Work Text:
.: all's fair in love and war :.
.
( drabble collections for LeviHan Week 2021 )
.
.
day iv; office life/neighbourhood
we weren't just friend.
Levi mengingat malam-malam di mana Hanji akan mengetuk jendela kamarnya, berpiama dan tanpa alas kaki dengan kuncir rambutnya yang mengendur, "Boleh aku tidur di sini, Levi?"
Levi tidak akan menjawab, tapi Hanji mengerti dan ia akan mendorong jendelanya ke dalam, memasuki kamar Levi yang remang dan mengambil tempat di sebelahnya.
Levi akan membagi selimutnya, membagi bantalnya, membagi malam-malamnya. Ia suka menghirup aroma Hanji yang seperti pewangi pakaian. Ia suka memerhatikan wajah itu sampai terlelap, sampai terang bulan berganti pagi, sampai alarmnya berdering dan Hanji menutup wajah dengan selimut sepenuhnya.
Di malam-malam lainnya, mereka akan berkonversasi hingga pagi. Tentang Hanji yang lelah dengan tanggung jawabnya sebagai pimpinan langsung di kantor, tentang Levi yang dipromosikan oleh pamannya sendiri, tentang hal-hal sederhana yang luput dari pandang-pandang Levi, tentang relasi mereka yang tak akan pernah terdefinisikan.
Mungkin, mungkin peran Levi hanya sebagai penghibur di malam hari, pendengar setia keluh kesah after office-nya yang menggila. Tapi, terkadang, Levi pikir ia tidak apa-apa. Selama Hanji masih tinggal di sebelah rumahnya, selama Hanji masih mendatanginya di tengah-tengah malam, selama Hanji terlelap sambil memegang jemarinya, selama ia masih bisa menghabiskan waktu bersama wanita itu.
Levi tak apa. Ia masih tidak akan mengunci jendela kamarnya. Berharap Hanji datang dengan piama dan rambut berantakan, dan senyum lelah namun tulus di belah bibirnya.
Begini saja sudah cukup.
Bagi Levi, segalanya cukup.
.
.
[]
