Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Collections:
MINSUNG BINGO: Round Two
Stats:
Published:
2021-07-18
Words:
2,003
Chapters:
1/1
Kudos:
11
Hits:
302

Game On✨

Summary:

It's been a while since the last time Jisung logged into the game. When he does, someone piqued his interest. And that's how they started to know each other. Or so, that's what he thought.

(Please read the notes)

Notes:

Hi! This will be my fifth entry for minsungbingo! It's in bahasa, even though I write the notes in english. My friend did the beta-read for me, so thanks to her! But if we missed something, I will be glad to have any comments/suggestions. But please be nice ^^

> So this will be my fifth entry for minsungbingo; checklist : mutual pining
> You can read my other works here
> Read the notes on the end of the story for the flower explanation

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Mendudukkan diri di kursi gamenya, ini adalah pertama kali dalam empat bulan terakhir Jisung menyalakan komputer untuk rileks dari pekerjaannya sebagai seorang pengajar. Pekerjaannya sebagai seorang tenaga pendidik ternyata bisa mengambil waktunya sebanyak ini. Bahkan akhir pekan yang biasa ia gunakan untuk menyelesaikan quests di dalam game, harus ia relakan untuk menyelesaikan ‘quests’ sebagai seorang guru di dalam sekolah. Ya, akhir pekannya di empat bulan terakhir selalu ia gunakan untuk pergi ke sekolah, menyelesaikan pekerjaan yang belum beres, dan membantu anak didiknya yang sedang mengambil kelas akhir pekan. Tapi akhirnya, setelah empat bulan, ia bisa kembali duduk di kursi kesayangannya, bersiap untuk bermain game .

 

“Oh, ada update senjata baru. Tapi kenapa hanya jenis-jenis panah? Payah.” Jisung men- scroll layar ponselnya yang sedang menunjukkan laman dari game yang sempat ia tinggalkan. Entah bagaimana nasibnya nanti. Apakah skill gaming- nya akan menghilang? Apakah level temannya sudah jauh di atasnya? Semuanya sangat mungkin. 

 

Melihat komputernya sudah menyala, Jisung kemudian menggunakan headphone yang tersampir di layar dan mulai mengotak-atik mouse , menggerakan kursor menuju game idaman. Memasukkan ID dan password , layar komputer kemudian membawa Jisung ke dunia game . Karakter tampan dengan mama Han muncul. Permainan dimulai.

 

ㅇㅇㅇ

 

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam ketika karakter Jisung selesai dengan pertarungannya melawan boss dungeon . Ia harus sedikit kembali beberapa level untuk membiasakan diri dan hanya menyelesaikan quest kecil di dua jam pertama. Dan ini baru dungeon pertama setelah sesi ‘pembiasaan’ itu. 

 

Game yang dimainkan Jisung adalah game MMORPG yang sudah mulai sedikit peminat, karena masa kejayaan yang sudah lewat tahun lalu. Berpetualang, mengalahkan monster, menyelesaikan quest bersama teman, sudah banyak game serupa yang ‘lebih canggih’ dan visual yang ‘lebih menarik’. Tapi Jisung sudah merasa nyaman dengan game ini, membuatnya tetap tinggal meskipun hari ini sudah terhitung 3 tahun semenjak game ini pertama dirilis. Tapi sepertinya bukan hanya dirinya yang tinggal, karena Jisung menemukan mantan teman guild- nya yang bernama fairyxie masih berstatus online dan mereka sempat main bersama untuk beberapa ronde dan melawan beberapa monster yang menyebar di sekitaran hutan.

 

Merasa perut keroncongan, Jisung memutuskan untuk makan malam. Ya, meskipun sangat telat dan akan berakhir dengan mie instan lagi. Mengetikkan sesuatu pada keyboard , memberitahu temannya ia akan pergi sebentar dan membiarkan karakter gamenya, Han, untuk duduk pada salah satu bar di pusat kota.

 

Beranjak dari tempat duduknya, Jisung membuka kamar dan menuju dapur, memasak mie instan, dan menyimpannya di atas nampan dengan air putih dan masuk ke dalam kamar mandi untuk buang air. Mengembang sudah mie instan Jisung. Tak peduli, Jisung membawa nampannya ke kamar, menuju meja komputer dan memasang kembali headphone

 

Dirinya asik menyantap mie di hadapannya dan sesekali membalas pesan dari lixie, akun fairyxie , bertukar cakap tentang keseharian mereka, kesibukan sehari-hari dan lainnya. Tak lama, matanya menangkap satu karakter perempuan yang menarik perhatian. Bagaimana tidak, karakter itu masih menggunakan pakaian pemula; sebuah pakaian tradisional korea zaman berwarna putih tanpa motif apapun, dan terlihat bahwa levelnya masih sangat rendah. Sangat mencolok jika dilihat. Sedang apa orang itu di dalam bar? Bar biasanya menjadi tempat orang-orang berkumpul untuk menghabiskan uang mereka. Juga tempat para Player Killer (PK) berkumpul. Penasaran, karakter Han mendekati sang karakter perempuan dengan identitas Lee Know (nama yang unik untuk seorang perempuan) dan mencoba mengakrabkan diri.

