Chapter Text
Team 5A
Ada jeda beberapa detik saat telinga Bakugou Katsuki menangkap sebuah suara dari seseorang yang sangat ingin ia hindari.
Todoroki Shouto datang menghampiri Katsuki dengan tampangnya yang terlihat bodoh–maksud Katsuki itu menggemaskan tolong jangan salah paham.
Pemuda bersurai setengah putih-setengah merah tersebut sengaja mendatanginya untuk menanyakan sesuatu.
Shouto sebenarnya agak ragu, apakah ia bisa berbicara dengan lancar dalam artian tanpa adanya amukan, dengan manusia tempramen di depannya? Namun 80% keyakinan dari dalam dirinya menjawab tidak. Tetapi ini demi menjadi hero, ia harus bisa berkomukasi dengan baik, “Bakugou–“
“HAH!? NGAPAIN LO KESINI!?” Shouto agak menjauhkan mukanya dari amukan Kastuki, dan kedatangan Shouto sejatinya membuat Katsuki sangat kesal–dibaca senang.
“Aizawa-sensei masangin kita berdua untuk latihan quirk.”
“KENAPA HARUS SAMA GUE?? KENAPA LO GA SAMA YANG LAIN?”
“Waktu kemarin ambil undian, kamu dapetnya 5A ‘kan? Aku juga 5A. Nih,” Shouto menunjukkan sebuah bola putih digenggamannya bertanda ‘5A’ yang dicat warna hitam, kontras.
Katsuki kegirangan –di dalam hati tentunya– itu tandanya ia dan Shouto akan bersama selama pelatihan berlangsung. Tapi sekali lagi, tampang dan perilakunya berbanding terbalik dengan keinginan hatinya.
“Team 5A cepat ganti seragam, sebentar lagi latihan kalian akan di mulai.”
“Baik-sensei.”
Di ruang ganti kini hanya ada Katsuki dan Shouto, keduanya saling membelakangi satu sama lain itu pun karena Katsuki yang terlihat murka, ia tidak mau berhadapan dengan Shouto. Sebenarnya sih, ia hanya belum siap melihat Shouto yang bertelanjang dada di depannya.
Katsuki pun telah selesai mengganti bajunya. Ia sengaja mengganti pakaiannya sesegera mungkin karena tidak mau berada dalam satu ruangan bersama Shouto lebih lama.
“LO LAMA BANGET, HALFIE BASTARD.”
Shouto hanya balas berdeham, ia masih bertelanjang dada, posisinya saat ini untung saja masih membelakangi pemuda berambut ash blonde tersebut.
Terlihat oleh Katsuki kulit punggungnya yang pucat dan tubuh Shouto yang lumayan ramping, ia secara tak sadar ingin menyentuh kulit pucat Shouto dan ingin mendeteksi selembut apa kulit yang Shouto miliki.
Jari telunjuknya pun terangkat, hendak menyentuh kulit pucat yang terlihat lembut tersebut namun sang empunya tiba-tiba membalikan badannya. Katsuki terkejut.
PLAK!
“Aw, sakit! Kamu ngapain Bakugou?” Punggung Shouto tak sengaja Katsuki pukul. Ia reflek karena Shouto tiba-tiba bergerak.
Otaknya segera memperoses sebuah jawaban singkat, “Nyamuk.” Jujur saja Katsuki sudah tidak tahu ingin berbohong apalagi pada Shouto.
Shouto hanya mengangguk sambil ber-oh-ria. Ia sedikit heran sebenarnya, “Di ruang ganti perasaan gak ada bak yang isinya air kotor atau tempat yang gak bersih dan bikin nyamuk bisa bersarang. Udah ketangkap nyamuknya?” Ekspresi Katsuki yang tadinya menegang takut ketahuan berbohong langsung terlihat agak suram.
Katsuki tak mengira kalau Shouto akan mempercayainya dengan begitu mudah.
“GA TAU DAN GA PEDULI.” Katsuki berniat meninggalkan Shouto. Ia merasa malu lantaran hampir tertangkap basah ingin menyentuh Shouto.
Namun tak dapat dipungkiri kalau ia lelah, mengumpat dalam batinnya, kenapa lo bisa cepat tanggap pas analisis keadaan tapi di sisi lain lo juga oonnya kebangetan, argh!
“Makasih, Bakugou. Kalau kamu ga tangkap nyamuknya aku pasti bakal gatel-gatel.”
“BERISIK.” Mereka berdua pun kembali menuju ground beta dengan Katsuki yang tidak memberikan sedikitpun peluang kepada Shouto untuk berjalan di depannya.
<3
