hal yang dilakukan suami istri….” Lirih Childe.

“Ah, kamu ingin mencoba berkopulasi?” Celetuk Zhongli tanpa basa-basi.

“HUSH! AHHHH! Zhongli-sensei tolong lihat sekitarmu kalau mau berbicara seperti itu!!” Seru Childe malu.

Mereka sedang duduk di Restoran Wanmin pada bagian outdoor dan di sekitar mereka banyak pelanggan yang duduk bersama mereka. Posisi mereka sangat memalukan jika harus berbicara hal yang intim. Childe tidak mengerti mengapa Zhongli bisa-bisanya menceletuk seperti itu.

“Ehem,” Childe dan Zhongli menoleh bersamaan dan melihat Xiangling membawa piring makanan. “Nasi merah untuk Tuan Fatui dan Zhongli-san. Umm, selamat atas pernikahannya.” Kemudian ia menaruh makanan di meja dan pergi cepat-cepat dengan wajah memerah.

Childe terkejut cukup lama sebelum tersadarkan dengan tepuk tangan dari pelanggan lain. Wajahnya kembali memerah malu dan ia melirik Zhongli. Sialannya, mantan dewa itu sudah mengangkat mangkuk nasinya dan bersiap makan.

“Childe, jika kau tak segera memakannya nanti akan dingin.” Ucapnya saat sadar bahwa Childe menatapnya.

“Argh, Zhongli-sensei!”

 

END

Notes:

Makasih yang udah baca sampai bawah. Maafkan diri ini yang nulisnya kaku sangat karena udah lama banget engga nulis. Maafkan juga Childe dan Zhongli jadi OOC. Diri ini hanya ingin asupan dan fluff disaat yang bersamaan.