Work Text:
“Denger-denger, kamu naksir aku. Benar?”
Takumi membulatkan matanya. Tidak dapat menahan rasa terkejut setelah sang kakak kelas bertanya to the point.
Demi apapun, Takumi rasanya ingin menceburkan diri sekarang juga. Keigo—si kakak kelas—entah ada angin apa, tiba-tiba duduk di hadapannya.
“Nama kamu siapa?”
Bahkan ketika Keigo bertanya, Takumi masih sibuk dengan pikirannya.
Sang senior pun terkekeh. Membuat para siswa yang berada di sana menjerit. Seketika mereka lupa jika sedang berada di perpustakaan.
“Halo?”
Keigo melambaikan tangannya di depan Takumi. Laki-laki itu menjatuhkan pulpen yang sedari tadi ia gigiti karena gugup.
“Eh? Iya, Kak?”
Lagi-lagi Keigo terkekeh.
Takumi dibuat memekik. Benar-benar kelepasan.
Keigo benar-benar terlihat tampan dengan ekspresinya itu.
“Kawanishi Takumi. Benar?”
“Iya?”
“Namamu.”
Takumi mengangguk pelan. Agak canggung setelah petugas perpustakaan memperingatinya barusan.
“Benar kamu naksir aku?”
“Iya, Kak?”
“Aku tau dari teman-temanmu. Naksir kah? Suka banget?”
Takumi merasa pipinya memanas saat itu juga. Rasanya warna merah muda menjalar hingga telinga anak itu. Takumi benar-benar salah tingkah, juga malu.
“Kenapa, Kak?”
“Kalau ternyata aku juga suka kamu, gimana?”
Hilang sudah kewarasan Takumi. Anak itu membenturkan kepala ke meja karena dibuat gila.
Bagaimana tidak? Kakak kelas yang ia taksir, secara tiba-tiba menyatakan perasaan, dengan enteng pula.
Iya, ini bukan prank. Keigo serius.
“Jangan bercanda, Kak. Aku baper,” kata Takumi dengan suara yang pelan. Ia masih menghadapkan wajah ke bawah karena malu.
Keigo terus menatapnya dengan senyum. Jantung Takumi seperti akan meledak.
“Gak ada yang bercanda, aku serius.”
Perlahan, anak itu mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke mata Keigo.
Sial. Dia malah kehilangan fokus.
Keigo benar-benar tampan.
“Takumi, kamu jurusan IPA, kan? Aku mau tanya, boleh?”
Laki-laki itu hanya mengangguk.
Sungguh, ia tidak sanggup berlama-lama dengan Keigo. Wajahnya sudah terlihat seperti kepiting rebus.
“Kamu tau gravitasi itu apa?”
“Gaya tarik menarik yang terjadi di alam semesta.”
“Kalau aku?”
“Hah?”
“Gravitasi membuat semua benda tertarik ke tanah. Kita ini ada di alam semesta, kan? Bedanya, aku justru tertarik sama kamu.”
Takumi mengerjapkan matanya. Ia bingung.
“Mau jadi pacarku?” sambung Keigo.
Oke, Takumi hanya paham pernyataan barusan.
Keigo mengedipkan sebelah matanya, kemudian beranjak. Membiarkan Takumi sibuk berpikir dengan gombalannya tadi.
Tapi setelah itu ia sadar, Keigo meninggalkan secarik kertas yang berisikan nomor ponsel, dengan tulisan:
'Jangan lupa telpon aku nanti malam ♡'
Takumi benar-benar dibuat gila hari ini.
