Work Text:
Kang Kwon Joo mengambil posisi sujud. Untuk kedua kalinya.
Kedua lelaki di belakang mengikuti gerakannya, tetap dalam wajah sembab walau tidak berlinang air mata. Pelupuk mata Kang Kwon Joo memerah, menahan isak dan penyesalan terhadap potret yang tersenyum di hadapannya.
Jang Kyung Hak.
Jika saja instingnya lebih sensitif, mungkin saja lelaki di hadapannya masih hidup. Andai saja jika dia menyadari gelagat aneh lelaki ini, mungkin istri dari mendiang akan tetap tersenyum menyambut kepulangan suaminya. Jika dia memutuskan untuk melacak kartu sim ponsel lelaki ini, mungkin pembunuhan ini bisa digagalkan.
Semuanya hanya pengandaian.
Kwon Joo mengangkat tubuhnya, memberikan penghormatan terakhir hari itu pada mendiang ketua tim Golden Time. Kemudian berbalik menuju keluarga yang ditinggalkan dengan sembab dan isak tangis sebagai riasan di kedua wajah ibu dan anak tersebut, merendahkan tubuhnya.
Dalam diam memohon maaf. Dalam diam meminta pengampunan.
Berapa lama, dia kembali dalam postur tegaknya. Memberi penghormatan kembali kepada keduanya.
“Kwon Joo,”
Direktur utama Golden Time Team itu masih ingat betul bagaimana suara wanita itu terdengar. Getarannya penuh dengan ketegaran dan kepercayaan.
“tangkap bajingan itu. Untukku.”
Permohonan itu terucap pada hari yang duka. Ketegaran bahwa sang suami telah meninggalkannya, dan kepercayaan bahwa Kwon Joo akan menangkap orang yang bertanggung jawab atas insiden ini.
Kwon Joo mengangguk penuh keyakinan, seakan diberi kekuatan.
Perempuan itu berjalan keluar rumah duka, setelah meminta kedua lelaki yang mengikuti dirinya sebelumnya untuk pergi duluan ke kantor. Dia mengambil ponselnya, dan mencari kontak tanpa pencarian cepat, setia melihat kontak yang bergulir hingga jarinya berhenti di satu kontak.
Moo Jin Hyuk.
Kwon Joo tidak tahu ekspresi yang bagaimana yang akan didapatnya ketika mereka berhadapan. Kwon Joo bahkan hampir tidak sanggup untuk menekan tombol panggil.
Ketika nada sambung terdengar, kemudian suara lelaki yang menyambutnya.
“Kwon Joo? Ada apa?”
Suaranya menyiratkan kebingungan. Tentu, dia sudah cukup lama cuti dari tugasnya sebagai ketua tim, dan dengan begitu memberikan segala kepercayaannya kepada Jang Kyung Hak. Meminta lelaki itu untuk menjaga KwonJoo untuknya. Untuk Moo Jin Hyuk. Maka, wajar dia bingung. Untuk apa perempuan ini menghubunginya? Padahal yang harus dihubungi jika terjadi kasus kode nol adalah Kyung Hak.
Adalah orang yang telah meninggal.
“Detektif Moo,” Kwon Joo memulai. Dia dapat mendengar nada suaranya yang hampir terisak.
Ketika jeda itu membuat Jin Hyuk tidak sabar, nada bicaranya yang sedikit mendesak kembali menyapa pendengarannya.“Kwon Joo? Apa yang ingin kau katakan?”
Kwon Joo menyiapkan dirinya, mengerjap beberapa kali dan menyandarkan pungungnya ke dinding. “ketua Jang meninggal.”
Jeda yang nyata itu terjadi, menyebabkan kekosongan yang terlampau lama rasanya. Kwon Joo dapat mendengar getaran suara yang kecil di seberang. Ketika itu Kwon Joo memberanikan diri untuk melanjutkan. “dia dibunuh, dan kami percaya ini merupakan pembunuhan berantai.”
Kwon Joo sebenarnya tidak berharap apa-apa. Dia tidak meminta Jin Hyuk untuk pulang dari cutinya untuk membantunya, membalaskan dendam Jang Kyung Hak. Dia tidak merasa lemah. Namun sebagai rekan, sebagai orang yang pernah berjuang, Jin Hyuk wajib untuk tahu.
Walau Jin Hyuk hanya bisa menyesali kematiannya.
“Kwon Joo.”
Setelah sekian lama suaranya kembali muncul, membuat tubuh Kwon Joo terkesiap, menunggu apa yang akan dikatakan oleh detektif itu selanjutnya. “Tangkap bajingan brengsek ini. Apapun caranya. Bagaimanapun caranya.”
“Aku mengerti.” Kwon Joo menunggu agak lama kemudian memutuskan sambungan.
Dan dia bersumpah akan menangkap bajingan yang telah berani mengganggu Golden Time Team.
