Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 2 of Make Love to Human AU
Stats:
Published:
2021-05-11
Words:
1,457
Chapters:
1/1
Kudos:
74
Bookmarks:
1
Hits:
1,905

Jeongguk's Thoughts

Summary:

What's on Jeongguk's mind?

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

 

 

Jeongguk tak pernah menyangka jika akan banyak orang yang mencintai musik video mereka. Terakhir rekor views YouTube terbesarnya dalam 24 jam adalah 53 juta kali ditonton, dan mendapat angka 78 juta di hari berikutnya.

Ia pada awalnya mengira jika ini akan menjadi sebuah kontroversi karena—pada dasarnya—Korea Selatan masih memandang tabu hubungan sesama jenis. Saat itu, entah apa yang membuatnya serta-merta bersedia menjadi lawan main pria lainnya, Taehyung. Walaupun ia bukan seorang homophobic, harusnya saat itu ia juga memikirkan reaksi penggemarnya.

Akankah mereka marah karena ia bersama seorang pria lain? Apakah mereka akan berbalik benci padanya—dan juga Kim Taehyung? Bagaimana jika pandangan orang-orang berubah terhadapnya dan Taehyung jika mereka berdua membuat video percintaan bersama-sama?

Tapi beruntungnya, para penggemar tak ada yang memprotes dan malah ikut mencintai karya partner kerjanya tersebut. Jeongguk jarang melihat sosial media, namun terakhir kali ia melihat Twitter, kata 'KOOKV' berada di urutan pertama trending dunia selama beberapa jam.

Jeongguk dan V—Taehyung?

Hal itu membuatnya ingin mengklik keyword tersebut dan mencari tahu apa saja isinya. Di urutan teratas ada tangkapan-tangkapan layar oleh penggemar yang berasal dari MV dan diberi caption: aku suka mereka bersamaaa!!! Ya ampun, apa nama kapal ini? KOOKV?

Kemudian tweet lainnya menampakkan gambar tubuh bagian atas Kim Taehyung yang polos; tak tertutup apa pun selain hiasan permata hingga dadanya. Melihat itu, Jeongguk tiba-tiba merona, seketika kembali menggulir layar ke bawah.

Ada beberapa gambar yang terlihat mirip Twitter—lengkap dengan profil akun miliknya dan juga Taehyung—serta aplikasi chat. Pasti fake, Jeongguk pikir. Namun reaksi netizen pada tweet itu cukup banyak. Jeongguk membaca caption-nya.

Taekook - Kookv AU

Taehyung memutuskan bekerja selulusnya dari SMA, sebagai pegawai biasa di sebuah salon rambut. Ia tak pernah menyangka akan ditaksir oleh anak si pemilik salon, Jeon Jeongguk, seorang pelajar SMA yang diam-diam juga membuatnya suka.

Jeongguk mendengus sekaligus terkekeh, dan lanjut menggulir layar ponselnya.

Lalu ia mendapati sebuah postingan video entah apa, dan memutarnya. Ini terlihat seperti fan edit, karena suara yang digunakan bukan merupakan suara original, melainkan telah diedit sedemikian rupa, serta menggunakan filter gelap yang membuat—Ya Tuhan!

Jeongguk refleks melempar ponselnya entah tak jauh dari tempatnya duduk, nyaris menyesal karena telah menonton video tersebut, karena—siapa yang mengira—bahwa akan diselipkan adegan dewasa yang tak pernah ada dalam video musik itu?

Di mana sepersekian detik yang amat cepat namun jelas, adegan dua orang pria dewasa yang salah satunya memasuki pria lainnya.

Bukannya ia sok suci, namun melihat video tersebut rasanya tak pantas dan terlalu vulgar, apalagi tanpa diberi peringatan sebab berisi konten dewasa. Ditambah lagi fan editor tersebut tidak memblokir akun asli para artis yang menyebabkan ia—dan mungkin Taehyung—bisa melihat postingan itu. Bukannya tak sopan?

Jeongguk sandarkan kepala pada bantalnya, tak memikirkan di mana ponselnya mendarat, ia pejamkan mata dengan tenang, rasakan aroma vanilla yang dihasilkan diffuser penuhi ruang kamarnya. Untuk beberapa saat ia berpikir, bukankah aroma tubuh Kim Taehyung juga seperti ini? Wangi vanilla dan sedikit kesegaran mint, begitu menguar dan memabukkan sewaktu Jeongguk menciumi lehernya hari itu.

