Work Text:
Mata manusia melihatku tak beda monyet pandir
Dalam ketidak-lihaian mereka, bola-bola mata itu menggelinding keluar; terinjak-injak
Pada satu masa api kemarahanku meledak
Satu demi satu kekejian terkoyak-koyak
Di manakah para biksu yang menjanjikan kedamaian?
Antara doa-doa yang dirapalkan, antara harapan yang dipanjatkan
Aku telah jatuh terbuang
Menjadi marah aku berang
Kepada si Tuan Tamak dan Bajingan; ludahi saja
Kato memberiku terang; bahwa aku tetap ditakdirkan pada jalanku
Meski panjang tak bertepi, tetapi harus
Memenuhi panggilan; sebagai samurai, yang mengabdi dan setia pada satu tujuan:
Menyelamatkan negeri dari kebinasaan.