 

Han

Kau baru?

 

Lee Know

Apakah terlihat?

 

Han

Ya. Baju dan levelmu mengatakan segalanya

 

Lee Know

KAU BISA MELIHAT LEVELKU????

 

Han

Uh- ya. Itu terpampang jelas.

 

Lee Know

Astaga. Bantu aku.

 

Han

Ayo pergi ke luar bar dan aku akan membantumu. 

 

Di sini banyak pasang mata yang melihat, bahaya jika ada PK

 

Ah beri aku 2 menit untuk makan, aku akan menuntunmu ke suatu tempat nanti 

 

Lee Know 

Hanya 2 menit untuk makan?!



Mengabaikan pesan Lee Know, Jisung dengan segera menghabiskan mie instan dan meneguk air putihnya, menyimpan nampan di atas lantai, dekat meja komputernya. Berharap saja nanti ia ingat dan tidak menyenggolnya, atau kamarnya akan berantakan, dan ia pasti harus mengepel nanti.

 

Akhirnya, Han mengajak Lee Know ke kediamannya di pinggir kota. Sebenarnya sangat jarang orang yang dengan sengaja membeli ‘rumah’ di dalam game. Untuk apa? Jika ingin istirahat, tinggal matikan saja gamenya. Tapi Han bilang, mendekor rumah di dalam game lebih murah dan gampang dibanding mendekor rumahnya di kehidupan yang asli. 

 

Han kemudian menjelaskan semua hal yang harus diketahui pemain awam di awal muka game. Bagaimana kontrol di dalam game, bagaimana cara kerja game, dan sebagainya. Lee Know hanya oke-oke saja. Entah artinya mengerti atau ia ingin cepat beres. Karena hari sudah malam di tempatnya, Han kemudian pamit setelah sebelumnya membuat janji dengan Lee Know, membantu pemain tersebut membiasakan diri dengan dunia game.

 

ㅇㅇㅇ

 

Sudah sekitar sebulan Jisung bermain bersama Lee Know. Tentu saja Jisung hanya bermain di akhir pekan, jadi sekitar 4 kali akhir pekan, 8 hari Jisung habiskan untuk menyelesaikan quest dengan sosok Lee Know. Dalam waktu singkat, karakter Lee Know sudah bisa mencapai level 40 dengan penampilan dan skill yang keren. Ah, ralat. Penampilan karakter Lee Know sangat cantik dan imut. Rambut panjang dengan baju berenda, dan senjata gandanya, thorns . Jisung sedikit kaget dengan pilihan senjata Lee Know, karena sebelumnya ia menyarankan Lee Know untuk menggunakan senjata umum seperti panah atau pedang seperti miliknya. 

 

Permainan keduanya sangat efektif, dan dengan bantuan healing skill dari Lixie, mereka berhasil membentuk guild baru dan menyelesaikan quest , melawan monster, dan mengalahkan boss dungeon dengan mudah. Skill Lee Know sangat keren untuk seorang yang baru saja bermain sebulan. 

 

Kini ketiganya sedang ada di dalam dungeon , melawan boss berbentuk ular demi mendapatkan item langka yang diidamkan seluruh pemain. Seperti biasa, Han menyerang dari jarak dekat dengan pedang gandanya, Lee Know terlihat menyerang dari jarak jauh dengan thorns -nya sambil sesekali terbang menghindari amukan sang boss dungeon. Lixie menyerang dengan panahnya sambil terus memperhatikan HP kedua teman guildnya dan mengobati keduanya ketika HP mereka kurang dari setengahnya. 

 

Lima menit menyerang boss secara bertubi-tubi, akhirnya guild Han bisa mengalahkan boss dan menyelesaikan quest . Banyak item bagus yang mereka dapatkan, dan salah satunya kalung diamond yang membuat HP lebih sulit untuk turun. Defense yang sangat keren jika kau tanya. Karena kalung hanya ada satu, dan Lixie seorang malaikat, akhirnya kalung diserahkan ke Lee Know sebagai hadiah ‘selamat datang ke dalam permainan’. Karakter Lee Know semakin kuat.

