Work Text:
Changmin gak bisa berhenti cemberut karena harus mikirin cara apa lagi supaya Younghoon sadar kalau Changmin mau lebih dari pegangan tangan. Chanhee yang lagi sibuk sama printout materi di tangannya pun berhenti belajar karena temennya yang keliatan frustasi itu ngehela napas keras.
"Apa sih lo ngehela napas kaya banyak hutang."
"Gue bingung."
"Bingung apaan?"
"Gak ah, ntar lu ketawa."
"Gue berteman sama lo dari jaman orok, udah hapal sama semua kelakuan aneh lo. Jadi kalo pun gak lucu, gue tetep ketawa sih."
"Anjing."
"Astaga ngomongnya kasar."
"Kucing dan babi adalah nama hewan."
"Jangan mengalihkan pembicaraan, Ji Changmin!"
"Gue sama Kak Younghoon kan udah pacaran 6 bulan tuh. Tapi gak pernah lebih dari pegangan tangan."
"Jadi lo belom ciuman sama beliau?"
"Bisa gak sih lu ngomongnya gak usah pake teriak? Ini di kantin."
"Lagian lo aneh banget. Yang lain pada sibuk belajar besok udah mulai UAS, tapi lo mikirin yang begitu."
"Tetep gue sedih!"
"Iya, mending sekarang lo belajar biar liburan ntar tenang."
"Lu jadi temen gak ngasih solusi."
Gak seperti yang dibilang Chanhee di awal, dia cuma bisa geleng kepala pas tau alasan dari ekspresi penuh bebannya Changmin. Sedangkan Changmin balik cemberut sambil ngeluarin printout materi dari tasnya buat dibaca.
Minggu ujian yang rasanya kaya badai di laut udah lewat. Sekarang saatnya Changmin dan kawan-kawan liburan. Buat semester ini, semua setuju buat liburan di rumah kakeknya Younghoon di pedesaan. Changmin pernah kesana sekali sebelum mereka berdua resmi pacaran. Gak tau juga kenapa dia nurut ikut ke tempat yang jaraknya 5 jam perjalanan walau udah lewat tol.
"Muka kamu kok pucet? Kenapa?"
"Engga kok." Younghoon sebenernya pengen nanya lebih banyak, tapi karena yang lain rusuh dia lebih milih diem dan narik Changmin ke dalem pelukannya.
"Ntar di mobil tiduran aja ya? Kepalanya di pangkuan aku."
"Ntar makin pusing."
"Yaudah duduk di pangkuan aku kalo gitu."
"Ntar kaki kakak kram."
"Engga. Nanti kalo kram aku pindahin kamu ke kursi."
Akhirnya beneran Changmin duduk di pangkuan Younghoon dengan tangan meluk leher pacarnya dan kepala yang disimpen di bahu lebarnya Younghoon. Pelan-pelan, Younghoon ngempok-ngempok pantat Changmin.
Chanhee yang duduk di kursi depan bareng Kevin jadi prihatin ngeliat Changmin. Bisa-bisanya Changmin jadi sakit karena mikirin cara biar Younghoon peka. Chanhee sebenernya pengen ngasih tau Younghoon, tapi takut diamuk Changmin. Jadi otaknya yang super itu cari cara biar bisa bantu Changmin tanpa harus terang-terangan bilang.
Perjalanan hari ini ternyata cuma makan waktu 4 jam. Satu jam lebih cepat dari perkiraan. Changmin yang mukanya makin pucet dibawa lebih dulu masuk ke dalam rumah kakek Younghoon dan ditidurin di kamar Younghoon waktu kecil dulu (ya sampai sekarang juga sih). Sedangkan yang lain sibuk ngeluarin barang dari mobil. Chanhee dari jauh cuma bisa ngehela napas pelan pas ngeliat tangan lemesnya Changmin.
"Aneh, cuma gara-gara pengen ciuman bisa sampai sakit kaya gitu."
Lalu muncul ide keren di otak Chanhee. Ah, ide kerennya ini gak mungkin gagal.
Setelah semalem pada tepar dan istirahat, hari ini semua pada ikut kakeknya Younghoon berkebun. Keren.
Ada kolam ikan lele juga di pinggir rumah, rencananya mau lomba mancing habis berkebun. Yang paling sedikit nangkep ikan disuruh mencuci piring nanti malam. Changmin yang udah lebih seger juga ikut berpartisipasi padahal sama Younghoon gak dibolehin. Tapi daripada ngamuk jadinya pengawasan Younghoon lebih ketat 3 kali.