Ah ... Hari itu ...

Jeongguk teringat sewaktu melihat Kim Taehyung dibantu para kru untuk berjalan saat lelaki itu telah memakai kostumnya. Dan Jeongguk sebelumnya tak pernah membayangkan, jika melihat Kim Taehyung dalam balutan kostum indah tersebut, akan membuat jantungnya berdebar lebih kencang. Panas seketika hampiri pipinya, kala ia melihat dengan jelas bagaimana indahnya bahu lebar Kim Taehyung terekspos, juga dadanya yang sedikit membidang dihiasi permata-permata cantik, collarbone tercetak sempurna yang membuatnya terlihat seksi, perutnya yang lucu, serta pinggangnya yang ramping terlapis sisik palsu yang gemerlapan di bawah sinar matahari.

Jeongguk tak pernah tahu jika ia selemah ini.

Take pertama mereka di pantai tersebut adalah saat Taehyung dengan susah payah membawa tubuhnya ke daratan. Dan pada pengambilan shoots berikutnya ia hanya terpejam, padahal Jeongguk tak sabar ingin segera bertatapan dengan mata indah yang tadi ia lihat sekilas itu.

"Aku melihat malaikat sekarang ini." 

Jika ada makhluk yang lebih indah dari malaikat, maka itu pastilah Kim Taehyung, Jeongguk mencamkan.

Ia senang berdekatan dengan Taehyung. Lelaki itu memiliki aura hangat yang membuatnya nyaman, juga aroma tubuhnya yang memabukkan buat Jeongguk hilang akal sesaat. Bahkan kata "Cut—" dari sutradara tak diindahkan. Seharusnya, tak perlu ada adegan ciuman, karena dalam naskah dituliskan bahwa mereka hanya akan mengambil gambar bagian bahu keduanya yang semakin mendekat, namun apa daya, Jeongguk terbawa suasana hingga benar-benar mencium lelaki itu. Kemudian sesaat setelahnya ia tersadar dan hampir-hampir menarik diri. Namun, bibir manis milik Kim Taehyung balas menciumnya dengan lembut, buat ia kembali terhanyut dan bertanya-tanya: apakah ini mimpi? Atau aku benar-benar telah di surga? Karena, sumpah, Jeongguk tak pernah mendapatkan bibir semanis dan selembut ini sebelumnya.

Di waktu lainnya, tautan bibir mereka terlepas tanpa arahan sutradara, mata Jeongguk menatap lelaki itu sedemikian dalam, begitu memuja terlepas dari aturan yang tertulis dalam naskah. Kemudian di waktu yang sama pula, keduanya saling menyunggingkan senyum, sebelum kembali menyatukan belah bibir mereka. Lebih dalam, lebih panas.

Tangan menyentuh di sana-sini, membuat sang lawan mainnya melenguh di depan bibirnya. Panas, melebihi cuaca pantai siang ini. Dan entah untuk keberapa kalinya, suara lantang sang sutradara—pada akhirnya—menyadarkannya.

Kenapa? Apakah ia melakukan kesalahan?

Alisnya sedikit mengerut saat menatap Kim Taehyung yang juga tengah menatapnya, Jeongguk bertanya lewat ekspresi: apa yang barusan salah?

Sedikit tergoyah kewarasannya saat melihat bibir Kim Taehyung yang semakin memerah, Jeongguk berbisik seraya satu tangannya kembali terangkat, menangkup lagi pipi kiri lelaki itu, "Ayo coba lagi."

Kemudian dua bibir itu kembali bertemu, menyapu halus, dan terkunci seolah ini merupakan ciuman mereka keratusan kali. Isapan-isapan kecil berubah menjadi jilatan dari lidah yang muncul malu-malu, membelai lembut bibir pasangan mainnya.

"Ya Tuhan ...."

Jeongguk dengar keluhan dari sutradara namun ia tak hentikan kegiatannya. Malah berpikir, apa ini masih belum bagus? Apa ciuman mereka masih terlihat kaku?

Persetan naskah, Jeongguk benar-benar lupa jika tak ada adegan ciuman di dalamnya.

Terlepas, Jeongguk menatap lensa kontak berwarna biru yang terpasang di mata Kim Taehyung yang menambah kecantikannya hari itu, ia menatap penuh arti, seolah benar-benar ingin meminta izin untuk melakukan 'hal lain' yang menurutnya akan lebih terlihat natural. Lalu kedipan lembut disertai senyuman tipis lelaki itu dianggapnya persetujuan, dan jemari Kim Taehyung yang slightly menarik pakaiannya buat ia sedikit lebih bersemangat.

