Work Text:
Giyuu selalu memperhatikan barista di balik meja kedai kopi itu, seorang perempuan muda barangkali awal 20-an. Sebenarnya dia sudah mengetahui nama perempuan itu, dia mengetahuinya dari name tag. Kochou S. Shizuka? Sakura? Sampai teman si barista tersebut memanggil namanya. Shinobu. Nama barista itu Kochou Shinobu, sesuai namanya, parasnya sangat jelita dengan rambut diikat jepit rambut berbentuk kupu-kupu.
Mungkin ini terdengar konyol, tapi Giyuu jatuh cinta pada pandangan pertama. Laki-laki memang payah kalau dihadapkan pada perempuan cantik, bisa-bisanya dia langsung jatuh cinta seperti orang gila. Walaupun kopi di kedai itu rasanya biasa-biasa saja, namun Giyuu tetap pergi ke sana demi melihat Shinobu. Dan kesehariannya sebagai budak korporat jadi tidak begitu membosankan kalau ingat dia bisa mampir ke kedai setiap ada kesempatan.
“Giyuu-san, ‘kan?”
Giyuu melongo, mendengar namanya diucapkan oleh bibir indah Shinobu, ditambah Shinobu tersenyum manis padanya. “Bagaimana bisa…”
Sambil memegang spidol hitam, Shinobu tertawa kecil. “Hanya hafal, soalnya anda suka datang kemari dan memesan kopi yang sama.”
Giyuu tersenyum kaku, atau lebih tepatnya grogi. “O-ohh, b-begitu ya…” saking terpesonanya, dia sampai gagap.
Shinobu menuliskan namanya di gelas plastik, serta menuliskan kopi pesanannya. “Mohon ditunggu ya.”
“Tentu.”
Giyuu mencari tempat duduk. Hanya membutuhkan waktu 5 menit sampai seorang barista lain memanggil namanya. Sayang sekali bukan Shinobu. Giyuu melangkah ke konter kedai, hendak mengambil kopinya. Namun matanya mencari-cari, menemukan sosok perempuan yang dia sukai. Tanpa Giyuu sadari, barista berambut pink terus-terusan tersenyum lebar padanya.
“Mencari Shinobu-chan?”
“Eh?!”
“Shinobu-chan sedang beristirahat! Ngomong-ngomong, namaku Mitsuri!”
Giyuu tidak tahu harus menjawab apa. Perempuan di depannya penuh semangat berapi-api.
“Kalau kamu menyukainya, aku bisa memberikan nomer telepon Shinobu-chan padamu.”
“Apa itu tidak melanggar privasi?”
Mitsuri menggelengkan kepalanya. “Tidak kok! Sebenarnya Shinobu-chan juga menyukaimu!”
Giyuu tidak percaya. “Bagaimana bisa???”
“Cinta pada pandangan pertama?”
Giyuu kehilangan kata-kata ketika Mitsuri memaksanya menyimpan nomer telepon Shinobu. Tentu saja Giyuu merasa senang, tapi dia tidak tahu mau diapakan nomer itu. Kalau tiba-tiba menyapa apa itu sopan. Giyuu jadi bingung. Mitsuri juga memaksa meminta nomernya. Ayo cepat, katanya, sebelum atasanku melihat. Akhirnya dia memberikan nomernya dengan keadaan masih bingung.
Giyuu tidak mengirimkan pesan apapun sampai seminggu berikutnya dia duluan yang mendapatkan pesan dari Shinobu.
Apakah ini nomer Giyuu-san?
Tahu-tahu bulan berikutnya mereka kencan. Tahu-tahu setahun berikutnya mereka tinggal bersama. Tahu-tahu mereka merencanakan pernikahan. Tahu-tahu Giyuu tenggelam dalam khayalan. Di-chat gebetan langsung mikir mau pakai jas macam apa untuk pernikahan.
