Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 2 of all's fair in love and war
Stats:
Published:
2021-03-09
Words:
338
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
16
Hits:
300

day ii; school

Summary:

Maybe we'll meet again, when we are slighty older and our mind less hectic. [ for LeviHan Week 2021 day 2 ]

Notes:

Disclaimer: All characters belong to Hajime Isayama. But this story purely mine. I don't take any material profit from this work. It's just because I love it.

Warning: drabble, au, miss typo(s), and other stuffs.

Note: dedicated for LeviHan Week 2021. for more stuffs let's check under the hashtag #LHWeek2021 or levihanfess on twitter ;)

Work Text:

.: all's fair in love and war :.

.

( drabble collections for LeviHan Week 2021 )

.

.


day ii; school

maybe we'll meet again, when we are slighty older and our mind less hectic

Ciuman pertama mereka terjadi selang beberapa lama ketika bel pulang sekolah berdering, murid-murid menyebar meninggalkan kelas, dan sekolah hampir kosong di waktu senja yang terlampau terlambat datang.

Levi menemukannya di pojok kelas, tertidur dengan earphone terpasang di telinga sebelah. Sayup-sayup ia mendengar Yellow terputar dan Levi yang sudah siap pulang tiba-tiba saja mendapat dorongan entah dari mana untuk menghampirinya.

Secara teknis, Hanji Zoe bukanlah seseorang yang pernah Levi prediksi kehadirannya. Mereka terlampau beropisisi dan Levi membenci segala bentuk berlebihan yang diuarkan oleh gadis itu. Untungnya, ia pintar, dan itu adalah satu dari sebagian kecil hal penting yang pada akhirnya membuat Levi sedikit-banyak mengatensi gadis itu selama hampir tiga tahun di sekolah menengah atasnya.

Tapi, sore itu, mungkin berbeda. Mungkin Levi terpengaruh senja yang menjingga dan suara Chris Martin yang masih mendendangkan Yellow (your skin, oh your skin and bones, turn into something beautiful), dan sederet fragmen di mana kepalanya kemudian penuh akan bayang-bayang Hanji Zoe yang tersenyum, dengan mata cokelatnya yang seterang bintang, dengan tawanya yang sehangat mentari, helai rambutnya yang sepekat malam berbintang, dan ujarnya yang selalu Levi ingat, "Ketika dewasa nanti, mungkin akan menyenangkan jika kita bisa bertemu lagi, ya, Levi? Kita akan mengobrol banyak hal, tentang mimpi-mimpi yang telah tercapai, tentang masa-masa sekolah yang tak terlupakan, tentang kau yang tak pernah menyukaiku karena selalu menyaingi peringkatmu hahaha."

Begitu saja, Hanji tertawa dan Levi tak membutuhkan alasan apa pun lagi untuk melihatnya.

Maka begitulah, bersamaan outro Yellow yang hampir habis, langit jingga yang menggelap, sekolah yang semakin kosong, Levi mendekatkan wajahnya, merasakan presensinya, mengecup lima detik belah bibir di hadapannya.

Dan berbisik, "Mari berjanji untuk kembali bertemu di masa depan, mata empat.

maybe we'll meet again, and i'll be right for you and you'll be right for me.

.

.

[]


a/n: Yellow milk coldplay, potongan poem diambil dari akun poetsandwriters on instagram. see u on the next chapter ;)

Series this work belongs to: