Actions

Work Header

Midnight snack

Summary:

Gene yang kelaperan dan Nubsib yang buru-buru pulang

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:


Gene agak gelisah malam ini. Gimana enggak deadline sudah mepet dateng dan kepalanya kosong inspirasi. Berkali-kali dia mencari ide, berkali-kali pula mereka lari dari kepala Gene.

Kesal Gene memutuskan untuk rebahan saja. 

Harusnya di malam memuakkan begini dia bisa ajak si Nubsib jalan-jalan keliling cari makanan. Food is life saver. Sejelek apapun mood-nya asalkan ada makanan semuanya bakal terasa baik-baik saja. 

Sayangnya Nubsib nggak ada.

Sayangnya Nubsib lagi syuting drama. 

Mau kesal sama siapa kalau sudah begini caranya? Gene mau telepon Pin juga dia udah ketiduran. Pasti dia ngoroknya kenceng deh. Gene jamin. 

Beberapa saat sebelum kelopak matanya tertutup rapat Gene mendengar suara gemerusuk yang berasal dari pintunya. Tak lama terdengar suara knob pintu ditekan dan voila manusia yang sudah Gene tunggu kedatangannya kembali menampakkan diri.

"Kamu pulangnya cepet?" Nubsib ketawa. Aduh ketawanya manis sekali. Gene mendadak full deh perutnya. 

"Iya, aku ada firasat kamu lagi ngomel sendirian. Makanya aku minta driver ngebut biar cepet sampe." 

Pacar pengertian. 

Gene ambil sikap cepat tanggap. Dengan sigap dia meraih hoodie yang ada di gantungan belakang pintu, memakainya terburu-buru, begitu selesai kunci mobil dilesakkan begitu saja ke sakunya. Dengan muka sumringah Gene menarik tangan Nubsib keluar lagi dari apart. 

"Kebiasaan deh nggak ngebiarin aku ke kamar mandi dulu," Nubsib cemberut. Pacarnya ini tabiatnya susah diganti deh kalo sudah niat max. 

"Hehe maaf," Gene kemudian membukakan pintu untuk Nubsib sebagai tanda permintaan maaf. Setelah keduanya siap dengan seatbelt di depan dada Gene melajukan kendaraannya membelah kepadatan Bangkok. 

***

"Ayo buka mulutnya lebar-lebar," tangan Nubsib sibuk ngarahin sendok ke bibir Gene. Sekarang giliran Gene yang cemberut setengah mati. Masa susah-susah keluar ujungnya berhenti di convenience store? 

"Ngambek lagi ya aku?" Nubsib terkekeh liat Gene ngambek untuk yang kedua kalinya di hari itu. 

"Kenapa coba? Keluar udah. Jajan udah. Apa yang kurang?" 

"Aku maunya seafood. Maunya jajanan pinggir jalan. Kenapa belinya mi cup gini?" 

Nubsib balas mengusap puncak kepala pacarnya itu. Yakin deh semisal ada visual asapnya sekarang kepala Gene udah di hampir meledak. 

"Maaf Gene. Aku takut jam segini masih banyak fans berkeliaran di pasar malem. Ini kan weekend. Tahu kan muda-mudi Bangkok doyan ngapain kalo malem minggu?" 

Ah iya. Gene bisa-bisanya sih lupa kalau Nubsib itu nggak bisa bertingkah seenaknya di saat series-nya tayang. Nanti kalau ada rumor nggak sedap muncul siapa yang rugi? Tentu tim produksi. Jelas Gene nggak mau itu terjadi. 

"Maaf ya sayang, besok-besok kalau ada waktu break aku janji bakal sekalian ajak kamu main jauh. Nginep kemana yang kamu mau." 

Ucapan Nubsib ditutul dengan cubitan kecil pada hidung Gene. Selesai sudah amarahnya. Gene cuma bisa senyum-senyum malu nerima janji pacarnya. 

Notes:

my first work heree :D thanks for reading!

Series this work belongs to: