Chapter Text
Draco mengernyitkan dahi. Mata tajam pewaris Malfoy itu memandang ke arah sesosok pemuda bersurai hitam bak sarang burung yang tengah asik memasukan makanan ke dalam mulut dengan tatapan tak biasa.
"Ngapain kamu?"
Merasa pertanyaan itu ditujukan untuknya, si surai hitam menoleh. Mata bulat berwarna hijau cantik itu berkedip beberapa kali, "Makan nih. Gak liat?"
Bibir tipis itu mengerucut. 'Draco ngancurin mood makanku aja!' batin si surai hitam dongkol.
Draco menahan tawanya. Ekspresi di wajah tunagannya itu sungguh lucu. Draco mencoba menahan diri untuk mengunyeli pipi gemuk sisa lemak bayi tersebut.
"Liat kok." Draco menghampiri sosok tersebut, jemarinya mengusak gemas surai si hitam, "Rry, sereal dimakannya sama susu."
Pipi gemuk yang masih terisi penuh sereal itu, Draco kecup, "Bukan dicemil begini sayang.." dan dengan iseng, pemuda Malfoy itu mengenyot pipi tersebut.
Rry atau yang bernama asli Harry teriak kenceng sebagai respon. "Suka-suka aku!" Tangannya dengan cepat menampar pipi kiri tunangan tampannya yang malah tertawa tanpa dosa.
"Aku lebih suka makannya begini!" Dan Harry kembali memasukan serealnya ke dalam mulut. Kembali khidmat menikmati cemilannya.
Harry Potter atau yang bernama lengkap Harry James Potter ini punya kebiasaan makan sereal tanpa susu. Dan menjadikan makanan itu sebagai cemilannya.
Draco yang biasanya makan sereal pasti pakai susu jelas memandang kebiasaan sang tunangan sebagai suatu hal yang aneh.
Walau terlihat aneh, buat Draco selagi Harry senang, Draco tidak masalah akan kebiasaan aneh tunangan manisnya itu.
※※※
"Sayang.." Draco mendusalkan ujung hidungnya ke pipi gembil tunangannya. Mencoba meminta atensi.
Yang didusal cuman balas berdehem, "Hmm.." jemarinya makin asyik menari di layar ponsel. Harry lagi asyik main game ternyata.
Sehabis memakan sereal, Harry menarik tubuh tunangannya itu untuk duduk manis di sofa ruang TV. Setelahnya putra tunggal James Potter dan Lily Potter itu dengan nyaman mendudukan bokongnya diantara kedua kaki si pirang Malfoy.
Draco menghembuskan nafas kesal. Tunangannya itu malah makin larut sama game di ponsel miliknya ーiya, Harry main game pake ponselnya Dracoー
Tak kehilangan akal, Draco mencoba memeluk erat tubuh mungil kesayangannya itu. Menempelkan punggung sempit itu ke dadanya yang bidang. Kemudian menatap paras cintanya itu dari samping kanan.
Draco termenung. Wajah tunangannya itu benar-benar indah dan sangat mengagumkan. Dari alis tebal dan mata indah dengan warna favoritnya ーhijau, kemudian hidung mungil namun mancungnya, pipi gembil sisa lemak bayi yang minta dicubit. Oh jangan lupakan bibir tipis yang minta dikecup dan dilumat itu.
Pandangannya yang semula tertahan di bibir tipis kesayangannya yang kini mengeluarkan gerutuan beralih ke arah bingkai bulat yang menggantung di hidung Harry.
Harry mempunyai sedikit masalah dengan penglihatan, sehingga harus memakai kacamata. Namun dari sekian banyak model kacamata, anak itu malah memilih kacamata bulat yang menurut Draco terlihat sangat kuno.
"Gak mau ganti kacamata?" tanya Draco tiba-tiba. Penasaran saja dia kenapa tunangannya itu lebih suka dengan kacamata kuno itu.
'Lagian, kan banyak tuh model kacamata yang bagus.' pikir Draco.
Plak
Dengan santai tangan kiri Harry menampar pipi kanan Draco. Btw, ini kedua kalinya Draco ditampar hari ini.
Kepala dengan surai hitam bak sarang burung itu menoleh ke arah Draco yang meringis sakit, si Malfoy muda lagi ngusap-ngusap pipi kanannya, bekas tamparan barusan.
Harry mendelikkan kedua matanya melihat Draco yang hendak protes, "Iya iya, kacamatanya bagus pake banget kok." puji Draco setengah hati.
Sakit woy . Mana ditamparnya kenceng banget lagi.
Harry mutar badannya biar ngehadap ke arah Draco. Ponsel tunangan gantengnya itu juga dia abaiin sebentar.
"Aku suka kacamata ini." Tangan halus itu nepis tangan Draco, gantiin tangan besar itu buat ngusap-ngusap bekas tamparan darinya. "Grandpa yang beliin. Aku sendiri suka sama modelnya tau."
"Tapi jujur ya luv, modelnya itu kuno banget." sahut Draco santai. "Gak modis."
Harry meremin matanya dan nahan-nahan diri buat gak ngegaplok pipi yang lagi dia elus-elus.
"Mau gak modis pun, selagi yang make aku tetepan bagus tuh!" serunya sombong. Si manis Harry menyunggingkan seringai, "Yah anggap aja kacamata bulat ini pesonaku yang tersembunyi."
Draco nganggukin kepalanya setuju. Yah soalnya awal hubungan mereka terjadi juga gara-gara dia terpesona sama sesuatu dibalik kacamata bulat itu. Jadi benar kalau kacamata itu salah satu pesona dari tunangannya.
"Lagian, gara-gara kacamata ini aku jadi gampang dikenali. Dan banyak yang naksir aku tuh." celetuk Harry.
Harry dengan semua pemikiran anehnya. Draco mau gak mau harus mengakui kalau dia masih sedikit kaget dengan semua keanehan yang Harry miliki. Tapi yang namanya cinta, mau aneh pun Draco tetep cinta seutuh hidup sama Harry.
Betewe buat yang celetukan Harry yang terakhir, Draco langsung ngebungkam bibir tipis nan empuk tunangannya itu. 'Memakan' bibir itu nafsu dan jangan lupakan tangannya yang menari dengan lihainya di tubuh Harry.
Begitu pula dengan bibirnya yang meliuk diatas kulit leher kesayangannya itu.
※※※
