Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Series:
Part 2 of konfirmasi
Stats:
Published:
2021-06-11
Updated:
2021-06-11
Words:
352
Chapters:
1/?
Kudos:
2
Hits:
30

pasca

Summary:

Sebuah antologi dari potongan-potongan cerita singkat setelah ikatan mereka terkonfirmasi.

Notes:

SKET Dance by Shinohara Kenta. I don't take any material advantage by writing this story.

Masing-masing cerita tidak saling berurutan dan posisinya acak.

Chapter 1

Notes:

(See the end of the chapter for notes.)

Chapter Text

i. bintang.

"Apakah kamu melihat bintang ketika terkubur di dalam tanah?" Momoka bertanya, mengutip lirik lagunya sendiri. 

Kazuyoshi tertawa. "Aku lihat, kok. Dan bintangnya adalah kamu. Kamu bersinar terang sekali, sampai-sampai cahayanya menembus tanah dan menyentuh kedalaman tempat aku terkubur."

 

ii. realisasi.

"Gimana kamu bisa sadar bahwa kamu cinta padaku juga?" Momoka bertanya. Dia masih sulit percaya bahwa Kazuyoshi bersamanya sekarang, setelah menolak pernyataan cintanya dengan mengatakan bahwa dia tidak akan jatuh cinta lagi.

Namun, di sinilah Kazuyoshi sekarang, memberi tahu Momoka bahwa dia mencintainya menggunakan suaranya sendiri dan mengutarakannya dengan sangat lembut. 

"Ketika aku sadar setiap kali aku merasa senang, aku juga ingin membagikan rasa senang itu hanya untuk membuat kamu tersenyum." Kazuyoshi berdeham dan mengalihkan pandangan. "Sebenarnya, itu terjadi sebelum kamu menyatakan perasaanmu padaku. Jadi, bukan 'cinta padamu juga.' Aku enggak tahu kamu sudah jatuh cinta padaku waktu itu."

 

iii. kacamata.

"Jadi," Momoka membuka percakapan, "kita mau ke mana?"

"Kamu akan tahu nanti." Kazuyoshi tersenyum sombong. "Tapi sebelum itu, enggak apa-apa kalau kita ke toko optik dulu?"

"Kenapa? Penglihatanmu memburuk lagi?"

Kazuyoshi menggeleng. "Aku mau ganti frame."

Mampu membaca situasi yang dialami, bahu Momoka langsung menegang. "Bukankah yang kamu pakai itu peninggalan mendiang adikmu?" Dia bertanya dengan hati-hati. 

"Tepat sekali. Frame yang ini punya mendiang adikku." Dia mengembuskan napas panjang selagi menyentuh kacamatanya. "Itulah alasan aku mau menggantinya. Aku siap untuk maju sepenuhnya."

Momoka tersenyum dan sebisa mungkin mencoba menahan jatuhnya air mata. "Aku senang sekali mendengarnya."

Senyum Momoka menular pada Kazuyoshi. Dia mengusap kepala Momoka selagi gadis itu menyeka matanya yang berkaca-kaca.

"Bantu aku memilih mana yang cocok, ya?" Dia menjeda dan berdeham. "Sebenarnya karena aku ganteng, aku yakin yang mana pun bakal cocok dan aku bakal kelihatan bagus ketika pakai itu apa pun yang terjadi, sih."

"Ugh." Momoka membersut. "Terserah, deh!"

 

iv. panggilan.

"Switch!" Momoka memanggil. Ketika sadar akan sesuatu, dia refleks membekap mulutnya. "Eh ..."

"Kazuyoshi," respons Kazuyoshi. "Panggil Kazuyoshi saja."

Momoka merona. "Aku belum terbiasa dengan itu. Tahu, 'kan, aku sudah panggil kamu 'Switch' sejak pertama kali kenal kamu."

"Ya sudah, panggil apa saja yang membuat kamu nyaman." Kazuyoshi mengedikkan bahu. "Tapi aku akan panggil kamu milikku."

Notes:

Yang terakhir berdasarkan lirik lagu Taylor Swift, tapi saya lupa judulnya apa.

Series this work belongs to: