Chapter Text
Byungchan menghela nafasnya kembali saat melihat Seungsik yang sedang berkacak pinggang sembari menatap tajam sosok lelaki yang duduk di hadapannya. Mungkin ini sudah kesekian kalinya Byungchan mendapati pemandangan seperti ini, Seungsik yang selalu mengomel karena ulah temannya yang tidak lain adalah Seungwoo beserta sikap bodohnya, jadi Byungchan sudah terlampau biasa dan ia memilih sebagai penonton saja jika dua kakak tingkatnya itu sudah berdebat alot.
"Gue tau ya lo bucin, Woo. Tapi ya lo harusnya bisa bedain lah mana yang bersikap kayak temen mana yang enggak" ucap Seungsik lagi.
Menurut pendengaran Byungchan, Seungwoo ternyata baru saja kembali 'baper' oleh salah satu gebetannya yang sudah setahunan ini ia dekati, namun yang membuat Seungsik geram adalah perlakuan perempuan yang disebut sebagai 'gebetan' sahabatnya itu menurutnya hanya main-main dan kerap kali hanya memanfaatkan Seungwoo saja.
"Gue cuma ngasih kado kok, dia kan ulang tahun kemarin"
"Ya tapi gak perlu tuh lo nge-iyain anter dia kemana-mana! inget Woo lo tuh udah pernah ditolak, dan setau gue dia lagi deket sama cowok deh"
Seungwoo menggaruk belakang kepalanya, sepertinya keputusannya untuk menceritakan hal ini ke Seungsik salah besar, kalau tahu begini ia akan memilih bercerita ke Byungchan saja, entah ada angin apa Seungwoo malah memilih mengeluhkan masalahnya ke Seungsik hari ini karena biasanya ia lebih memilih memberitahu Byungchan terlebih dahulu, baru nantinya Byungchan yang akan menceritakannya ke Seungsik.
"Udah deh, apa susahnya sih move on ? daripada lo nyesek mulu dikasih harapan palsu doang sama tuh cewek"
"Yeu lo mah gampang kalo ngomong!"
"Emang gampang!"
"Udah eh lo berdua kaga malu apa diliatin sama orang? heboh bener" ucap Byungchan yang akhirnya melerai keduanya, Seungwoo hanya meringis dan menunjukkan cengiran tidak bersalahnya ke Byungchan yang duduk disebelahnya.
"Gue gregetan sama temen lo Chan, bulol padahal gak pernah ada status!"
"Anjing!"
"Udah!" Byungchan menggelengkan kepalanya pusing, dua temannya ini lebih tua darinya, tapi sikapnya kerap kali seperti anak kecil dan membuat kepalanya sakit.
"Biarin aja lah Kak Ssik, nanti juga dia kapok sendiri, belum capek aja dia"
"Gue gak rela ya temen gue dimanfaatin!"
Byungchan menghela nafas, lalu memiringkan badannya agar menghadap Seungwoo sepenuhnya, yang ditatap juga balik melihat Byungchan dengan raut bingungnya.
"Respon dia pas lo kasih kado gimana Kak?" Senyum Seungwoo langsung melebar mendengar pertanyaan Byungchan yang hampir saja membuat Seungsik ingin melemparnya dengan botol air mineral yang ada di atas meja.
"Dia senyum, terus bilang makasih! hehe"
"Orang dikasih kado ya seneng lah bego!" Seungwoo mendapat satu toyoran keras dari Seungsik, dan tentu saja setelahnya teriakan protes mulai menggema di seisi kantin tersebut yang membuat Byungchan kembali menghela nafasnya dan memutar bola matanya malas.
"Nyerah gue kak, gak sanggup, bucin tolol emang"
"Byungchan! Kok lo gitu sih?!"
Seruan protes Seungwoo tidak ia hiraukan kembali, dirinya memilih menyibukkan dirinya ke ponselnya lalu menaruhnya kembali, Seungsik menangkap perubahan raut wajah kecewa Byungchan beberapa kali saat ada notifikasi masuk di ponselnya, seperti hal yang ditunggu tidak kunjung muncul di ponselnya.
“Gue mau beli gorengan, mau nitip gak?” Byungchan menggeleng pelan, begitupun dengan Seungsik, maka tidak butuh waktu lama Seungwoo sudah melesat menjauhi meja mereka.
“Masih nungguin aja”
Byungchan yang sedang meminum es teh manisnya seketika terhenti dan menatap Seungsik sekilas.
“Gak. Biasa aja”
Seungsik tertawa pelan, “Aduh, Chan.. lo sama Seungwoo tuh sama aja tau gak, bulol!”
“Sok tau!”
“Ck, gue tau ya lo masih nungguin kabar itu orang gak jelas, please lah Chan, udah mau satu tahun dia ngilang, ngapain sih lo tungguin?”
Byungchan berdecak, memang ia tidak bisa berbohong pada Seungsik sekalipun.
“Gue bukannya ngarep apa-apa ya kak.. Cuma penasaran aja kenapa dia bisa seenak itu ngilang tanpa kabar”
“Terus kalau tiba-tiba dia balik, lo mau maafin?”
Byungchan terdiam, jujur saja ia bahkan tidak pernah terpikirkan hal itu, sudah hapir satu tahun orang itu menghilang tanpa kabar, bahkan seluruh media sosialnya menghilang, tidak mungkin kan orang yang ia tunggu kabarnya setiap hari tiba-tiba muncul kembali di hadapannya.
“Tuh kan bener! Lo sama Seungwoo tuh sama-sama bulol”
“Beda ya! Kalau gue wajar lah karna pernah pacaran, lah Kak Woo pacaran juga kaga tapi bucinnya udah tingkat dewa!” Gerutu Byungchan.
“Apa nih gue dibawa-bawa? Ngegibahin gue mulu lo berdua”
Baik Byungchan maupun Seungsik langsung menutup mulutnya rapat-rapat, lalu menunjukkan cengiran tak bersalahnya.
“Hehe enggak” Byungchan segera membereskan barang-barangnya dan memilih beranjak dari situ, tidak mempedulikan panggilan Seungwoo yang baru saja kembali sehabis beli gorengan.
Byungchan hanya melambaikan tangannya sembari menjauh, memberi isyarat kalau ia harus menghadiri salah satu matkul tambahan. Setelah cukup jauh, dirinya kembali mengecek ponselnya, membuka chat room yang sudah beberapa tahun belakangan selalu ia pinned dan berakhir ia kembali menghembuskan nafas kecewanya.
‘Masih gak ada kabar ya?’
--