 

ㅇㅇㅇ

 

Sekolah tempat Jisung mengajar mulai sibuk dengan kegiatan akhir semester. Selain ujian, ini juga adalah waktunya festival sekolah. Beberapa siswa sibuk menyiapkan ujian, beberapa lainnya justru tak acuh akan itu, sudah pasrah mengikuti remedial nanti. Mereka justru mulai menyiapkan hal untuk festival, padahal harusnya persiapan baru dimulai setelah ujian. Jisung ikut disibukkan dengan soal yang harus ia siapkan dan beberapa siswa yang datang untuk menanyakan materi. Dirinya sangat sibuk membuatnya tak membuka game dalam dua minggu ini. 

 

Di sisi lain, Lee Know dibuat bingung karena karakter Han yang tidak pernah muncul. Bahkan status online yang terpampang di bawah karakternya adalah dua minggu yang lalu. Kemana orang itu? Jujur, Lee Know rindu bermain dengan sosok itu. Hanya karakter Han yang paham dengan cara bermainnya. Keduanya seperti tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat serangan lebih efektif dan kuat. Selain itu, karakter Han sering mengajaknya berjalan-jalan di dalam game , menyusuri tempat yang indah dan tersembunyi, berbincang mengenai game dan keseharian keduanya. Terkadang Han menggodanya, mengatakan penampilan karakter yang ia gunakan sangat cantik. Entah kenapa hal itu malah membuatnya tersipu. Ditambah godaan godaan lain yang membuat Lee Know semakin rindu dengan karakter Han.

 

“Apa Han baik-baik saja?” Lee Know bergumam setelah melihat temannya itu masih belum online . Ia kemudian menutup game dan berjalan menuju kamar mandi, bersiap untuk kerja paruh waktu. Berjalan menuju cafe, Lee Know yang melamun tak sengaja menabrak seseorang dan membuat kopi yang dipegang orang asing itu tumpah ke bajunya.

 

“Astaga! Maafkan aku!” Ah, salahnya juga sih melamun di tengah jalan. 

 

“Ah- tidak apa, ini salah—“ 

 

Oh shit

 

Itu adalah sang pujaan hati. Terlihat panik dan mencari sesuatu di dalam tasnya. Mungkin untuk membantu membersihkan noda di bajunya. 

 

“Tolong gunakan sapu tangan ini. Sekali lagi aku minta maaf. Sedang sedikit melamun tadi.” Orang asing itu menyodorkan sapu tangan berwarna biru ke hadapan Lee Know. Tersadar dari lamunannya, Lee Know mengambil sapu tangannya dan mencoba membersihkan noda pada bajunya dan tak berhasil. Oh, tentu saja tak berhasil. Itu noda kopi! 

 

“Tak apa. Salahku juga karena aku juga sedikit melamun.” Lee Know terkekeh sementara tangannya masih terus membersihkan noda kopi. 

 

‘Oh waktu, berhentilah sebentar dan biarkan kami bersama cukup lama.’ Kira-kira itu isi pikiran Lee Know sekarang. 

 

“Tidak. Aku akan membayar biaya laundry untuk bajumu. Ini kartu namaku. Tolong kirim pesan langsung setelah kau mencucinya, oke? Aku sedikit terburu-buru sekarang. Sampai jumpa.” 

 

Lelaki itu memberikan kartu namanya dan meninggalkan Lee Know sendirian. Melihat kartu nama yang diberikan oleh sang pujaan hati, Lee Know termenung. Apa dia baru saja mendapatkan nomor ponsel orang yang disukainya secara cuma-cuma? Mimpi apa ia semalam. Membaca kartu namanya lagi, ia sadar mengapa ia mudah tertarik dan nyaman dengan Han, lawan mainnya di dalam game . Nama pujaan hatinya adalah Han Jisung.

 

ㅇㅇㅇ

 

Ketertarikan itu berawal ketika Lee Know sedang bosan dengan shift nya. Ia berharap waktu cepat berlalu dan ia bisa kembali ke apartemennya untuk tidur. Tiba-tiba saja suara bel terdengar, menyadarkan Lee Know dari lamunannya. Seseorang dengan hoodie berwarna kuning dan pipi yang lumer masuk ke dalam cafe. 

 

‘Wah, manis.’ Matanya terus menatap orang asing itu.

 

“Selamat datang. Apa yang ingin Anda pesan?” Lee Know bersiap menekan layar di hadapannya, menatap pelanggan di depan.

 

 “Aku ingin americano. Yang sepertimu, ya.” Ucap orang itu dengan senyuman. Sepertiku? Alis Lee Know berkerut karena sedari tadi ia tak minum americano. Apa maksudnya? 

 

Sadar sang kasir kebingungan, pelanggan itu menjelaskan, 

 

“A hot one” 

 

Tanpa sadar warna merah menghiasi wajah dan leher Lee Know. Tak menggubris godaan sang pelanggan manis di depannya, Lee Know memasukkan pesanan itu di layar. Hot americano. Gila. Dia baru saja digoda oleh seorang pelanggan manis. 

 

“Atas nama siapa?” Mengabaikan wajah yang hangat, Lee Know tetap bekerja sebagai profesional dan mengambil pesanan sang pelanggan. 

 

“Han”. Oh, namanya Han. Menyelesaikan pesanan, Lee Know membuatkan americano panas dan memanggil sang pelanggan ketika selesai.

 

“Ini pesananmu.” Lee Know menyerahkan hot americano kepada pelanggan dengan senyuman yang mengembang. Setidaknya, orang yang menggodanya manis. Itu yang berkeliaran di otaknya. 

 

“Maaf jika tadi kau kurang nyaman, itu tadi dare dari temanku. Tapi, ini tulus dariku.” Pelanggan itu memberikan sebuah pin bunga berwarna putih ke hadapan Lee Know. 

 

“Mawar putih?” Pelanggan itu menggelengkan kepalanya, 

 

“Bukan. Ini bunga ranunculus. Semoga harimu menyenangkan.”

 

ㅇㅇㅇ

 

Mengingat hal itu, entah mengapa Lee Know rindu dengan teman game -nya. Haruskah ia juga memberikan bunga ranunculus putih pada temannya itu? Bergegas menuju tempat kerja, Lee Know berharap minggu depan Han akan online .

 

Sampai di apartemennya di malam hari, Lee Know membuka game nya dan mendapatkan Han ternyata online . Akhirnya! Setelah dua minggu tidak online ! Lee Know kemudian teleportasi menuju tempat karakter Han berada setelah mencari bunga yang ia inginkan.

 

Lee Know

Han! Kemana saja kau! 

 

Han

Oh~ hai~ 

 

Kau merindukanku?👀

 

Lee Know

Bodoh

 

Aku punya hadiah untukmu 

 

Han

Wah apa ini? Hadiah selamat datang kembali?

 

Lee Know

Anggaplah begitu

 

Han

Haha kau tak usah begitu~ aku kemarin hanya sedikit sibuk dengan urusan di sini

 

Lee Know 

Menjadi guru sepertinya sulit.....

 

Aku telah mengirimkannya!!

 

[ Lee Know sent you a gift ]

 

Melihat tulisan pada layar komputernya, Jisung kebingungan melihat mawar putih yang dikirim Lee Know. Apa ia menyuruh Jisung mendekorasi rumahnya? Namun tak berselang lama, pesan lainnya muncul.

 

Lee Know

Tadinya aku ingin mengirimkan bunga ranunculus putih. Tapi game ini tak memiliki bunga itu, jadi seadanya saja haha

 

Han

Ranunculus putih?

 

Lee Know

Iya! Bentuknya hampir mirip dengan mawar dari jauh~ 

 

Kau tahu artinya?? 

 

Ah pasti tidak 

 

Han

Aku tahu artinya~~ 

 

Kau juga menarik💜



Lee Know termenung di depan layar. Han tahu arti bunga ranunculus putih? Dia juga mengatakan bahwa Lee Know menarik. Dan apa-apaan itu?!  Han baru saja mengirimkan emoji hati di dalam chat! Rasa hangat kini melingkupi wajah Lee Know dan membuat pikirannya kosong. Suara pesan masuk kemudian menyadarkan Lee Know.

 

Han

Sebenarnya, aku ingin mengatakan sesuatu

 

Lee Know

 

Ayo pacaran



Dan pikiran Lee Know saat ini semakin kosong dengan wajah dan leher yang sangat merah karena menahan malu.

Notes:

Thank you for reading my work! Any kudos and comments will be really appreciated!

Bunga Ranunculus melambangkan pesona dan daya tarik lintas budaya. Dalam bahasa bunga, jika seseorang memberimu bunga ranunculus, artinya kamu menawan dan ia tertarik padamu.

You can ask me anything on the comment or if you want, you can come to my twiiter/cc!
Twitter : here
CuriousCat : here

See you in my next work!