Chanhee juga udah memantapkan jiwa mau melancarkan aksinya yang udah dia kasih tau ke Kevin sebelumnya. Tapi sepertinya rencana cuma rencana. Tiba-tiba aja Sunwoo nyeletuk bertanya sama Changmin,
"Kak Changmin, katanya lo sakit gara-gara mikirin cara minta dicium Kak Younghoon ya?"
Dalam hati, Chanhee pengen banget mukul kepala Sunwoo, terus tau darimana coba pacarnya yang super nyebelin itu soal beginian. Di pinggir Chanhee, Kevin berusaha mengendap-endap lari dari pukulan Chanhee. Changmin agaknya panik pas ngeliat Younghoon yang berusaha mendekat.
"JANGAN KESINI! SUNWOO BOONG!"
"Reaksi lo aneh tapi."
Jaehyun kompor!
"Changmin, astaga, beneran?"
Akhirnya Younghoon nanya sambil ketawa kecil bikin Changmin pengen nangis karena malu banget. Akhirnya dia kabur, pokoknya lari walaupun gak tau mau kemana. Younghoon cuma diem doang ngerasa Changmin perlu waktu sendiri.
Hari udah mulai sore tapi Changmin belum juga pulang. Di deket kolam lele; Sunwoo, Kevin, dan Jaehyun dijejerin buat dihukum dengan berlutut dan angkat tangan kaya anak sekolah kalo buat salah.
"Chanhee, udahan dong."
"Kalo ngomong lagi gue tambah 15 menit!"
"Gua cari Changmin dulu ya."
Younghoon akhirnya keluar untuk cari Changmin. Tapi setelah sejam jalan keliling desa, Changmin masih gak keliatan. Younghoon takut Changmin kabur ke hutan dan gak tau jalan pulang.
Karena capek jalan, Younghoon mutusin buat istirahat di ayunan di bawah pohon. Dulu waktu kecil, Younghoon setiap hari pasti kesini kalo lagi liburan di rumah kakek. Baru juga duduk 2 menit, tiba-tiba ada sepasang kaki ngegelantung dari atas pohon bikin Younghoon auto jatuh dari ayunan. Tadinya Younghoon mau teriak, tapi pas diliat-liat itu kakinya Changmin. Younghoon coba naik ke atas pohon dan duduk di sebelah Changmin, bikin pacarnya yang kecil itu hampir jatuh lompat dari atas pohon kalo gak dipegangin.
"KAK YOUNGHOON?!"
"Astaga, gak usah teriak-teriak, sayang."
"Jangan panggil aku sayang!"
"Terus apa? Sayang sounds right."
"Sunwoo boong!"
"Iya, Sunwoo boong. Udah dihukum sama Chanhee di pinggir kolam lele."
Terus dua-duanya diem. Angin sore bertiup ke wajah keduanya bikin rambut mereka kaya terbang-terbang. Younghoon narik Changmin ke dalam rangkulan tangannya bikin Changmin bersandar di bahunya.
"Tapi kayanya kita gak pernah ciuman gak sih?"
"Kak Younghon ih! Jangan dibahas."
"Sebenernya aku pengen cium kamu dari dulu tapi takut digampar, hahahaha."
"Aku gak sejahat itu, please."
"Jadi kalo aku minta cium sekarang, boleh gak?"
"KAK!!!"
"Tuhkan."
"Aku kaget tau!" Tiba-tiba tangan Changmin yang ada digenggaman Younghoon jadi dingin dan berkeringat.
"Kamu sakit lagi?"
"Itu tanda gugup, astaga!"
"Oh, siap-siap dicium ya?"
Baru juga Changmin mau mukul Younghoon pake tangan yang satunya, tapi Younghoon lebih cepet dan ngecup bibir Changmin. Bikin yang lebih kecil shock.
"Kamu kalo mau apa-apa, bilang ya. Soalnya aku gak ngerti kalo dikasih kode begitu."
"KAK YOUNGHOONNNN!!!"
Terus habisnya Younghoon ngecup seluruh bagian wajah Changmin karena gemes. Dari jauh, ada Chanhee dan kawan-kawan yang berusaha nyari Younghoon sama Changmin karena ilang terlalu lama. Siapa sangka kalo mereka malah ketemu orang pacaran di atas pohon bareng langit sore dan angin sepoi-sepoi?
FIN.
