Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationships:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2021-06-06
Words:
424
Chapters:
1/1
Kudos:
24
Bookmarks:
1
Hits:
304

(Inginnya) Pura-pura Lupa

Summary:

Jangan datang lagi, Cinta, bagaimana aku bisa lupa? Padahal kau tahu keadaannya, kau bukanlah untukku.
Jangan lagi rindu , Cinta, kutak mau ada yang terluka. Bahagiakan dia, aku tak apa, biar aku yang pura-pura lupa.

Notes:

Hetalia Axis Power © Hidekazu Himaruya-sensei. I don't own anything related the original series, this is fanwork, i borrowed the characters only for fun. I don't gain any profit from this fanwork. But i do own this story.

Another randomness after listening an Indonesian songs by Mahen "Pura-pura Lupa". Enjoy!

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

 

Netherlands pikir saat kakinya kembali menginjak Batavia--atau sekarang bernama Jakarta, ia akan melihat senyum yang dinantikannya. Bukan sebagai tawanannya lagi tapi sebagai sosok yang ia puja dan damba sekian lama. Dan bisa ia peluk mesra dan mereka bisa kembali merajut asa yang sempat terkandas di masa lalu.

Namun kenyataannya, mungkin hanya dia yang masih menyimpan cerita cinta sepihak itu. Karena di hadapannya kini, Indonesia sudah tersenyum lepas bersama cowok manis yang senantiasa memeluk Indonesia dengan mesra, Philippines.

Mungkin ia yang terlambat meluruskan keadaan. Bahwasanya cerita cinta itu bukan bermaksud membelenggu Indonesia tapi menawarkan kisah yang baru di lembar kehidupan mereka. Sama seperti perjanjian kerjasama bilateral mereka yang sudah jauh berkembang dengan baik. Namun sepertinya, cintanya tak direstui semesta. Terbukti dengan takdir yang tampaknya begitu tega meredam kembali asa yang dipupuknya di seberang benua, dengan keberadaan si manis yang selalu menjadi pusat atensi Indonesia.

Netherlands sendiri tak bisa menampik rasa cemburu yang terasa panas dan menyesakkan dada. Tapi mau bagaimana? Hatinya terpaut (sudah sejak lama) pada Indonesia, hingga terobsesi. Lalu akhirnya ia menyadari bahwa perasaan itu masih bisa diselamatkan, perasaan cinta untuk Indonesia. Namun sepertinya semua sudah terlambat. Dan kalau memang ia tak bisa memilikinya, mungkin sebaiknya ia pura-pura lupa.

"Holland!!!"

Indonesia menghampirinya dengan senyum yang paling Netherlands ingat, sumringah tanpa luka. Sama seperti ia dulu menemuinya untuk yang pertama. Mungkinkah ini karma?

"Kamu datang!"

Netherlands entah mengapa merasa sulit mengucapkan aksara, lidahnya seperti terkena mantra langlock milik cerita fiksi dari Negeri Arthur yang kesohor.

"Mas Indo!!!" Philippines datang menyusul. "Halo Sir Holland! Eh iya Mas, itu Sir Alfred dan Sir Arthur nanyain urusan hotel."

"Oh iya, ya udah sebentar. Holland? Yuk, sekalian. Aku tahu kamu masih hapal sama Jakarta, tapi Jakarta sudah beda lho. Nanti kamu nyasar." Indonesia mendekati Netherlands yang masih bingung merespon keadaan sekitar. Tangannya terangkat menuju telinga Netherlands. "Psst, di hotel sudah disediakan makanan favorit kamu lho, ada sate, gado-gado, oh kamu bilang kemarin mau nyobain coto makassar dan soto betawi juga kan? Aku udah mengajukan permintaan khusus buat cateringnya lho. Dijamin bakal manjain lidah kamu. Aku tunggu di hotel sama yang lain, ya?"

Lalu Indonesia berlalu begitu saja. Menyusul Philippines yang sudah asyik bercengkerama bersama Singapore, US dan England di sebelah sana. Meninggalkan Netherlands yang masih termenung mencerna segalanya, kini jadi dilanda gegana. Harus diapakan rasa cinta yang sudah terlanjur menggebu dalam dada ini?

.

.

 

"Jangan datang lagi, Cinta, bagaimana aku bisa lupa? Padahal kau tahu keadaannya, kau bukanlah untukku
Jangan lagi rindu, Cinta, kutak mau ada yang terluka
Bahagiakan dia, aku tak apa, biar aku yang pura-pura lupa."

 

End

Notes:

Hai hai, thank you so much for reading my story. Sorry for the randomness, but i hope you guys enjoy it hehehe.
See ya!

Rexa, signing out