Work Text:
Jaehyun itu aneh.
Tapi kalau aku bilang gitu, respons temen-temen yang lain malah, "Ih, Ochi mah nggak bisa lihat orang ganteng!"
Padahal beneran loh Jaehyun itu aneh. Kayak hari ini nih. Aku diseret si tiang ke kolam pancing Pak Ecul, tapi begitu udah di sana, dia malah bilang,
"Permisi Pak Ecul, Jaehyun mau lihat lipstiknya Bu Momo lagi!"
Rese, nggak? Ngapain ngebet banget lihat lipstik Bu Momo, padahal udah lihat ratusan kali di sekolah? Ya jelas digebuk Pak Ecul lah, istrinya dicariin mulu.
"Nggak puas kamu lihat istri saya di sekolah, Ehyun?" kata Pak Ecul sambil bawa pancingannya.
"Yaelah, Pak. Saya mau lihat lipstiknya aja. Bu Momo aja nggak ada di rumah kan, Pak? Lagi pada rapat di sekolah."
Pak Ecul lansung nurunin alat pancingnya. "Oh iya, ya," katanya, terus masuk ke dalam rumah yang ada di belakang kolamnya. Nggak lama, Ketua Persatuan Suami Takut Istri itu keluar sambil bawa beberapa lipstik Bu Momo.
"Foto aja. Ini harus saya balikin lagi pada kuilnya. Buru!"
"Ehh, iya, iya."
Habis puas motret, Pak Ecul lari ke dalam rumah sambil teriak, "Neng Ocha! Jagain Jang Ehyun yang bener biar nggak main lagi ke rumah saya!"
***
Jaehyun itu aneh.
Udah berapa kali aku ngomong kayak gini, masih aja nggak ada satu orang pun yang mau dengerin. "Ya ampun, Chi, kamu teh punya masalah apa sih sama Ecun? Dibicarain baik-baik atuh biar nggak tambah gede masalahna."
"Nggak ada masalah apa-apa, sih."
"Baikan pokoknya mah, ya?"
Kan. Lagi-lagi disuruh baikan, padahal mah emang baik-baik aja.
Aku kan cuma menyampaikan fakta kalau Jaehyun itu aneh.
Ya aneh aja kalau nggak belajar, sering keluyuran, tapi nilai UTS bisa seratus semua gitu. Tapi Jaehyun ketawa kalau aku bilang dia aneh gara-gara nilainya itu.
"Ya ampun, Rose pake taling. Aku belajar juga, lah. Abis subuh belajarnya," kata si tiang waktu kita berdua lagi nongkrong di taman deket komplek rumahku sambil nyeruput boba.
Aku mandangin Jaehyun ga percaya. "Emang bisa bangun sepagi itu?"
"Eh, si Rose mah ya," kata dia, "kan aku subuhannya jam enam, Chi." Abis itu dia ngakak. Aku tendang betisnya, tapi dia masih ngakak.
"Rose, kenapa kamu dipanggil Ocha atau Ochi?" pertanyaan random dari Jaehyun datang.
"Tadinya mama mau ngasih aku nama Rosa. Eh tapi petugas akta kelahirannya typo jadi Rose. Nggak tahu tuh kenapa juga bisa ada taling di atas e-nya. Makanya jadi Ro-se, bukan Ros atau Rosa."
"Typonya main kejauhan."
"He-eh."
"Eh, Se, kamu kalau masuk program TV yang investigasi itu cocok loh."
"Hah? Apa deh?"
"'Sebut saja Mawar.'" Terus ngakak.
Aku loading dulu sebentar.
Terus ngeh.
Terus aku gebuk lagi si tiang.
***
Jaehyun itu aneh.
Tapi aku udah nggak mau bilang fakta itu keras-keras, soalnya nggak ada yang percaya.
"Ochi, Ochi. Ecun itu ya, udah ganteng, pinter, atletis, suaranya bagus, sopan. Aduh, lelah hayati. Kenapa ada pangeran negeri dongeng nyasar ke sini?"
Kalau aja semua orang tahu Jaehyun itu demennya sama jokes bapak-bapak fb.
"Rose, kamu tahu nggak, sepatu apa yang pengen banget tes bahasa Inggris?" tanya Jaehyun di suatu hari yang cerah.
"Enggak."
"Sepatu pen TOEFL."
Ampun.
Lalu, di suatu pagi ketika Jaehyun jemput aku dengan motornya seperti biasa, dia tiba-tiba ketawa.
"Ih, apa deh, tiba-tiba?"
"Rose, tahu nggak kenapa kalau naik motor bawaannya pengen ketawa?"
"Kenapa?"
"Soalnya duduk di atas jokes."
Ampun 2.0.
Terus waktu cuaca lagi panas-panasnya dan kita ngadem di rumahku. Jaehyun ngeliatin AC kamar terus, makanya aku senggol.
"Ngapain? AC-nya kenapa?"
"Enggak, Aku cuma lagi mikir aja."
"Mikir apaan? Serius banget."
Dia ngalihin sebentar pandangannya dari AC langsung ke mataku. "Se, tahu, nggak apa bedanya kamu sama AC?"
"Ya jelas beda lah," protesku. Dia senyum-senyum nggak jelas. Aku nyerah. "Emang apa?"
"AC tuh ngademin, kalau kamu ngangenin."
"Jaehyun!!"
Ya begitulah Jaehyun yang aheng.
Untung sayang, Hyun. Untung pacar.
END