Detik berikutnya, mereka bertemu lagi.

Dengan cara yang lebih natural, mengikuti naluri, dan tak menyadari sutradara yang telah geleng-geleng kepala memperhatikan mereka.

 

 

 

 

 

"Anda akan mengikuti dua comeback stage pertama, dan sisanya Kim Taehyung akan tampil bersama dancer kami."

"Maaf?" Jeongguk sedikit terhenyak di tempat duduknya, lamunan seketika buyar.

"Kami khawatir tentang kesibukan Anda. Kami tidak akan memaksa jika Anda tidak setuju dan tidak akan tampil di panggung bersama artis kami, Kim Taehyung. Mungkin kami akan gunakan dancer kami saja hingga minggu kedua promosi album ini berakhir."

Jeongguk memasang wajah panik, yang agak berlebihan. "Tunggu—maaf, maksud saya—tidak, saya sedang tidak memiliki jadwal khusus atau kesibukan akhir-akhir ini untuk beberapa pekan ke depan .... Jadi saya tidak masalah jika menemani Kim Taehyung-ssi di panggung."

"Oh, tidak, tidak," kata manajer Kim Taehyung. "Anda hanya akan ikut dua perform saja, sisanya biar dancer kami yang gantikan."

"Dan menggendong Kim Taehyung dan—"

"Tentu."

"Kalau begitu," Jeongguk menjeda, "biarkan saya mendampingi semua perform Kim Taehyung-ssi."

Karena Jeongguk tidak rela adegannya diganti orang lain, bisa-bisanya!

Pihak Kim Taehyung berdeham, Jeongguk pikir, kemungkinan budget untuk bayarannya akan bertambah lagi. Jadi ia cepat-cepat katakan, "Jangan khawatirkan bayaran, yang tertulis di dalam kontrak sudah cukup."

"Kami tidak khawatirkan bayaran sama sekali, Jeongguk-ssi," suara lembut disertai kekehan ringan serta-merta menghentak dadanya, secara membahagiakan. Kim Taehyung yang barusan berkata, Jeongguk nyaris pingsan saat mata mereka melakukan kontak. "Kami hanya khawatir jika perform ini akan mengganggu kesibukan kamu,"—kamu, duh. Mendengarnya langsung buat Jeongguk meleleh.

"Sama sekali tidak akan, Taehyung-ssi." Ia beri senyuman paling tampannya pada lelaki itu. "Jadi, kapan comeback stage pertama kamu?"

"Dalam empat hari, kita punya waktu untuk latihan koreografi."

"Sounds great." Jeongguk tersenyum cerah sekali. 

Diam-diam, orang-orang di sana merasa terabaikan. Dua lelaki itu bercakap-cakap seolah hanya mereka berdua di sana. Ya ampun.

"Oh ya ..., boleh saya tanya?" Jeongguk melihat mereka mengangguk; mempersilakan. "Um ... apakah di panggung nanti akan ada adegan ... itu?" Ia menyatukan kelima ujung jemarinya seperti bunga yang menguncup, kemudian menyatukannya dengan tangan lainnya, wajahnya sedikit memerah saat orang-orang memperhatikan bibirnya yang sedikit mengerucut. Adakah adegan ciuman lagi?

Seperti paham maksud Jeon Jeongguk, diam-diam mereka melengos, kecuali Kim Taehyung, yang Jeongguk lihat tengah melihat ke arah lain dengan bibir bawahnya yang digigit.

Ya Tuhan ... Jeongguk masih ingat rasa benda itu!

Tiba-tiba saja tenggorokannya kering, seseorang berdeham cairkan suasana. "Hm, maaf mengecewakan Anda, tapi—tidak ada adegan seperti di MV, kecuali adegan menggendong Kim Taehyung."

Kalimat sang koreografer benar-benar mengecewakannya. Sigh, Jeongguk mengembuskan napas, tak puas. Namun bayangan ia yang kan menggendong Kim Taehyung di atas lengan, dan bayangan akan kembali berdekatan dengan Taehyung, segera mengembalikan semangatnya.

"So, sampai jumpa di latihan besok, Jeongguk-ssi?"

 

 

Notes:

Read more

Series this work belongs to: