Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2021-07-23
Words:
1,112
Chapters:
1/1
Kudos:
11
Hits:
120

Sakit Gigi

Summary:

Kata Seungwoo, ia hanya butuh vitamin C

Notes:

Here my repost work from @seungchaniverse 1st ficfest (i put the original link bellow)

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Jihan menatap sarapan yang ada dihadapannya dengan malas. Sudah hari ketiga ia mengkonsumsi bubur. Matanya lalu berpindah ke arah lelaki yang berada di sampingnya yang terlihat sedang menatap makanan dihadapannya dengan malas-malasan juga seperti Jihan, dan tak lupa pipi sebelah kanannya terlihat lebih besar dari yang sebelah kiri.

 

“Ini kita sampe kapan sarapan bubur terus, yah?” Jihan membalikkan badannya menghadap Ayahnya yang sedang mondar-mandir untuk menyiapkan sarapan mereka bertiga. Nadanya terdengar seperti protes dibanding bertanya.

“Sampe Papamu sembuh.” lelaki yang dipanggil ayah menghampiri Jihan dan mencubit pipi gadis yang sudah rapi memakai seragam sekolah menengah pertamanya itu dengan gemas. Dan pergi lagi untuk memotong semangka pencuci mulut sehabis sarapan nanti. Seharusnya hari ini jadwal Seungwoo untuk menyiapkan sarapan mereka, tapi lelaki itu mengelak 'aku kan lagi sakit' Byungchan hanya menggelengkan kepalanya. Pasalnya, yang sakit itu gigi Seungwoo, bukan tangan dan kakinya.

Mata jihan langsung memicing menghadap Seungwoo yang baru saja menyendok bubur dan menyuapkan ke dalam mulutnya,

“Apa?” Tanya Seungwoo pelan. Nadanya amat sangat memelas—lebay kalo kata Jihan.

“Papa sih bandel! Kalo udah sakit kan semua jadi kena imbas!” kali ini dengan nada protes yang tidak lagi ditahan, kata-kata itu keluar dari bibir Jihan.

“Byungchaaann tuh liat anak kamu masa marahin aku?!” rengekan Seungwoo semakin membuat Jihan sebal. Pekikan seperti 'ngaduan papa ih!! kaya anak kecil' terdengar di penjuru rumah itu di pagi hari yang tenang.

Byungchan hanya menggeleng pelan. Seungwoo yang sakit gigi dan Jihan yang tidak berhenti mengoceh bukan perpaduan yang indah di pagi hari, ia yang sedang memotong buah semangka langsung bergegas mendatangi lokasi keributan untuk melerai papa dan anak semata wayangnya itu.

“Udah-udah. Masih pagi jangan berantem. Contoh itu senupi yang makan dengan tenang.” Byungchan mengelus kepala anjing samoyed milik mereka yang kebetulan sedang sarapan dengan damai di sebelah Seungwoo, dan menghampiri Seungwoo yang sudah merengek meminta atensi. Tangannya langsung melingkari pinggang Byungchan sesampainya ia di sana.

“Jihan makan dulu yang ada ya, nak? Ayah beliin makanan apa aja yang Jihan mau pulang sekolah nanti, oke?” Dengan tangan mengelus pipi Seungwoo pelan, Byungchan mencoba memberi pengertian kepada Jihan.

“Janji?” Jihan menyodorkan kelingkingnya dan disambut baik oleh Byungchan yang membuat gadis yang baru memasuki masa puber itu tersenyum manis.

“Yaudah sekarang di abisin ya buburnya, nanti berangkat sama Ayah, oke?” Jihan hanya mengiyakan perintah Byungchan dan menyantap sarapannya tanpa banyak protes lagi seperti tadi.

“Dan kamu–” Byungchan memicingkan matanya kepada Seungwoo yang masih berada di posisi sama seperti tadi, “–pokoknya kita harus periksa ke dokter nanti siang! Gak ada protes!”

Baru saja Seungwoo membuka mulutnya untuk protes tetapi sepertinya nada Byungchan tidak bisa ia bantah dan hal yang dilakukan Seungwoo hanyalah mengangguk dengan tidak rela. Seungwoo amat sangat takut untuk periksa gigi, dan Byungchan sudah capek merayu Seungwoo untuk pergi bersamanya ke rumah sakit dari kemarin untuk memeriksa gigi Seungwoo, tetapi suaminya itu tetap keukeuh tidak mau untuk pergi. Dan sekarang mumpung Byungchan libur bekerja, ia akan menggeret Seungwoo untuk periksa secepat mungkin.

“Ayo, yah. Aku piket hari ini.” Jihan yang baru selesai makan langsung bersiap-siap berangkat sekolah.

“Byungchan tapi kamu belum sarapan?” Seungwoo bertanya, karena ia tidak melihat Byungchan menyantap sarapan alih-alih sibuk mengurusi dirinya dan Jihan.

“Udah duluan tadi sebelum kamu turun.” Byungchan mengecup pipi dan bibir Seungwoo sekilas sebelum berlalu untuk mengeluarkan mobil dari garasi rumah mereka.

Kini giliran Jihan yang menghampiri papanya, “papa cepet sembuh ya, pokoknya aku pulang sekolah nanti papa harus udah ke dokter!” Jihan menunduk untuk mencium kedua pipi Seungwoo yang masih duduk di kursi makan dan berlalu sebelum papanya membuka mulut untuk menjawab perintah anak gadisnya itu.

Sepi. Seungwoo menatap senupi yang sedang menjilati mangkoknya yang sudah kosong. “Rumah sepi, mending senu bobo sama papa aja hayuk!” Seungwoo menghampiri senupi dan menggendong anjing itu untuk merebahkan tubuh mereka di kamar.


Ini terdengar konyol, tapi saat Byungchan baru saja pulang dan membuka pintu kamar mereka, ia melihat Seungwoo sudah dalam keadaan menungging di kasur menghadap tembok yang membelakanginya. Malah senupi yang terlihat heboh saat melihat Byungchan dan langsung menubruk Byungchan untuk menjilati seluruh permukaan mukanya. Byungchan hanya membiarkan saja sambil mengelus anak bulu itu sebelum membawa senupi untuk keluar dan menutup rapat-rapat kamarnya.

“Kamu ngapain si?!” Byungchan langsung menarik Seungwoo untuk menghadapnya. kini mereka berdua sudah berada diatas kasur milik mereka.

“Gigi aku nyeri lagi..” Seungwoo mengusap usap pipinya yang masih terlihat bengkak.

“Ya terus kenapa kamu nungging begitu si?” Byungchan masih heran

“Aku nyari posisi dari tadi biar ga sakit lagi gimana terakhir posisi begitu kamu datang...” Byungchan tertawa dengan alasan Seungwoo.

“Enak gak? siapa yang suruh kamu bandel gamau dengerin kata-kata aku?” Seungwoo yang memutuskan untuk berhenti merokok mengganti kebiasaannya dengan memakan permen, tetapi kalau tidak Byungchan kontrol, Seungwoo tidak akan segan menghabiskan satu kaleng permen manis per-harinya. Itu tidak baik untuk kesehatan gigi Seungwoo yang memang sudah banyak yang bolong sejak lama. Kebetulan seminggu ini Byungchan tidak sempat mengontrolnya, jadi lah suaminya itu sakit gigi.

“Kamu ngomel gitu gigiku tambah sakit tau” Seungwoo menggerutu, Byungchan memutar bola matanya dan tersenyum paksa,

“Sayangnya Byungchan sakit gigi um?” Dengan nada meledek, Byungchan memeluk Seungwoo dan mendekap suaminya itu ke dadanya.

“Malah meledek ya kamu Byungchan!” Perkataan Seungwoo di balas dengan pekikan sebal dari Byungchan,

“Marah-marah mulu kamu ya! Dimarahi salah, ini aku sayang-sayang salah juga.” Byungchan dengan pelan mulai membelai rambut Seungwoo.

“Aku kayanya tau kenapa aku sakit gigi deh” Seungwoo menyamankan dirinya di pelukan Byungchan.

“Kenapa?” Byungchan menunduk melihat Seungwoo yang sudah terbuai oleh usapannya.

“Aku kurang vitamin C.” ucap Seungwoo dengan mimik serius.

Byungchan berhenti membelai rambut Seungwoo dan mulai berpikir. Setau Byungchan, ia tidak pernah absen untuk menyetok vitamin di rumah ini, bahkan buah jeruk masih tersisa 5 buah di kulkas mereka.

“Masa sih? Stock vitamin C masih banyak ya di kulkas! Kita juga masih punya jeruk!” Seungwoo tertawa medengar jawaban dari Byungchan.

“Kurang vitamin C, sayang–” seungwoo memajukan bibirnya membentuk mulut bebek,

“–Vitamin cium” lanjut Seungwoo yang membuat Byungchan kehilangan kata-katanya.

“KAMU ITU YA!” Seungwoo tertawa karena ekspresi muka Byungchan yang begitu, tetapi tidak lama karena ia terlalu lebar membuka mulutnya dan rasa sakitnya kembali karena itu.

“Kualat itu kamu!” Byungchan tersenyum puas melihat seungwoo kesakitan.

Tetapi yang Byungchan lakukan berkebalikan dengan kalimatnya tadi, ia langsung menarik leher Seungwoo dan mencium Seungwoo dengan pelan.

Seungwoo yang mendapatkan apa yang ia mau hanya tersenyum di sela-sela ciuman mereka. Terkadang dirinya meringis karena lidah Byungchan tidak sengaja mengenai gusinya yang bengkak. Tapi siapa Seungwoo untuk menolak ciuman hangat dari suaminya? Ia hanya menutup matanya perlahan dan memperdalam ciuman mereka.

Pada akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke dokter saat itu juga karena Byungchan tidak sengaja menekan dengan keras gusi bengkak Seungwoo dengan lidahnya. (Yang membuat Seungwoo berteriak heboh karena sakit yang dirasakannya amat sangat terasa)

Duh, dasar orang tua.

Notes:

reposted from sakit gigi; @seungchaniverse 1st ficfest.